Minggu, 22 Agustus 2010 Kemaren

Tujuh anak muda bercengkerama menunggu senja menutup hari di kawasan
Saringan, akhir Juni lalu. Duduk di atas rel kereta yang sudah berkarat dan
kayu yang lapuk tak mengurangi canda tawa mereka. Kawasan Saringan dibangun
tahun 1900-an untuk memproses batu bara sebelum dibawa ke Teluk Bayur dengan
menggunakan lokomotif uap.

Kawasan Saringan adalah satu dari 16 tempat bersejarah yang terpelihara
dengan baik dan bisa dikunjungi di Sawahlunto. Sawahlunto menjadi terkenal
karena batu bara setelah Willem Hendrik de Greve, peneliti batu bara dari
Belanda, menyelidiki kemungkinan adanya batu bara di kawasan Sungai Ombilin,
Sawahlunto, pada 1868. Penambangan pertama pun dilakukan pada tahun 1880.

Kota tambang tersebut berjarak sekitar 90 kilometer dari Padang, ibu kota
Provinsi Sumatera Barat. Sejumlah bangunan tua peninggalan Belanda masih
menjadi tempat tinggal penduduk, perkantoran, dan aneka kios makanan hingga
warnet.

Orang rantai, sebutan untuk orang-orang hukuman yang bekerja di tambang,
bisa ditelusuri jejaknya di lubang tambang Mbah Soero. Tak jauh dari lubang
Mbah Soero terdapat Museum Goedang Ransoem yang dulunya merupakan dapur umum
yang dibangun pada tahun 1918 untuk menyuplai makanan bagi para pekerja
tambang batu bara dan pasien rumah sakit. Rumah Pek Sin Kek, bangunan ini
dibangun pada tahun 1906 dan pernah digunakan sebagai gedung teater,
merupakan tempat perhimpunan masyarakat Melayu dan pabrik es. Wisata tambang
bisa ditutup dengan naik kereta api Mak Itam dari Sawahlunto-Muarokalaban
(pp), perjalanan menembus bukit, dan memasuki terowongan gelap sepanjang
satu kilometer.

http://cetak.kompas.com/read/2010/08/22/03274388/kota.tua.tambang.sawahlunto

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke