Buat yang tinggal di Batam dan dimana saja agar lebih waspada dan hati2..

Apalagi menjelang lebaran ini..

 

Ini sebuah kiriman berita dari teman

 

makasih

 

smm

From: [email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 02, 2010 8:49 AM




Berita Utama 


Rabu, 01 September 2010 09:06 


Pelaku Bersenjata Pistol FN Beraksi di Batuaji

Dedi alias Acai, 40, pemilik toko sembako Pung Jaya di Blok D No.6 Sentosa
Perdana (SP) Plaza Batuaji, tewas ditembak perampok di dekat tokonya, tadi
malam (31/8) sekitar pukul 21.00 WIB. Empat peluru menembus tubuhnya.

Saksi mata di tempat kejadian menyebutkan, peristiwa berlangsung cukup
cepat. Kawanan rampok diperkirakan berjumlah dua orang dan mengendarai motor
tersebut diduga telah mengintai korban sejak lama. Pasalnya, perampokan ini
baru beraksi saat korban akan pulang ke rumahnya di Jodoh Permai.

Baru beberapa meter meninggalkan tokonya, korban dikejar pelaku dan
diberondong tembakan. Pelaku lalu merebut karung berisi uang yang dibawa
korban. Hingga kini polisi belum bisa memastikan berapa nilai uang dibawa
kabur pelaku.

"Tadi korban pas turun dari trotoar mau naik mobilnya, dihampiri pria
berpistol. Saya dengar ada empat kali suara tembakan, semuanya kena bagian
dada korban," kata Steven, Sekuriti di SP Plaza kepada wartawan.

Koko, saksi mata yang membantu mengangkat korban ke mobil untuk dilarikan ke
Rumah Sakit Awal Bros (RSAB) mengatakan, saat pelaku menembakkan senjatanya,
korban langsung tumbang. Saat itulah, kata Koko, pelaku mengambil karung
yang diduga berisikan uang milik korban.

"Perampok itu jalan kaki, pas sekali tembak dia (korban) langsung roboh.
Pelaku terus menembak korban dua kali lagi. Habis itu perampok ambil karung
yang dipegang korban lalu lari ke arah kiri yang sudah ada penjemputnya naik
motor," ujar Koko yang ikut mengangkat korban ke mobil. Saat itu, baju
korban sudah penuh darah.

Tomi, pedagang yang tokonya berdekatan dengan toko korban mengatakan, saat
kejadian berlangsung para pemilik toko di kawasan SP sedang menutup tokonya.
"Ya suasana tidak begitu ramai orang lagi, soalnya sudah mau tutup. Tadi
saya sempat dengar suara letusan, saya kira itu mercon tak tahunya ada yang
ditembak," ujar Tomi.

Joy, saksi mata lainnya mengaku, saat kejadian dia sedang berada di toko tak
jauh dari lokasi penembakan. Kejadian itu, kata Joy, berlangsung kurang dari
10 menit. Dia langsung ke TKP (tempat kejadian perkara) dan sempat melihat
seorang pria berlari ke arah jalan tengah di pertokoan itu menghampiri pria
yang telah siap di motor bebeknya. Lalu mereka kabur berboncengan.

"Kalau tak salah saya, korban awal tahun lalu pernah dirampok juga tapi di
Jodoh. Saya kurang tahu juga kapan pastinya," kata Joy.

Joy menyebut TKP saat itu memang sudah mulai sepi, pasalnya para pemilik
toko bersiap pulang dan menutup usahanya. "Di sini memang sepi kalau malam,
tapi kalau siang ramai," katanya.

Sementara itu Kapolda Kepri, Brigjen Pol Pudji Hartanto usai mendapat
laporan anak buahnya perihal perampokan bersenpi itu langsung menuju tempat
kejadian perkara. Di sana polisi langsung memasang garis pembatas polisi
(police line). Dari TKP Kapolda ke RSAB hendak melihat kondisi korban. Namun
saat Kapolda tiba, Acai sudah tewas.

Kapolda mengatakan, korban tewas setelah tertembus dua peluru di bagian
pinggul yang tembus hingga bagian dada korban. "Dari jenis selongsong
peluru, itu jenis senjata FN kaliber 45,'' ujar Kapolda di RSAB, kemarin.

Menurut Kapolda, korban tewas sekitar 15 menit setelah tiba di RSAB, tadi
malam. "Korban banyak kehilangan darah dari luka tembak yang dia alami
hingga akhirnya meninggal,'' ujar Kapolda.

Ditanya jumlah pelaku perampokan, Kapolda memperkirakan lebih dari satu
orang. Sumber lain di kepolisian menyebutkan, korban ditembak dari atas
motor yang jaraknya sangat dekat. Setelah menembak korbannya sebanyak empat
kali, pelaku merampas uang hasil jualan senilai Rp200-an juta. "Biasanya
tiap tutup toko dia bawa uang ratusan juta," kata salah satu polisi yang
malam tadi ikut turun ke TKP.

Sejumlah perwira Polda di Kepri turun ke lokasi kejadian. Selain Kapolda,
ada juga Direktur Reserse dan Kriminal Polda Kepri, Kombes Achmad Nurdin,
Dir Intel Polda Kepri, AKBP Imam Prakoso, Kapolresta Barelang, Kombes Eka
Yudha Satriawan, serius memperhatikan selongsongan peluru dari pistol jenis
FN.

Ditangisi Keluarga

Suasana duka menyelimuti keluarga dan kerabat korban yang malam itu langsung
meluncur ke RSAB, tempat Acai mengembuskan nafas terakhirnya. 
Ada sekitar 30-an keluarga korban di rumah sakit itu. Aini, 35 salah satu
adik korban bahkan nampak tak henti-hentinya menangisi kepergian kakaknya
itu. "Dia orang baik, kenapa sampai harus meninggal seperti ini," katanya
tak kuasa menahan air mata.

Menurut Aini, abangnya orang baik. Dia tak pernah punya musuh selama ini.
Selain Aini, istri korban Ita Rozana juga sempat histeris mendengar suaminya
tewas ditembak orang tak dikenal di depan toko mereka. "Tadi dia ke sini.
Katanya, dia nggak sanggup melihat mayat suaminya. Makanya dia langsung
pulang ke rumah," kata salah seorang kerabat korban ditemui di RSAB.

Korban yang tinggal di Jodoh Permai, Jodoh meninggalkan seorang istri dan
dua anak laki-laki kembar berusia 7 tahun.

Perampokan Ketiga

Perampokan yang menimpa Acai ini bukan yang pertama. Sebelumnya, ia juga
pernah menjadi korban perampokan dua kali di kawasan rumah dia.

Bahkan yang terakhir terjadi di depan rumahnya, saat Acai akan masuk rumah
usai pulang berjualan 18 April 2010 lalu. Acai dirampok Rp100 juta. Diduga
pelaku perampokan 18 April ini sama dengan pelaku pertama. Namun hingga kini
pelakunya tak juga tertangkap. (taher/parna)

 

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke