pak AI, yang membuat saya miris, buku-buku yang dijarah itu "hanya" dijadikan 
barang loakan untuk pambukuih maco di pasa-pasa. ka dipangakan lai.


wasalam 

AZ - 32 th
Padang




________________________________
Dari: Abraham Ilyas <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Cc: Eri Bagindo Rajo <[email protected]>
Terkirim: Sel, 7 September, 2010 00:04:23
Judul: Re: [...@ntau-net] 1000 Pepatah Petitih & Undang Adat Alam Minangkabau

......dimasa pasca PRRI keberadaan buku Undang Adat Alam Minangkabau (UAAM) 
banyak hilang di ranah minang sebab pasukan kodam Diponegoro banyak melakukan 
penjarahan terhadap harta benda masyarakat minangkabau di Sumatera Tengah ......

Dunsanak di palanta nan ambo hormati.

Tentang perusakan dan penjarahan oleh tentara pusat itu, ambo alami secaro 
pribadi.
Tahun 50 an pesawat radio penerima masih jarang dimiliki. 

Urang gaek ambo hanyo punyo pesawat pemutar piringan hitam (gramophon) yang 
diengkol dengan tangan; satu satunya barang berharga milik keluarga ketika itu.

Antah baalah si serdadu indak bisa membedakan antaro gramophon jo radio.
Nan gramophon pamenan ambo itu corong speakernyo ado dalam kotak, indak di lua 
sarupo gambar di bawah iko.
.















Suatu hari tahun 1958 datang tantara pusek baoperasi ka kampuang kami, dan 
ikolah kabanyo sbb:

Pesawat radio penerima informasi
Harus disimpan di hutan sepi
Benda terlarang untuk dimiliki
Dicari tentara ketika operasi

Dengan senjata selalu dikokang
Tentara naik ke rumah gadang
Melihat lemari langsung ditendang
Tiada orang sanggup melarang

Memakai sepatu masuk rumah
Tentara Pusat datang menggeledah
Disertai bentakan marah marah
Lemari terkunci langsung dipecah

Ganasnya tentara perintah Soekarno
Kotak Gramophon mirip radio
Langka jualannya di toko toko
Kini dipecah oknum sembrono

Kotak Gramophon benda antik
Untuk mendengar rekaman musik
Barang berharga hak milik
Kini dipecah dicabik cabik

dst.......lihat di http://td73.nagari.or.id/tanjungprri.php

Sampai kini masih tabayang dek ambo bayangan serdadu nan marusak gramophon tsb. 
rasonyo indak ka bisa ambo malupokan wajah keberingasan serdadu tsb. 


Perbuatan iko tampaknyo sepele, dan tak akan pernah dicatat di buku sejarah, 
padahal perbuatan iko alah mencederai jiwa anak anak (diri ambo kutiko itu !) 
karano merusak barang mainan. Apakah iko tamasuak pelanggaran HAM ?

Untuak itulah kalau ado dunsanak mengalami peristiwa sejarah tersebut untuk: 
Memaafkan si dungu itu, tapi tidak untuk melupakannya, guna mencegah agar di 
masa yang akan datang tidak akan terjadi lagi kedunguan semacam ini. 

Mungkin dengan membuat tulisan (kaba) manusia akan belajar dari sejarahnya.

Bagi yang bersedia ikut menuliskannya maka naskahnya akan kami kumpulkan dengan 
penulis kaba prri lainnya di bawah koordinasi DR. Mestika Zed/UNP.

Hilangnya atau disembunyikan atau diacak acaknya buku buku merupakan kehilangan 
yang sangat besar bagi generasi sekarang.

Salam

AI
-- 
.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke