*Soekarno menganggap Ahmad Husein adalah juga warga Negara Indonesia, anaknya
yang salah jalan, walaupun pada saat bersamaan Ahmad Husein telah melakukan
kesalahan besar, yaitu menerima bantuan rahasia dari Amerika Serikat.

Pendekatan Soekarno ini terhadap para "pemberontak" yang juga warga Negara
RI sangat humanis. Jika dibayangkan pada masa itu, Soekarno menghadapi
berbagai pemberontakan di tanah air, bahkan dirinya berkali-kali luput dari
usaha pembunuhan.*

Dunsanak di palanta.

Sato ambo mangomentari tulisan/pandapek Dasman Djamaluddin sarupo nan ambo
kutipkan di ateh.

Bukan ambo ahli sejarah, tapi sebagai WNI penderita perbuatan "dalang yang
membuat sejarah/seijin/takdir dari Allah" juo, mako sebaiknyo DD itu mambaco
buku "Demokrasi Kita", buku tipis tulisan Bung Hatta.

Jaan manyamoratokan istilah "pemberontakan", kini kan sumber informasi alah
mudah didapek.

Humanis ....he, he, tasengeang ambo mandanganyo...!!

Salam

AI

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke