Aaa iyo..., itu lo lamaknyo main-main jo terjemahan ko. Dahulu ado lagu lamo Tonny Bennet nan disukoi urang Indonesia, "I left my Heart in San Francisco" rasonyo diterjemahkan sebagai "Ku Tinggalkan Hatiku di San Francisco".
Kalau garah-garah diterjemahkan baliak ka Bahaso Inggirih, manjadi: "I left my Liver in San Francisco." ... :) http://www.youtube.com/watch?v=ryF9p-nqsWw&feature=related Salam, --MakNgah --- In [email protected], Darwin Chalidi <dchal...@...> wrote: > > Ustadz Arman Rahman di Jakarta telah melakukan juga pengajian mengenai > segumpal daging yang kalau rusak akan rusaklah jiwanya. Menurut penelitian > beliau bangsa kita memang telah salah kaprah dalam menterjemahkan segumal > daging itu menjadi hati. Sebenarnya yang dimaksud "My Heart" itu bukanlah > hati tapi jantung. > > Dalam penelitian, kalau seseorang berganti jantung maka orang yang berganti > jantung akan membawa sifat2 orang yang mempunyai jantung sebelumnya. Konon > kabarnya di Jepang ada seseorang biasa yang menerima jantung ternyata > setelah sembuh bisa menjadi seorang ahli kungfu, ternyata keahlian ini > didapat dari pengguna jantung sebelumnya. > > Wallahualam bissawab > > Darwin Chalidi 61, Bintaro Jaya > > 2010/9/12 Abraham Ilyas abrahamil...@... > > > Mak Ngah sarato dunsanak di palanta yth. > > > > Manuruik ambo memang ado ada nan keliru dalam bahaso Indonesia. > > Seharusnyo nan hati mengecil nan ditulih Muhammad Syahreza/penelitian di > > jepang iko disabuik *liver: > > *(1) right lobe, (2) left lobe, (3) caudate lobe, (4) quadrate lobe, (5) > > hepatic artery and portal vein, (6) hepatic lymph nodes, (7) gall bladder. > > (http://en.wikipedia.org/wiki/Liver) > > > > ------------------------------------------------------------------------\ ------------------------------------------------------------------------\ --------------------------------------------------- > > > > Sedangkan nan acok disabuik "kekasih hatiku" , "buah hatiku" "jantung > > hatiku", "buah jantungku" mengacu kepada penyebutan organ "*heart > > (jantuang*)" yang merupakan satu satunya organ tubuh nan indak pernah > > istirahat sejak janin sampai manusia tsb. mati. > > > > Mungkin karano iko merupokan tando tando kehidupan nan dipahami semua > > orang, mako dijadikan terminal untuak menyimpan "raso" (jatuang di dado). > > <--seseorang ketika menggunakan bahasa tubuhnya akan mensedekapkan telapak > > tangannya di dada/jantungnya/bersumpah. > > > > Padahol sebenarnya terminal akhir kehidupan bukan berhenti denyut jantung, > > akan tetapi hilangnya gelombang di otak ("pareso") > > > > > > Salam > > > > AI -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
