Woww kok iyo info ko batua, tanpa ado mukasuik apo2, baa lo lah bantuak'e sang 
Bison gadang ko rabah takongkang, mato'e ijau pucek mambulalang, kaki'e tagang 
mang-katojang2, amit2 deh

Kemajuan teknologi barat telah menjadikan mereka sombong karena telah 
menundukkan dunia dengan berbagai produknya, kini sedang menuju kebangkrutan

Dominasi politiknya bakalan punah karena ke-adhidayaan-nya yang congkak selama 
ini, tunggak perekonomian akan guyah oleh berbagai krisis, tingkat pengangguran 
menaik tajam, kelaparan menghantui sebagian besar rakyatnya dan ber-juta2 orang 
akan menderita dan menjadi saksi runtuhnya peradaban yang selama ini mereka 
bangga2kan 



Akar sistem sosial mereka tergerogoti oleh berbagai prinsip2 aneh, unjuk rasa 
bakalan marak di-mana2, semua pada bingung mencari solusi atas berbagai masalah 
yang mereka hadapi, konfrensi2 yang diadakan tidak membuahkan hasil memadai, 
konvensi2 yang dibuat akan ter-cabik2, mereka bagai sosok bayangan tanpa ruh 
tak 
memiliki cahaya untuk menembus kegelapan hidup

Dan orang2 besar diantara mereka, tangan sebelah menciptakan berbagai 
kesepakatan damai diantara mereka sendiri sementara tangan lain-nya melahirkan 
berbagai penderitaan bagi orang lain

Dengan segala kerakusan perilaku politiknya membuat orang lain teraniaya, kini 
mereka bagai bahtera ditengah badai, kemanusiaan tengah mengalami kegelisahan 
dan kegoncangan dan terbakar oleh keserakahan dan kerakusan mereka sendiri 
selama ini

Yang dibutuhkan saat itu adalah tetesan2 embun untuk membasuh noda yang telah 
menggelimangi diri2 mereka 


Mungkinkah kehancuran mereka dunia barat ini akan diambil alih oleh dunia Timur 
sebagaimana jayanya Timur masa lalu? 


Dunia Islam mempunyai peluang besar untuk itu sehabis tidur panjang akibat 
ditindas kolonioalisme dan imperialisme dengan berbagai peradaban moderen-nya

Sungguh dunia me-nanti2 kembalinya kepemimpianan dunia Timur Islami yang kuat 
dibawah payung panji Illahi dibawah naungan Alquran dan tentu saja akan 
menghadirkan digelanggang dunia "Tentara2  Allah yang kuat dan tegar"

Hanya dengan begitulah dunia ini akan tenteram dan damai hingga seluruh alam 
semesta ini berucap:

"Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada petunjuk ini, dan kami 
se-kali2 tidak akan mendapat petunjuk itu kalau Allah tidak memberi petunjuk 
itu 
kepada kami" Al A'raf (7): 43
wasalam
abp58


________________________________
Dari: rony <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Kam, 16 September, 2010 10:24:24
Judul: [...@ntau-net] Amerika, Segera Menjadi Negara Dunia Ketiga?
  
Apakah berita ini benar? Mungkin adidunsanak kito nan di rantau Amrik bisa 
mengklarifikasi dan mangkonfirmasi. 


From:[email protected] [mailto:[email protected]] 
Sent: Thursday, September 16, 2010 10:10 AM

http://www.addthis.com/bookmark.php?url=http://www.eramuslim.com/berita/laporan-khusus/amerika-segera-menjadi-negara-dunia-ketiga.htm>

Amerika Serikat berada di ambang pintu untuk segera menjadi sebuah negara Dunia 
Ketiga, seiring negara itu masih berjuang menggelepar-gelepar karena utang 
besar-besaran, pengangguran yang meloncat tajam dan ekonomi yang terus memburuk.

Beberapa tanda-tanda peringatan itu sudah muncul dalam beberapa tahun
belakangan ini. Tanda-tanda yang mungkin menunjukkan kejatuhan fantastis 
Amerika 
dari sebuah negara Dunia Pertama menjadi negara Dunia Ketiga, termasuk 
meningkatnya pengangguran dan kemiskinan.

Menurut Spiegel Online, Amerika Serikat baru-baru ini dihadapkan dengan sebuah 
fenomena baru yang disebut "negara yang baru miskin."

Di Ventura California—sebuah kota resor yang mewah—sekitar 20 persen dari 
penduduknya berisiko menjadi tunawisma alias tidak lagi punya rumah.

Menurut Kapten William Finley, kepala cabang lokal dari Salvation 
Army,orang-orang yang dulunya kaya, yang telah kehilangan rumah mereka, kini 
terpaksa tidur di mobil mahal mereka yang diparkir disudut-sudut kota.

Lebih jauh lagi dia menambahkan bahwa dalam bulan-bulan terakhir ini, jumlah 
orang yang mengambil program makanan bebas, meningkat menjadi dua kali lipat. 
Banyak dari mereka yang mengendarai BMW ternyata terpaksa menerima makanan 
gratis, tambahnya.

Sinyal lain yang menandai runtuhnya kebesaran Amerika adalah hilangnya rakyat 
kelas menengah.

Selama beberapa tahun terakhir ini, kesenjangan antara orang kaya dan miskin 
meningkat dengan kecepatan yang sangat mengejutkan, dan secara sistematis telah 
menghapus keberadaan kelas menengah dari Amerika.

Ketidaksetaraan pendapatan di negara Paman Sam juga telah mencapai tahap dimana 
hanya satu persen saja dari rakyat Amerika sendiri yang menikmati total 
kekayaan 
negara.

Itu berarti bahwa jika sebuah CEO (Chief Executive Officer) rata-rata
menerima 30 kali lebih banyak sebagai pekerja biasa di tahun 1950, hari ini ia 
menerima bayaran sebanyak 300 kali lipat.

Sementara itu, dalam laporan tahunannya saat ini, Departemen Pertanian AS 
menekankan bahwa sekitar 50 juta orang Amerika tidak mampu membayar makanan 
yang 
cukup di tahun 2009. Tidak cukup makanan berarti berpengaruh untuk tetap sehat.

Laporan itu juga menyebutkan bahwa satu dari delapan orang Amerika dewasa dan 
satu dari empat anak-anak sekarang hidup bergantung pada kupon makanan dari 
pemerintah. Ini adalah angka yang luar biasa bagi sebuah negara terkaya di 
dunia, demikian Spiegel.

Sejauh ini, politisi Amerika sendiri dinilai telah gagal untuk mengentaskan 
krisis yang semakin hari semakin berkembang.

Penerima Nobel bidang Ekonomi, Paul Krugman menulis pada bulan lalu bahwa 
"Cahaya akan menjauh dari seluruh Amerika." Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa 
banyak warga Amerika tidak bisa lagi menghabiskan uang karena mereka tidak 
memiliki tabungan.

Rumah mereka telah kehilangan separuh dari nilainya; mereka tidak lagi memenuhi 
syarat untuk pinjaman—bahkan untuk pinjaman yang berbunga rendah, mereka 
menghasilkan uang kurang dari sebelumnya atau mereka sedang menganggur. Hal ini 
pada gilirannya mengurangi atau menghilangkan kemampuan mereka untuk membayar 
pajak.

Akibatnya, banyak negara bagian dan pemerintah daerah menghadapi defisit 
anggaran yang sangat besar. Di Hawaii, beberapa sekolah ditutup di hari Jumat 
untuk menghemat uang negara. Sebuah desa di Georgia telah menghilangkan semua 
layanan bis umum dan di Colorado Springs, sebuah kota yang berpenduduk 380.000 
orang, sepertiga dari lampu jalannya telah dimatikan untuk menghemat listrik.

Bahkan, Amerika Serikat, yang saat ini tenggelam dalam krisis utang besar 
diatas 
90% dari PDB (Produk Domestik Bruto), terancam oleh Zaman Es sosial yang lebih 
parah daripada apa pun yang negara itu pernah alami sejak era The Great 
Depression.

Inilah sebabnya mengapa bulan lalu, seorang kolumnis online terkemuka, Arianna 
Huffington, mengeluarkan peringatan hampir apokaliptik bahwa "Amerika sedang 
berada dalam bahaya besar; menjadi sebuah negara Dunia Ketiga."(sa/presstv)
Sumber : eramuslim.com


-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke