Urang awak yang suka bermain di web jejaring sosil seperti facebook, rasanya mungkin sangat banyak sekali yang paling tidak melihat album2 Om Jo ini dengan koleksi Minangnya, baik itu yang terbaru, apalagi yang klasik atau jadul.
Padang Today mengangkat Profile Om Jo (saya memanggil) ini kemaren, saya masih banyak ketemu orang luar yang begitu bangga dan cinta terhadap ranah, tapi banyak juga menemukan orang awak yang (sepertinya) tidak suka dengan Minangkabau. Wassalam Nofend/34 M SUMBAR | JUMAT, 17/09/2010 12:45 WIB M.Johannas Backir: Anai Resort bisa Jadi Objek Wisata Standar Internasional Heri Sugiarto - <http://www.padang-today.com/> Padang Today <http://www.padang-today.com/foto/berita/M.Johannas%20Backir.jpg> klik untuk melihat foto Wakil Ketua Mappas M.Johannas Backir. (foto: dok pri) Masyarakat Peduli Pariwisata Sumbar (MAPPAS) menyambut baik rencana pengembangan objek wisata Anai Resort yang akan dilakukan pengusaha Minang Basrizal Koto. Apalagi, potensi besar pariwisata di kawasan itu selama ini tidak digarap secara optimal. Wakil Ketua Mappas M.Johannas Backir mengatakan jika dikembangkan dengan serius, Anai Resort bakal menjadi objek wisata yang bisa disejajarkan dengan resort standar internasional seperti Ubud di Bali. "Di Anai Resort, keindahan alam sudah terbentuk dengan sendirinya. Viewnya terjaga, nyaman untuk dikunjungi dan alami. Jadi tinggal di-create aja, dipoles sehingga bisa menjadi objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan dalam dan luar negeri," kata M.Johannas Backir. Mantan Art Director RCTI Group itu mengingatkan agar jangan salah mengelola objek wisata tersebut dan harus gencar melakukan promosi, karena selama ini kalau ke Sumbar orang lebih cenderung mengenal wisata Bukittinggi. Selain pengembangan hotel, restoran, lapangan golf dan kolam renang, serta arena bermain, di kawasan itu juga perlu disediakan semacam gerai handycraft khas Ranah Minang. "Di lokasi ini, juga bisa disediakan suatu tempat untuk mengadakan konferensi, rapat kerja ataupun workshop," tambahnya. Saat ini, katanya, wisatawan menginginkan suasana baru dalam beriwisata. "Back to nature. Orang yang jenuh dengan rutinitas kehidupan sangat butuh akan tempat berwisata yang tenang dan nyaman, menawarkan udara alami, suara alam dan pemandangan yang indah," katanya. Dalam perbincangannya dengan Padang Today, Johannas menyebutkan, Kota Bukittinggi yang selama ini dikenal sebagai destinasi wisata dengan ikon jam gadang, perlu pula berbenah. "Lingkungannya yang sudah mulai kotor dan mengganggu, perlu segera dibenahi oleh pengelola dan pemerintah daerah," ingatnya. (*) http://www.padang-today.com/index.php?today=news <http://www.padang-today.com/index.php?today=news&id=20924> &id=20924 -- . Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting - Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
<<image003.jpg>>
