Catatan Mudik lebaran 1431 H ke Ranah Minang

By : Jepe

 

Sebenarnya banyak yang saya mau tulis seputar kisah mudik lebaran 1431 H
ini, sungguh sebuah perjalanan mudik yang menyenangkan dalam menyambut
hari yang Fitri bersua dengan orang tua, adik-adik, sanak saudara,
kerabat, handai tolan, kawan-kawan sekolah dan orang-orang yang pernah
mengisi serta mewarnai hidup saya baik di Padang kota kelahiran dan
domisili orang tua saya maupun  kampung halaman.Perjalanan mudik Lebaran
kali ini begitu lancar, aman, tanpa kendala berarti serta menyenangkan.
Alhamdulillah saya mudik melalui jalan darat membawa mobil pribadi
dengan kekuatan penuh (Full Team), setengah  lusin jiwa (satu keluarga)
plus 1 orang kakak istri semuanya baik-baik dan sehat-sehat saja pulang
pergi dan yang paling penting lagi mobil yang saya bawa tidak ada
kendala seperti mogok dijalan, ban kempes serta kerusakan-kerusakan
kecil lainnya yang sekira membuat segala sesuatu yang telah direncanakan
jadi berantakan. Tentunya yang paling utama dan tak henti-hentinya saya
mengucapkan rasa syukur pada Allah swt, saya sebagai sopir tunggal yang
membawa anak, istri dan kakak istri saya dalam memacu laju kendaraan
baik keranah minang maupun kembalinya ke Pekanbaru  tidak ada
":berurusan" dengan kendaraan lain, baik atas kesalahan saya menabrak
kendaraan lain yang sedang melaju bersama saya maupun kendaraan tersebut
menabrak kendaraan (mobil) saya.

 

Inilah sedikit "oleh-oleh" perjalanan mudik lebaran yang saya bisa
ceritakan pada dunsanak disini, terutama tentunya dikaitkan dengan ranah
minang kampung halaman tercinta dengan segala kekhasan adat, budaya,
pesona alam serta kulinernya dan berjumpa serta menjalin silahturahhim
dengan dunsanak palanta maya RN yang telah beberapa kali bersua (terbaca
copy darat). Waktu terasa singkat ingin berkunjung dan bersilahturahhim
dengan para anggota lapau maya rantuNet yang saya kenal dan sedang mudik
ke ranah minang. Sekali dayung dua pulau terlampaui mungkin hanya begitu
yang saya lakukan atau dua kali hentakan gas mobil ke kampung saya
singgahi juga dunsanak yang searah jalannya menuju kampung halaman istri
saya di Lintau-Tanah Datar. 

 

Aqiqah Putri Buah Hati Andiko Sutan Mancayo 

 

Minggu, 12 September pagi yang cerah di Kota Pekanbaru dari rumah saya
pacu kendaraan menuju ranah minang menuju kampung halaman istri di
Lintau, memasuki simpang Piladang sore itu sejauh mata memandang langit
ranah minang di hamparan kaki gunung merapi begitu cerah dengan semburat
warna tembaga dibeberapa gerombolan awan yang sedang berarak. Menjelang
Magrib roda mobil saya berlabuh di Sungai Tarab. Sebuah kenagarian di
Tanah Datar  dengan pemandangan khas alam pedesaan yang terletak dikaki
gunung. Puncak Gunung Merapi telah ditutupi awan nan lembut bermandikan
cahaya senja  dan terkadang semburat cahaya yang berkilau dibalik awan
sebelum matahari tenggelam di ufuk barat. Hamparan nagari Sungai Tarab
sore menjelang Magrib itu begitu memesona mata. Ketika pandangan jauh
dilayangkan mulai dari kaki gunung merapi hamparan sawah yang
bertingkat-tingkat serta berkontur dari ketinggian dan berakhir
dilembah-lembah yang mengalir sunagi dan anak-anak sungai yang
meliuk-liuk. 

 

Hamparan sawah ini ibarat potongan mozaik yang terpecah satu sama lain
tapi dirangkai dalam satu kesatuan yang utuh oleh pematang-pematang
sawah yang ditumbuhi rumput hijau dan terkadang dibeberapa persimpangan
pematang sawah tumbuh pohon-pohon seperti kulit manisyang rimbun dengan
pucuk daunnya kemerahan. Setiap petak dan hamparan sawah memncarkan
warna-warna alami yang tak ada tandingannya, begitu apa adanya., mulai
warna hijau pupus  seperti permadani lembut dari benih-benih padi yang
baru tumbuh, lalu disekeliling benih ini seberkas cahaya menerpa
genangan air yang bening dengan dasar coklat khas warna tanah liat yang
subur baru diolah untuk ditanami benih padi. Dihamparan lain padi-padi
yang merunduk dan menguning keemasan siap untuk dipanen. Pada
petak-petak sawah yang dipaneh semburat warna jerami coklat pupus
berpadu dengan warna hitam pekat dari abu jerami yang dibakar.Potongan
lain dari Mozaik nagari Sungai Tarab nan elok ini tentunya ladang-ladang
dan parak-parak masyarakat yang berada sedikit  lebih tinggi dari sawah
tersebut dengan aneka warna tanaman keras, pohon buah-buahan atau
hamparan sayur mayur serta bumbu-bumbu dapur seperti cabe merah.
Diantara sisi-sisi kanan kiri jalan dari simpang Sitakuak menuju dusun
Mandahiliang berjejer rumah-rumah penduduk dengan halaman yang bersih
serta dipekarangannya dihiasi  pagar hidup seperti pinang, pohon pepaya
dan alpukat serta tanaman kehidupan lainnya yang memberi manfaat baik
secara ekonomi maupun lingkungan bagi yang punya rumah.Air dari
pegunungan yang mengalir dan tersedia sepanjang tahun tentunya tidak
disia-siakan oleh masyarakat di nagari yang subur ini selain untuk
mengairi sawah tentunya untuk kolam ikan, sungguh betapa  ikan-ikan
dikolam dengan air yang sejuk dari kaki gunung Merapi itu seperti
bertemu dengan habitatnya yang begitu menyenangkan untuk bermain,
bergerak kesana sini walau badan mereka terkurung dalam sebuah "rumah
khusus " buat mereka (Minang : Tabek).

 

Bersambung.. JP

 

###  

 

Nyoba-nyoba lagi ..menulis ..:-)


The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you.

-- 
.
Posting yang berasal dari Palanta RantauNet ini, jika dipublikasikan di tempat 
lain wajib mencantumkan sumbernya: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini dan kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur dan Lokasi pada setiap posting
- Hapus footer dan seluruh bagian tidak perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat e-mail baru, tidak me-reply e-mail lama dan 
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali serta ingin mengubah konfigurasi/setting-an 
keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke