2010/9/26  <[email protected]>:
>
> Demikian tipisnya pengertian menerima dan mengikuti ?
> Makonyo ambo memakai kato mempelajari bukan menerima
> Baraja alun tantu meyakini...
>
> Kalau MENERIMA...antahlah ?
>

Pak Taufi, wajar kan jika ada silap dalam pemilihan kata.  Yang
penting adalah kita saling mengklarifikasi.

Menerima di situ dapat digunakan dalam konteks menerima adanya
perbedaan itu, karena perbedaan adalah sunnatullah.  Seingat saya,
dalam fatwa MUI tentang pluralisme juga dijelaskan tentang istilah
pluralitas.  Adanya kekufuran dan kesyirikan adalah suatu kenyataan
yang harus kita terima, karena memang hal itu terjadi, tetapi tentunya
tidak kita ridhai.

Allahu Ta'ala a'lam.

-- 
Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim
(l. 1400 H/1980 M)

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke