Tenggelam bukan karena kehilangan sensasi Tapi karena kedok mereka mulai terbuka
Pers itu umumnya berada dipihak mereka atas nama HAM, tapi tidak melihat hak masyarakat asli yang terganggu kenyamanannya Sama dengan kekerasan thd Ahmadiyah. Mereka hanya melihat aksi penganiayaan orang Ahmadiyah dan perusakan. Asetnya Tapi coba pertimbangkan provokasi yang dilakukan atas nama HAM sebelumnya Mereka lupa tentang adanya U.U Penodaan Agama Sewaktu kita akan menggunakan itu. Semua berdemo minta dilakukan Yudicial Review Untunglah MK menolaknya Kalau UU Penodaan Agama itu direvisi , Islam akan semakin dipermainkan berbagai pihak Jadi sekali lagi jangan kekerasan umat Islam saja yang dilihat Pertimbangkan pula berbagai sebab sebelumnya Bagaimanapun bagusnya tuntunan para Ulama, kalau perasaan Umat sudah terluka. Hanya tinggal menunggu waktu. Siapa yang akan mentrigger suatu ledakan Masih banyak yang punya pola : "'Ente jual, ane beli" --TR Sent from my BlackBerry® powered by Sinyal Kuat INDOSAT -----Original Message----- From: Ahmad Ridha <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Sun, 26 Sep 2010 21:25:56 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Perumpamaan Orang yg tdk bisa menerima Perbedaan 2010/9/26 <[email protected]>: > > Untuk kasus Ambon dan Poso > Bukan Islam yang memulainya > > Kapan hukum Qisas itu dapat diberlakukan ?! > Sayangnya saat ini banyak muslim yang mengebiri Islam dalam artian mengambil sebagian dan meninggalkan yang lainnya, Pak. Hudud dan qishas termasuk yang acap dilupakan. Jangankan itu, perkara yang lebih besar seperti aqidah pun sering diremehkan. Remaja terbiasa dengan horoskop. Yang dewasa mencari "orang pintar." > Untuk Bekasi, coba flashback. Bagaimana sikap pemerintah sejak semula > Pemerintah sudah melarang adanya kebaktian disana > Bagaimana dengan rekayasa izin/tanda tangan dan copy KTP > Bagaimana penerimaan umat Islam Bekasi untuk Kristen selain HKBP > Jadi jangan dilihat gejolak akhirnya saja > Terus terang saya khawatir kasus ini akan tenggelam ketika media massa tidak lagi meliputnya karena nilai sensasinya akan menurun (seperti terlihat dalam kasus lainnya). -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
