Buya Syaff... Saya pernah membaca di saah satu buku (saya lupa), berdasarkan penelitian dari menhir yang ada di mahat dimana semua batu-batu tersebut melengkung can condong ke arah Gunung Marapi. Kalau dilihat dari karakter budayanya, kemungkinan dulunya, nenek moyang kita beragama Dinamisme, menyembah Gunung Merapi dan ritualnya mirip dengan ritual orang Bali. Perlu dicatat, ketika saya di bali, ternyata tidak semua ritual orang Bali tersebut merupakan ritual Hindu dari India, namun banyak merupakan pengaruh ritual agama pra Hindu, yang memuja Gunung Agung. Buktinya, semua pura Hindu di Bali menghadap ke Gunung Agung.
Maaf, hipotesa dangkal saya saja..:) Bot Sosani Piliang Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream www.botsosani.wordpress.com Hp. 08123885300 --- On Sun, 9/26/10, Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> wrote: From: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]> Subject: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [...@ntau-net] Gubernur Sumbar Menolak KKM To: "Rantau Net" <[email protected]> Date: Sunday, September 26, 2010, 11:01 PM Sanak Firson, topik ini layak kita kaji lebih dalam, dibimbing oleh para ahlinya. Setahu saya, orang Minangkabau tidak mau menganut agama yg dibawa Adityawarman pd abad ke 14 Masehi, yaitu agama Buddha Tantrayana, yg ritualnya tidak dapat diterima masyarakat krn sangat mengerikan. Saya sedang mencari-cari keterangan apakah 'agama' asli orang Minangkabau. Menurut Anas Nafis, orang Minangkabau asli menganut animisme dan dinamisme, yg percaya pd setan, jin, kuntilanak, sigulambai dan yg seperti itu. Jika keterangan ini benar, mungkin Islamlah agama yg pertama dianut orang Minangkabau, walau proses internalisasinya tidak selalu berjalan mulus. Mohon tambahan dari para sanak yg lebif faham ttg masalah ini. Wassalam,Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.From: Firson Maryutenli <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 27 Sep 2010 09:30:52 +0700To: <[email protected]>ReplyTo: [email protected] Subject: Re: SUMPAH SATIE MARAPALAM-->Re: [...@ntau-net] Gubernur Sumbar Menolak KKM Saya hanya menjelaskan bahwa adat disandarkan kepada konsep ketuhanan, bukan hanya dimasa islam. Jauh sebelum islam adat juga sudah disandarkan kepada ketuhanan, sesuai dengan agama yang berlaku pada masa tersebut. FM st. sampono 2010/9/27 Firson Maryutenli <[email protected]> Gak akan ada habisnya kita bicara tentang konsep ketuhanan (tauhid). Kembalikan saja ke pribadi masing masing. Kalau Minangkabau sudah jelas (ABS - SBK) FM. st. sampono 2010/9/26 Ahmad Ridha <[email protected]> 2010/9/26 Firson Maryutenli <[email protected]>: > Konsep ketuhanan ini, bukan konsep yang "given", tapi berupa konsep > "proses", berupa pencarian tentang kebenaran yang mutlak dan tak > terbantahkan lagi. > Hmm, kalau begitu, apakah masyarakat Minangkabau sekarang masih mencari konsep ketuhanan yang benar? Saya agak khawatir kalau arahnya ke sana, Pak. Ataukah yang dimaksud adalah mencari pemahaman dan pengamalan yang terbaik dalam rangka konsekuensi iman kepada Allah Ta'ala? Kalau yang ini, masih dapat saya amini dengan batasan-batasan tertentu. Tentang konsep ketuhanan, setahu saya, keimanan kepada Allah Ta'ala adalah sesuatu yang sudah tiap jiwa miliki di awal. Oleh karena itu, dikatakan bahwa keadaan awal tiap orang adalah fithrah. Akan tetapi, keimanan itu dapat bertambah atau berkurang sesuai dengan jalannya kehidupan tiap orang, sehingga kita jumpai manusia yang bertaqwa, fasiq, munafiq, atau kafir. Tentang keadaan awal itu dinyatakan dalam firman Allah Ta'ala (yang artinya): "Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)", atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"" (QS. al-A'raaf 7.172-173) Allahu Ta'ala a'laam. -- Abu 'Abdirrahman, Ahmad Ridha bin Zainal Arifin bin Muhammad Hamim (l. 1400 H/1980 M) -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
