Assalamualaikum ww Mamak 'n dusanak yang dirahmati Allah Setuju ambo jo sanak Anzori
Kenapa tidak kita mulai sejak periode abad ke 5 dari wilayah Minangkabau Timur misalnya dari ekspedisi Dapuntha Hiyang sebelum mendirikan kerajaan Sriwijaya Jambi dibagian selatan pulau Perca ini dan jangan lupa pula pasti ada kait kelindan-nya dengan Candi Muara Takus di Tigo Baleh Koto Kampar Riau yang masih satu jejeran Bukit Barisan yang sudah sangat dekat betul ke Gunuang Marapi yang legendaris itu sebagaimana disebut2 nan tampak dari jauah "Sagadang Talua Itiak" tu ha Nenek moyang kita itu dulunya sebelum menemukan lereng Merapi, tentu lebih masuk akal bila mereka melakukan perjalanan dari Tanah Basa Asia Muka menelusuri Pantai Timur Sumatera hingga menemukan muara2 sungai yang semua hulunya berada dipedalam pulau Perca, Sumatera Barat Lima sungai besar yaitu Sungai Rokan, Siak, Kampar, Indragiri, Batang Hari yang bermuara dipantai timur Sumatera semuanya berhulu dipedalaman Sumatera Barat Sungai Rokan hulu nya di kabupaten Pasaman, Sungai Siak dengan cabangnya sungai Tapung Kanan dan Tapung Kiri hulunya diperbatasan Riau Sumbar, Sungai Kampar hulunya di kabupaten Limo Puluah Kota, Sungai Indragiri yang hulunya Batang Kuantan di Kabupaten Kuantan Singingi Riau terus ke Batang Ombilin Danau Singkarak dan Sungai Batang Hari Jambi salah satu cabang hulunya di Solok Selatan Danau Kembar Sebelum menemukan puncak Merapi yang indah itu tentulah mereka nenek moyang kita itu telah menelusuri sungai2 tersebut, dan tentu saja kita hari ini dengan melihat situs yang ada seperti Candi Mura Takus di hulu Sungai Kampar Riau dan Prasasti Dapuntha Hiyang yang menyebut Minanga Kamwar (Minanga Kampar, Minanga Kabwa, Minangkabau) sangat memungkinkan bahwa sungai Kampar ini menjadi saksi sejarah perjalanan panjang nenek moyang orang Minang sampai akhirnya memilih lereng Merapi yang indah itu sebagai post perjalanan terakhir dan membentuk koloni disana hingga berkembang biak dan menyebar seperti yang kita saksikan hari ini Nah sebelum kita memasuki seminar sejarah Minangkabau versi mutakhir nan dicukia2 sanak Zorion Anas ini, tidak ada salah lho, kalau kita2 komunitas Rantaunet ini coba2 saja orat oret ke arah itu Kan tidak ada yang mengharamkan kalau kita rintis2 saja dulu sejarah versi baru negeri kita, mudah2an awan gelap yang masih menyelubungi Minangkabau bisa dipindahkan oleh pawang dan pawang2 itu yaa kita2 ini bergandengan tangan dengan yang lain seperti Gebu Minang, Pemda, Perguruan Tinggi, LKAAM dan semua kita siapa saja yang ingin berpartisisapi tentunya Jangan takut salah toh ada kita bersama yang akan mengkatam haluihkan-nya dan tentu saja "Bersama Kita Bisa" baa gak ati? wasalam abp58 ________________________________ Dari: Anzori <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sen, 27 September, 2010 16:55:26 Judul: Re: [...@ntau-net] Sejarah Minangkabau sudah banyak Paralu ado Sejarah Minangkabau versi baru Zorion_Anas *55yo http://minangmaimbau.blogspot.com http://zorionanas.blogspot.com [email protected], [email protected], Cel./HP No. :081384611336, 0816857939 Country code +62 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
