Tengkyu banyak2 untuak penjelasan sanak Bot van Cimpaghuah ttg gelar di Piaman.
Ambo dapek gala "Bagindo" dek urang gaek laki-laki gala-e "Bagindo" pulo. Tapi ambo baru tahu bahaso-e gala bagindo berarti ayah-e dari golongan negarawan (statesman) hehehe... Nan paliang top memang gala Sidi. Kaba-e sidi-sidi cukup sakti, ado nan tahan api bagai. Dulu ado juo Sidi nan sukses jadi Menteri Luar Negeri di Thailand thn 1980-an, namo-e Sidi Savetsila. Kalau gala Sutan iyo alah banyak "tercemar" kini ko. Dek karano banyak urang sumando non-piaman, tapaso batonggok-an se gala Sutan tanpa manyigi gala ayah-e. Gala Marah memang cukup bergengsi di kaum asli Padang, tapi indak terlalu populer di Piaman. Banyak juo nan top dan sukses, takah Marah Rusli jo Marah Halim (mantan Walikota Medan). Wassalam ciek lu, Bagindo Syafrinal Syarien bin Bagindo Syarifuddin Syarien bin Bagindo Syarien (alah sapanjang tali baghuak pulo namo ambo kalau ikuik caro ughang Saudi) --- On Mon, 9/27/10, Bot S Piliang <[email protected]> wrote: From: Bot S Piliang <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Pemberian Gelar di Pariaman Memang patrilineal... To: [email protected] Date: Monday, September 27, 2010, 9:23 PM Mencoba menjelaskan saketek tentang pemberian gelar di Tiku - Pariaman Di Tiku-Pariaman (Piaman Laweh) ada 2 macam gelar bagi seorang laki-laki dewasa (telah menikah), yaitu gelar status sosial dan gelar adat. Berbeda dengan masyarakat Minang di Pedalaman (darek), Gelar yang dipegang oleh laki-laki Pariaman dahulu berasal dari status dan peran sosial di masyarakat. Tradisi ini merupakan pengaruh Aceh yang mulai memegang kontrol Tiku-Parayaman (nama sanskert untuk pariaman) setelah mangkatnya Maharaja Adityawarman sampai abad ke 16. Gelar tersebut terdiri atas: Sidi, yang berasal dari kata Saidi, yang biasanya dipegang oleh keturunan arab/gujarat dan tokoh-tokoh agama. Bagindo, biasanya di miliki oleh keluarga aristokrat, pemilik tanah, dan representasi masyarakat pribumi dari pedalaman Minangkabau. Dahulu, yang memiliki gelar bagindo biasanya adalah para wali korong, wali nagari dan pemimpin sosial. Sutan, berasal dari kata Sultan, yang dulunya dalah gelar untuk para pedagang-pedagang Aceh. Pada perkembangannya Sutan diberikan kepada setiap urang Sumando Laki-laki rang Pariaman yang bukan berasal dari Pariaman. Marah, marah tidak begitu populer di Pariaman, tapi banyak di gunakan di Padang dan Pauh. Fungsi gelar Marah hampir sama dengan Bagindo, representasi Pagaruyung, juga banyak menjadi penghulu adat/hulubalang. Saat ini, gelar tersebut tidak mencerminkan lagi fungsi peran status sosialnya, namun lebih menunjukkan silsilah ayah dan keturunan saja. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
