بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Subuh ini terbaca dalam mutiara hikmah untuk jadi renungan
Gubernur yang bodoh Suatu hari sebuah wilayah yang bernama khurazan pernah dipimpin oleh raja yang benama yazid bin Muhammad dia seorang laki-laki kocak dan gagah perkasa selain mempunyai fisik yang menarik ia yazid juga seorang yang pintar dalam berkomentar sehingga rakyat sangat menyukai suka mendengarkan pidatonya hanya saja dia tidak begitu suka tinggal di khuruzan, maka akhirnya dia pun dipindahkan ketempat lain, sebagai gantinya pemerintah pusat mengangkat kotaibah bin muslim untuk menjadi raja yang baru berbeda dengan yazid kotoibah adalah seorang laki-laki yang bodoh dan kelihatan tidak begitu menarik secara fisik untuk menangambarkan kebodohan sang gubernur seorang penyair muda dengan usil telah menggubah sebuah sair yang isinya membandingkan dua sosok gubernur khurazan yang kira-kira bunyi seperti ini semasa yazid memerintah khurazan semua wajah kelihatan ceria pintu-pintu nikmat dan kemewahan terbuka luas tapi kini diganti oleh monyet disekirtanya yang berwajah bodoh dan menakutkan akhirnya sair itu pun tersiar dan sampai kepada kotoibah raja baru ini tentu saja sangat marah karena sebodoh apapun seorang manusia tentunya tidak satu pun mau dihina apalagi dia adalah seorang raja untuk membuktikan kekuasaan memerintahkan anak buahnya untuk menangkap sipemuda tadi, akan tetapi sang penyair melarikan dan bersembunyi beberapa saat sampai dia menemukan akal dan keluar dari persembunyiannya si pemuda tadi nekat menemui ibu kotoibah sang raja bodoh tadi dan meminta surat jaminan untuk perlindungan setelah mendapat surat itu dia pun pergi ke istana dan menyerahkan surat tersebut Meskipun bodoh kutoibah adalah seorang anak yang patuh pada ibunya karena itulah kutoibah tidak dapat berbuat-apa setelah menerima surat dari ibunya itu, tapi lagi-lagi dia berusaha menunjukkan kekuasannya dan bertanya kepada pemuda tadi "wahai anak muda dengan wajah apa engkau datang berjumpa dengan ku?" Si anak penyair tadi diam sejenak tapi dia tidak kehilangan akal perlahan namum pasti dia coba merangkai sebuah kalimat pujian dan sindiran jawabannya kira-kira begini tuan aku datang dengan wajah yang kugunakan untuk berjumpa dengan tuhan ku tapi dia lebih banyak berbuat baik terhadap ku dari pada aku berbuat baik kepadanya, tapi dia tidak marah padahal kesalahan ku kepadanya lebih banyak jika dibandingkan kesalahan ku kepada mu makanya aku yakin kalau tuan ku yang paling baik hati ini juga tidak akan marah dengan perbuatanku, Kutoibah tertawa dan suka mendengar alasan penyair itu seakan-akan syair memuji kehebatannya maka ia pun dibebaskan. Dari mutiara singkat ini sebenarnya ada satu hikmat yang dapat kita petik bahwa jabatan tinggi tidak menjadi jaminan bagi seseorang untuk dihargai, tapi sebaliknya ilmu dan kecerdikan membuat kawan dan lawan menjadi segan bahkan bisa membuat kita lepas dari berbagai kesulitan. وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ Pekanbaru 1 oktober 2010 Powered by Telkomsel BlackBerry® -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
