Wah, uraian Sanak Jendri sangaik meyakinkan. Tarimo kasih. Taruihlah manulih. Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
-----Original Message----- From: "jendri" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Fri, 01 Oct 2010 16:50:37 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [...@ntau-net] Partisipasi Perempuan dimasyarakat minangkabau - matrilineal Mambaco postingan dan komentar-komentar dari sanak pambaco tentang topik iko agak tagalak-galak ibo ambo deknyo. Apo lai ado sanak nan dengan emosi dan nada tinggi maagiah komentar dan di-counter lo dengan caro nan indak babeda. Kalau buliah ambo cubo pulo urun pandapek sajauh nan ambo tahu dan ado pengetahuan tantang itu, kebetulan pulo konsern dan penelitian ambo berkutat seputar peran perempuan Minang pulo salamo ko. Sapangatahuan ambo ado beberapa studi yang bekaitan dengan perempuan di Minangkabau yang dipelopori oleh Nancy Tanner pada dekade 60-an kemudian diikuti oleh Ok Yung Pak, Lynn Thomas, Keebet Benda-Beckmann, Carol Davis, Peggy Reeves Sanday, Joke van Reenen dan Evelyn Blackwood dan beberapa yang lain. Salah satu yang menjadi sorotan para penulis perempuan iko adolah tingginya male bias dalam penelitian dan studi-studi tentang Minangkabau sabalunnyo serta karancuan dalam mempelajari masyarakat Minangkabau itu sendiri. Studi-studi sabalunnyo tu cenderung menempatkan perempuan pado posisi yang tidak penting dan pasif, katiko membahas tentang adat dan budaya Minangkabau yang dibahas selalu aktor pria, utamonyo mamak dan ayah. Nan acok dibahas adolah perubahan peran mamak dan ayah dan ketika peran itu bergesar dan berubah maka dianggap pula telah terjadi pergeseran dan perubahan dalam masyarakat dan budaya Minangkabau. Sementara itu peran dan kontribusi perempuan apakah itu ibu, nenek, etek, saudara perempuan tidak pernah dilihat secara memadai. Hal lain yang juga sangat berkontribusi terhadap kerancuan mengenai studi Minangkaau berkaitan dengan sistem Matrilineal itu sendiri. Dalam literatur-literatur antropologi sistem matrilineal hanyalah dianggap sebagai varian atau bahkan bentuk deviasi dari sistem patrilineal. Sehingga konsep-konsep yang dipakai dan dikembangkan dalam memahami masyarakat Matrilineal adalah konsep yang dipakai dalam sistem patrilineal yang tidak terlalu pas digunakan dalam memahami masyarakat matrilineal seperti di Minangkabau. Rujukan utama yang dipakai dalam menjelaskan sistem Matrilineal adalah Schneider dan Gough yang berpendapat bahwa perbedaan utama antara sistem patrilineal dan matrilineal adalah pada otoritas (power) dan pemilikan (property). Pada masyarakat patrilineal otoritas dan properti berada pada satu tangan yakni laki-laki sementara pada masyarakat matrilineal terbagi yakni otoritas ditangan laki-laki sementara pemilikan di tangan perempuan. Menurut Tanner hal itu tidak terlalu pas untuk diterapkan pada masyarakat Minangkabau dikarenakan walupun kekuasaan formal berada ditangan laki-laki, akan tetapi perempuan memiliki akses terhadap pengambilan keputusan itu. Sabalun rundiangan dibaok kalua, dipaiyoan dulu jo awak sao awak dan tentu saja itu harus melibatkan urang padusi. Temuan Tanner ko dipertegas dek Joke yang menyatakan bahwa perempuan memiliki tiga posisi kunci dalam hubungannya dengan aktor laki-laki yang sekaligus menjadi kartu "truf" bagi perempuan, yakni posisinya sebagai istri dalam kaitannya dengan suami, saudara perempuan dalam kaitannya dengan saudara laki-laki dan mamak, serta ibu dan nenek dalam kaitannya dengan anak dan cucu. Buku Blackwood yang berjudul Web of Power juga menggambarkan bagaimana hebatnya perempuan dalam mempengaruhi dan "menguasai" kampungnya sehingga mampu mengubah aturan dan tradisi yang berlaku di nagari tersebut. Bagaimana kontribusi peran perempuan dalam keluarga, kerabat dan komunitas. Jawabnya adalah sangat besar. Penelitian yang pernah saya lakukan pada awal 2000-an menunjukkan bahwa peran sosial dan ekonomi kerabat perempuan ternyata luar biasa. Yang menarik misalnya ditemukan ada saudara perempuan yang membantu saudara laki-lakinya (padahal mestinya lelaki yang membantu kerabat perempuan)untuk banyak hal, mulai dari biaya kuliah, mencarikan jodoh, mencarikan pekerjaan bahkan memberikan bantuan finansial untuk saudara dan anak saudara laki-lakinya itu. Baa lo soal peran politik perempuan? Manuruik ambo mungkin dek salamo ko urang padusi memang indak dibari tampek dalam ranah politik tu manyabkan peran politik padusi Minang terpinggirkan. Buktinyo di era otonomi daerah kini ko sewaktu pemilihan wali nagari alah dipiliah secara langsuang dek masyarakat, ternyato ado padusi yang berani tampil menjadi calon wali nagari. Manuruik catatan ambo dalam periode pemilihan wali nagari dari tahun 2007-2009 ado paliang indak 11 nagari di 7 kabupaten (Lima puluh Kota, Tanah Datar, Solok, Sijunjung, Padang pariaman, Agam dan Pasaman Barat)dimano padusi menjadi kandidat wali nagari. Bahkan 4 urang dari nan sabaleh tu berhasil mamanangkan pilwana, menjadi BA 1 di nagarinyo. Masing-masiang sorang di Kab. Limo Puluah Kota, 2 di Solok dan 1 di Tanah Datar. Dan dibeberapa nagari juga ada perempuan yang terpilih menjadi ketua Badan Musyawarah (Bamus) atau BPRN. Apo masih kurang partisipasi perempuan? Jend, 41, Pdg -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
