Seorang ‘Rasul’ di Priok dan Kiamat 2012
Dia tak punya jemaah. Berdakwah lewat blog, kini diburu polisi Tanjung Priok.
Rabu, 18 November 2009, 16:42 WIB
Film 2012 (Film 2012)
BERITA TERKAIT
* Beredar Selebaran Nabi Palsu di Lombok, NTB
DI Facebook, seorang anak muda nekad menyebut dirinya rasul Tuhan. Siapa
membacanya mungkin berpikir dia gila. Tetapi bagi Sakti Alexander Sihite, warga
Tanjung Priok itu, nubuatnya sebagai rasul kian kuat, justru karena dia
ditolak. Bukankah para nabi awalnya kerap dihujat?
Dia menembus jalur maya, dan ribuan orang menjenguk profilnya di Facebook. Di
sana, tak ada pujian kecuali caci maki. Pada mulanya dia muncul di sebuah
blog, dengan header hijau cerah tertulis: “Sakti A Sihite, Manusia biasa yang
dijadikan Tuhan sebagai utusan-Nya”. Ada alamat email, dan nomor telepon
genggam. Dia begitu percaya diri.
Mengaku besar dalam tradisi Islam, sang ‘rasul’ menolak tradisi khitan. Dia
menegaskan dirinya rasul, bukan nabi. Itu sebabnya dia yakin tak melawan
keyakinan Islam bahwa Muhammad adalah nabi terakhir, atau khataman nabiyyin.
Selain Qur’an, dia membaca semua kitab suci. Dia menolak sumber lain, termasuk
hadith, yang menurutnya “banyak dipalsukan”.
Kritiknya atas tradisi agama seperti sebuah gumam. Tampak Sihite kecewa pada
angkara umat beragama. Dia, misalnya, menyebut Allah dengan “Tuhan”, karena tak
ingin sengketa soal kata itu hanya memantik perseteruan berdarah antar umat.
Barangkali dia berangkat dengan kekecewaan. Seperti ditulisnya, dia membenci
umat yang terbelah karena mazhab, atau perbedaan pikiran. Baginya, Tuhan itu
satu, dan dia ingin Zat Maha Kuasa itu menjadi milik semua.
Atau dia juga gusar karena agama, yang harusnya membawa kebahagiaan, justru
memberi banyak soal bagi manusia. Di Malaysia, misalnya, segepok kitab Injil
ditolak masuk ke negeri itu karena memakai kata “Allah’. Kata itu, ujar
penguasa setempat, sudah lebih dulu milik kaum Muslim. Di Bosnia, umat Muslim
diburu dengan kebuasan tak terbayangkan. Tak kurang, di negeri ini kita
mengingat kisah sedih Ahmadiyah. Para jamaahnya harus meninggalkan masjid
tempat mereka bersujud kepada Tuhan.
Perang atas nama agama meletus sejak berabad-abad silam, tapi amis darahnya
terus merambat sampai zaman ini. Semuanya yakin Tuhan “Yang Maha Pengasih”
berada di pihak mereka. Tapi Sihite toh bukan ‘rasul’ dengan mukjizat. Dia tak
punya apa-apa. Dia tak bisa apa-apa meredam angkara berabad-abad itu. Dia cuma
bisa memberi tanda seru: sebaiknya kaum beragama kembali inti ajaran Tuhan,
pada kitab masing-masing.
Dia juga tak mengguncang, misalkan, seperti ramalan kiamat pada 2012 itu. Anda
yang telah menyaksikan dahsyatnya kehancuran, seperti tergambar pada kehebohan
film 2012 di sejumlah bioskop itu, mungkin akan kehilangan nafsu mengejar apa
pun di dunia.
Kiamat? Ini kelebihan Sihite. Dia tak risau tentang akhir zaman, yang bagi
sebagian orang adalah mimpi buruk. “Waktu persis kiamat adalah rahasia Tuhan,”
ujar sang ‘rasul’ melalui telepon genggam. Keyakinan akhir zaman segera tiba,
juga membakar perang berlarut-larut antara Yahudi, Kristen dan Islam. Semua
ingin segera tuntas sebelum bumi digulung, dan langit runtuh, seperti disitir
Lawrence E Joseph dalam buku Apocalypse 2012.
Tapi, Sihite serius. Anak muda bermuka tirus dan keras itu, memilih berhenti
bekerja demi ‘berdakwah’ di blognya. Dia sarjana hukum, dan sempat menjadi staf
bagian legal di satu perusahaan penerbangan. “Saya berhenti, dan kini saatnya
saya menyampaikan ajaran Tuhan”, ujarnya.
‘Kerasulan’nya datang, seperti diakui Sihite, dari mimpi. Dia mengalami hal
mistis sejak dua tahun silam. Puncaknya, pada 1 Ramadan dua tahun lalu, Sihite
melihat ruh Tuhan. Dia, seperti diakui Sihite, berupa cahaya atau energi hijau,
dan datang “memenuhi rongga dada saya,” tulisnya di blog, dengan tajuk
“Pertanyaan Seputar Kerasulan”. Sang ‘rasul’ menulisnya dalam bentuk FAQ
(frequenly asked questions).
Induksi energi itu, kata Sihite, seperti membakar jantungnya. Lalu, ada suara,
sayup tapi terang dan berulang-ulang, “engkau adalah rasulullah, engkau adalah
rasulullah…”. Tiga pekan kemudian, Sihite menyatakan dirinya sebagai rasul.
Sihite tak berapi-api, dan mungkin juga harus lebih senyap kelak. Majelis Ulama
Indonesia akan menyelidiki kegiatannya, seperti diungkap Ketua MUI Ma’ruf Amin:
“Jika meresahkan, Sihite bisa diseret ke pengadilan”.
Kita tak tahu bagaimana akhir kisahnya. Tak penting, apakah si ‘rasul’ benar
atau salah, karena kepercayaan kepada nabi adalah bagian dari iman.
Sebuah gumaman semestinya tak harus diredam dengan kekuatan. Sihite tak punya
jemaah, atau tempat ibadah. Dia juga tak mengajak orang pindah agama. “Saya
ingin orang beragama dengan benar. Jadilah Muslim yang benar, atau Nasrani yang
benar,” ujarnya.
Tapi, “yang-benar” itu tak gampang didiskusikan, di satu wilayah dimana
pembicaraan tentang agama masih penuh sangkaan. Sihite mungkin akan dihujat
lebih dalam, jika dia dinilai meresahkan. Polisi telah menyatakan akan memburu
pemuda penyewa kamar di Jalan Swasembada Timur, Tanjung Priok itu. Mengaku
menjadi nabi, kata polisi setempat, bisa dijerat Pasal 156 KUHP, dengan tuduhan
penistaan agama.
Sesuatu “yang-benar”, sepertinya harus selalu menentramkan. Sihite tak
berapi-api. Dia memang tak percaya kiamat tiba tiga tahun lagi. Tapi mungkin
dia harus menghadapi satu ‘kiamat’ lain: mereka yang murka atas ucapan si
‘rasul’.
• VIVAnews
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.