AslmWrWb Menurut riwayat, pada suatu hari Syeh AbdulQadir Jailani sedang beribadah sendirian di tengah gurun (atau hutan). Tiba2 muncul cahaya yg sangat terang benderang menerangi langit dan bumi. Cahaya itu berhenti di depan Syeh Abdul Qadir dan berkata, "Aku adalah Allah Tuhanmu. Aku telah ridha dengan segala amalanmu dan mulai hari ini Aku bebaskan kamu dari segala kewajiban ibadah."
Mendengar kalimat tsb, Syeh Abdul Qadir bukannya senang, tapi malah membentak cahaya tsb,"Wahai iblis, enyahlah kamu dari hadapanku!" Si cahaya kaget, kok ketahuan tipu dayanya? Jawab Syeh Abdul Qadir, "kalau ada hamba yg boleh diberi keringanan tsb, Nabi Muhammad lah orangnya." Tapi beliau tidak pernah mendapatkan atau meminta keringanan seperti itu. Jadi mau cahaya putih, cahaya hijau atau cahaya laser, kalau gagal melewati filter alQur'an dan Sunnah, besar kemungkinan adalah ranjau2 setan. Sekedar merubah diri menjadi cahaya dan mengaku2 Tuhan adalah perkara kecil bagi Iblis yg sudah punya track record menipu manusia sejak Nabi Adam. Btw, Syeh Abdul Qadir Jailani adalah hafidz Qur'an sejak kecil, dan menguasai ilmu tafsir dan hadits (dari mazhab Hambali), serta mengembara menuntut ilmu selama puluhan tahun. Di Ina, banyak orang2 yg punya perhatian thd masalah sosial masyarakatnya, tapi malas menuntut ilmu dan malas pula jadi aktifis pergerakan. Inginnya cepat2 dapat ilmu Laduni...... Wassalam fitr tanjuang lk/35/albany NY 2010/10/3 andiko <[email protected]>: > Seorang ‘Rasul’ di Priok dan Kiamat 2012 > Dia tak punya jemaah. Berdakwah lewat blog, kini diburu polisi Tanjung Priok. > Rabu, 18 November 2009, 16:42 WIB > Film 2012 (Film 2012) > BERITA TERKAIT > > * Beredar Selebaran Nabi Palsu di Lombok, NTB > > DI Facebook, seorang anak muda nekad menyebut dirinya rasul Tuhan. Siapa > membacanya mungkin berpikir dia gila. Tetapi bagi Sakti Alexander Sihite, > warga Tanjung Priok itu, nubuatnya sebagai rasul kian kuat, justru karena dia > ditolak. Bukankah para nabi awalnya kerap dihujat? > > Dia menembus jalur maya, dan ribuan orang menjenguk profilnya di Facebook. Di > sana, tak ada pujian kecuali caci maki. Pada mulanya dia muncul di sebuah > blog, dengan header hijau cerah tertulis: “Sakti A Sihite, Manusia biasa yang > dijadikan Tuhan sebagai utusan-Nya”. Ada alamat email, dan nomor telepon > genggam. Dia begitu percaya diri. > > Mengaku besar dalam tradisi Islam, sang ‘rasul’ menolak tradisi khitan. Dia > menegaskan dirinya rasul, bukan nabi. Itu sebabnya dia yakin tak melawan > keyakinan Islam bahwa Muhammad adalah nabi terakhir, atau khataman nabiyyin. > Selain Qur’an, dia membaca semua kitab suci. Dia menolak sumber lain, > termasuk hadith, yang menurutnya “banyak dipalsukan”. > > Kritiknya atas tradisi agama seperti sebuah gumam. Tampak Sihite kecewa pada > angkara umat beragama. Dia, misalnya, menyebut Allah dengan “Tuhan”, karena > tak ingin sengketa soal kata itu hanya memantik perseteruan berdarah antar > umat. > > Barangkali dia berangkat dengan kekecewaan. Seperti ditulisnya, dia membenci > umat yang terbelah karena mazhab, atau perbedaan pikiran. Baginya, Tuhan itu > satu, dan dia ingin Zat Maha Kuasa itu menjadi milik semua. > > Atau dia juga gusar karena agama, yang harusnya membawa kebahagiaan, justru > memberi banyak soal bagi manusia. Di Malaysia, misalnya, segepok kitab Injil > ditolak masuk ke negeri itu karena memakai kata “Allah’. Kata itu, ujar > penguasa setempat, sudah lebih dulu milik kaum Muslim. Di Bosnia, umat Muslim > diburu dengan kebuasan tak terbayangkan. Tak kurang, di negeri ini kita > mengingat kisah sedih Ahmadiyah. Para jamaahnya harus meninggalkan masjid > tempat mereka bersujud kepada Tuhan. > > Perang atas nama agama meletus sejak berabad-abad silam, tapi amis darahnya > terus merambat sampai zaman ini. Semuanya yakin Tuhan “Yang Maha Pengasih” > berada di pihak mereka. Tapi Sihite toh bukan ‘rasul’ dengan mukjizat. Dia > tak punya apa-apa. Dia tak bisa apa-apa meredam angkara berabad-abad itu. > Dia cuma bisa memberi tanda seru: sebaiknya kaum beragama kembali inti ajaran > Tuhan, pada kitab masing-masing. > > Dia juga tak mengguncang, misalkan, seperti ramalan kiamat pada 2012 itu. > Anda yang telah menyaksikan dahsyatnya kehancuran, seperti tergambar pada > kehebohan film 2012 di sejumlah bioskop itu, mungkin akan kehilangan nafsu > mengejar apa pun di dunia. > > Kiamat? Ini kelebihan Sihite. Dia tak risau tentang akhir zaman, yang bagi > sebagian orang adalah mimpi buruk. “Waktu persis kiamat adalah rahasia > Tuhan,” ujar sang ‘rasul’ melalui telepon genggam. Keyakinan akhir zaman > segera tiba, juga membakar perang berlarut-larut antara Yahudi, Kristen dan > Islam. Semua ingin segera tuntas sebelum bumi digulung, dan langit runtuh, > seperti disitir Lawrence E Joseph dalam buku Apocalypse 2012. > > Tapi, Sihite serius. Anak muda bermuka tirus dan keras itu, memilih berhenti > bekerja demi ‘berdakwah’ di blognya. Dia sarjana hukum, dan sempat menjadi > staf bagian legal di satu perusahaan penerbangan. “Saya berhenti, dan kini > saatnya saya menyampaikan ajaran Tuhan”, ujarnya. > > ‘Kerasulan’nya datang, seperti diakui Sihite, dari mimpi. Dia mengalami hal > mistis sejak dua tahun silam. Puncaknya, pada 1 Ramadan dua tahun lalu, > Sihite melihat ruh Tuhan. Dia, seperti diakui Sihite, berupa cahaya atau > energi hijau, dan datang “memenuhi rongga dada saya,” tulisnya di blog, > dengan tajuk “Pertanyaan Seputar Kerasulan”. Sang ‘rasul’ menulisnya dalam > bentuk FAQ (frequenly asked questions). > > Induksi energi itu, kata Sihite, seperti membakar jantungnya. Lalu, ada > suara, sayup tapi terang dan berulang-ulang, “engkau adalah rasulullah, > engkau adalah rasulullah…”. Tiga pekan kemudian, Sihite menyatakan dirinya > sebagai rasul. > > Sihite tak berapi-api, dan mungkin juga harus lebih senyap kelak. Majelis > Ulama Indonesia akan menyelidiki kegiatannya, seperti diungkap Ketua MUI > Ma’ruf Amin: “Jika meresahkan, Sihite bisa diseret ke pengadilan”. > > Kita tak tahu bagaimana akhir kisahnya. Tak penting, apakah si ‘rasul’ benar > atau salah, karena kepercayaan kepada nabi adalah bagian dari iman. > > Sebuah gumaman semestinya tak harus diredam dengan kekuatan. Sihite tak punya > jemaah, atau tempat ibadah. Dia juga tak mengajak orang pindah agama. “Saya > ingin orang beragama dengan benar. Jadilah Muslim yang benar, atau Nasrani > yang benar,” ujarnya. > > Tapi, “yang-benar” itu tak gampang didiskusikan, di satu wilayah dimana > pembicaraan tentang agama masih penuh sangkaan. Sihite mungkin akan dihujat > lebih dalam, jika dia dinilai meresahkan. Polisi telah menyatakan akan > memburu pemuda penyewa kamar di Jalan Swasembada Timur, Tanjung Priok itu. > Mengaku menjadi nabi, kata polisi setempat, bisa dijerat Pasal 156 KUHP, > dengan tuduhan penistaan agama. > > Sesuatu “yang-benar”, sepertinya harus selalu menentramkan. Sihite tak > berapi-api. Dia memang tak percaya kiamat tiba tiga tahun lagi. Tapi mungkin > dia harus menghadapi satu ‘kiamat’ lain: mereka yang murka atas ucapan si > ‘rasul’. > • VIVAnews > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~ > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti > subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
