Kalau memang ado wacana utk managakkan baliak "kesultanan Pagaruyuang" ko
rancak ban amah demi manjago adaik dan budayo Minangkabau.

Bukan suatu hal nan mangajuik an bana, soalnyo Kesultanan Kutai di
Kalimantan baru pulo ditagak an baliak sekitar thn 2001.

 

Silahkan caliak kutipan berikut:

Kesultanan Kutai atau lebih lengkap disebut Kesultanan Kutai Kartanegara ing
Martadipura (Martapura) merupakan kesultanan
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan>  bercorak Islam
<http://id.wikipedia.org/wiki/Islam>  yang berdiri pada tahun 1300
<http://id.wikipedia.org/wiki/1300>  oleh Aji Batara Agung Dewa Sakti
<http://id.wikipedia.org/wiki/Aji_Batara_Agung_Dewa_Sakti>  di Kutai Lama
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kutai_Lama>  dan berakhir pada 1960
<http://id.wikipedia.org/wiki/1960> . Kemudian pada tahun 1999
<http://id.wikipedia.org/wiki/1999>  kembali eksis di Kalimantan Timur
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan_Timur>  setelah dihidupkan lagi
pada tahun 2001 oleh Pemerintah Kabupaten Kutai
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kutai_Kartanegara>  Kartanegara sebagai upaya
untuk melestarikan budaya dan adat Kutai Keraton.

Dihidupkannya kembali Kesultanan
<http://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Kutai>  Kutai ditandai dengan
dinobatkannya sang pewaris tahta yakni putera mahkota Aji Pangeran Prabu
Anum Surya Adiningrat
<http://id.wikipedia.org/wiki/Aji_Muhammad_Salehuddin_II>  menjadi Sultan
Kutai Kartanegara ing Martadipura dengan gelar H. Adji Mohamad Salehoeddin
II pada tanggal 22 <http://id.wikipedia.org/wiki/22_September>  September
2001 <http://id.wikipedia.org/wiki/2001> .

http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Kutai_Kartanegara 

 

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Armen Zulkarnain
Sent: Tuesday, October 05, 2010 2:59 PM
To: [email protected]
Subject: Bls: [...@ntau-net] Feodalism jo Sapacokian di Minangkabau, Antah
Bilo ka ba Akhia

 

Sanak Bot Sosani Piliang nan ambo hormati. Paralu pulo ambo manarangkan
indak ado pulo tabatiak dihati ambo "mendiskreditkan" dunsanak mengenai hal
iko, sabab banyak pulo nan ambo danga ide dari dunsanak nan lain untuk
kembali managakan "Lembaga Rajo Nan Tigo Selo". Dek karano postingan terbaru
di milist ko adolah dunsanak nan melewakan, karano itu pulo ambo sabuik namo
dunsanak untuak pamanciang diskusi di milist ko dan bukan pulo satantang
karano dunsanak Bot Sosani basuku Piliang, sabab hal iko labiah berfokus
kapado perihal "Kelarasan (lareh)" nan bahubungan bana caro memandang sebuah
permasalaha sebagai kultural cara berpikir & tidak ada kaitannya dengan
kesukuan kita masing-masing. (sabab Dt Perpatih Nan Sabatang jo Dt
Katumangguangan kan lain samo indukanyo - cuma berbeda ayah/bapak). 

 

Manuruik asumsi ambo, Rajo Nan Tigo Selo memang pernah menjadi
lembaga-lembaga dan pranata adat yang memiliki kekuatan secara kultur. Tentu
saja hal itu berlangsung ketika Kerajaan Pagaruyung masih berdaulat.
Sepanjang nan ambo ketahui, kerajaan Pagaruyung runtuh pada masa Perang
Padri. Raja terakhirnya - Yang Dipertuan Sultan Tangkal Alam Bagagar -
meninggal dalam pembuangan pemerintah Hindia Belanda di Batavia pada tanggal
12 Februari 1849. 

http://id.wikipedia.org/wiki/Kerajaan_Pagaruyung

 


  

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama &
mengganti subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke