Sanak Ansori dan sanak palanta yth ; Ambo telah tinggal di Bali sudah lebih dari 40 th dan ikut melihat perkembangan pariwisata Bali sejak awal . Ditahun 1969 boleh dikata tak satupun Hotel yang berada dipantai Kuta , kecuali sebuah bungalow milik Natour di pantai tersebut.. Penginapan turis kala itu adalah beberapa homestay milik penduduk , yakni rumah - rumah biasa yang yang kamarnya disewakan . . Hotel Bali Beach baru saja selesai pembangunanya dan diresmikan sebelum Bandara Internasional Ngurah Rai . Boleh jadi pelayanan yang tulus sebagai pengamalan ajaran Agama Hindu manjadikan daya tarik para turis berkunjung ke Bali disamping bermacam ragam budaya dan keindahan alam dan lain sebagainya . Namun perlu diingat bahwa orang Bali sangat menyadari bahwa Pariwisata adalah sebagai periuk nasinya Bali dan akan selalu memberikan pelayanan secara total . Bali tak kan hidup tanpa pariwisata.
Zul Amry Piliang 62 tinggal di Denpasar Bali.. ________________________________ Dari: Anzori <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Sel, 5 Oktober, 2010 11:23:44 Judul: [...@ntau-net] Kenapa orang Bali sangat tulus dalam melayani para turis? Tak sengaja pagi tadi saya menonton mimbar agama Hindu di TVRI yang berjudul "Dharma Sevama", artinya kurang lebih pelayanan dan pengabdian yang tulus. Menarik didengar karena berkaitan dengan masalah Service Quality dalam kehidupan sehari-hari. Terlepas dari masalah aqidah, sang penceramah menguraikan tentang pentingnya arti "melayani" dalam kehidupan. Menurut penceramah "keluarga" artinya adalah "ikatan pelayanan dan pengabdian" yang tidak boleh dihitung besar kecilnya jasa para anggota keluarga, karena anggota keluarga wajib untuk saling memberikan pelayanan yang tulus dan ikhlas sebagai bentuk pengabdian. Demikian juga di masyarakat setiap orang wajib melayani orang lain dengan sebaik mungkin sebagai bentuk amal mereka (swadharma), baik di berbagai bidang kehidupan. Sangat menarik apa yang diuraikan, sehingga saya mengambil kesimpulan, bahwa kenapa orang Bali sangat antusias dan tulus dalam melayani para turis yang datang ke daerah mereka, karena faktor swadharma yang wajib mereka lakukan dalam kehidupan sesuai ajaran agama mereka. Tapi saya berpikir lagi, kenapa orang India yang mayoritas beragama Hindu berbeda dengan orang Bali. Mungkin implementasi adat istiadat mereka memang berbeda. Sebagai ikon pariwisata tentunya prilaku masyarakat Bali di bidang pariwisata yang mengamalkan swadharma patut ditiru. Untuk Sumbar yang mayoritas kaum muslimin, saya sulit untuk membandingkan dengan Bali, karena jauh panggang daripada api. Aspek "pelayanan tulus" yang saya tahu hanya dalam bentuk dogma "habluminnanas dan habluminnallah" tanpa uraian standar kualitas pelayanan yang pas. Yang ada tentunya seperti aspek teknis, merendahkan suara dalam berbicara, santun, hormat kepada orang tua dsb... dsb. Kaum muda lebih banyak belajar mengenai standar kualitas pelayanan dari text book barat/kursus-kursus, tapi tidak dari agama mereka. Apakah berarti ulama kita kurang memahami cara mengajarkan tafsir ayat-ayat suci ke dalam bentuk implementasi empiris dalam kehidupan sehari-hari, sehingga masuk telinga kanan keluar telinga kiri. Sangat diperlukan para ulama juga bisa mendukung standar kualitas pelayanan dalam industri jasa dengan keahlian mereka. Saya hanya bisa berharap Zorion_Anas *55yo http://minangmaimbau.blogspot.com http://zorionanas.blogspot.com [email protected], [email protected], Cel./HP No. :081384611336, 0816857939 Country code +62 ________________________________ -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
