(Seni Kuliner Ranah Minang) Rendang Belut By : Jepe
Saat ini di Pekanbaru dirumah Etek (adik Ibu) saya berkumpul keluarga sanak saudara pihak ibu saya dari kampung, lalu etek saya "tidak syah" dia datang ke Pekanbaru kalau tidak bawa makanan/masakan fovorit saya apalagi kalau bukan rendang belut dengan cita rasa tinggi serta berselera penuh bumbu2 (sarok-sarok) yang khas seperti daun surian akar kesambi pucuak palange pucuak bonai pancaringek pucuak simali-mali pucuak malinco petai cino pucuak sigaloak akar babulu daun limau puruik daun ruku-ruku serai daun salam bertambah harum rendang belut ini dengan ketumbar batang segar, begitulah sepintas uraian dari etek saya betapa kaya bumbu dan rasa dari Rendang Belut ini Lebih lanjut Etek saya dari kampung ini menjelaskan kalau membuatnya serba manual baik dalam meracik bahannya maupun cara memasaknya "disangai-sangai" diatas bara api dari sabut dan pelapah serta upiah kelapa kering, lama memang memasaknya mulai dari persiapan bahan dan bumbunya sampai siap di santap tapi jangan ditanya bagaimana cita rasa yang tinggi dari rendang belut ini selalu "ngangeni' dipadu serasikan dengan samba lado dompak minyak tanak dengan beras kampung yang ditanak, wahh entahlah kehabisan kata-kata saya melukiskan betapa dahsyatnya rasa pusaka kuliner ninik kita ini Makan malam ini kami berkumpul sanak saudara di rumah etek saya rendang belut yang dibawa dari kampung adalah "promadona" dari berbagai menu yang terhampar diatas sepra, balk anak gadis perawan yang elok dan cantik si Rendang Belut itu, kami memang penggemar rendang belut masakan dari kampung, sebuah oeringatan "keras" selalu saya pasak kan ke etek2 saya di kampung "Jangan coba2 ke Pekanbaru kalau tidak bawa rendang belut" Ahaa etek2 saya memang jadi "ketakutan" jika mereka tidak membawa si rendang belut ini, tapi etek2 tercinta saya tanpa peringatan keras dari sayapun akan tetap ingat buat anaknya yang satu ini, anaknya yang masa kecilnya ketika berlibur selalu dikampung, anaknya yang "bandel" suka palala mausai parak, sawah dan banda dikampuang dengan segala keasyikan kehidupan "lamaknyo iduik badunsanak dan kampuang" diranah minang. Gulai pucuk ubi pakai rimbang dan belahan petai segar, samba lado uok baasam sundai dengan sentuhan minyak tanak dengan beras "anak gadih nan elok" (beras baru kampung) begitu lah kiranya pendamping "si Marapulai" randang belut santap malam kami badunsanak di rumah etek (adik bungsu ibu saya) di Pekanbaru. Tanpa banyak bicara begitu lahap dan larut kami dengan pikiran masing2 saat bersantap malam ini. Selesai makan saya cuci tanganm lalu saya tempelkan sama etek saya yang datang dari Jakarta "Tek..tek coba cium tangan ananda" "Wah wah..pastinya harum baun sarok-sarok si Rendang Belut dari kampung kita" kata etek saya "Mmm iya Tek..ananda pikir dua hari dua malam nggak bakalan hilang harum khas sarok2 bumbu rendang belut yang di ceritakan oleh etek Nar " Begitulah sebuah pusaka kuliner ranah minang, rasanya perlu kita lestarikan dalam arti baik bahan, bumbu dan cara membuatnya yang serba alami dan manual (hand made) sehingga mendapatkan rasa yang benar-benar pusaka dan khas Salam kuliner "life on the plate" Wass-Jepe Pekanbaru 6/10/10 Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
