Mak Arman Bahar, memang hal-hal seperti itu yang tejadi. Saya melihat ketidakadilan yang dilakukan oleh pihak-pihak yang dimaksud. Namun, dari diri kita masing-masing terdapat pilihan-pilihan hidup. Saya pernah merasakan bagaimana semester 2 hingga semester 5 berkecimpung dalam politik praktis di Pekanbaru. Bagaimana hampir setiap minggu berdiskusi dengan elit-elit disana, seperti pak Tabrani Rab, ibu Azlani Agus, pak Saleh Jasit. Namun, diantara semua itu dominan yang abu-abu dari pada hitam ataupun putih. Saya sendiri lebih nyaman bila bertemu yang jelas-jelas hitam seperti alm. Duyun Tanjung rang Piaman yang ter** didepan hotel Sahid, atau yang jelas-jelas putih seperti ulama Ridwan Syarif.
Ada banyak dari kita, yang mual melihat hypokrit berada disekeliling kita, yang disebut para pendusta agama. Bagi saya, berada disekeliling masyarakat awam jauh lebih nyaman, sedemikian nyaman apabila kita bisa meningkatkan pemahaman masyarakat awam tentang fenomena perpolitikan di negara kita, yaitu memberikan akses informasi & pengetahuan dengan lebih mudah. Era IT sudah berjalan ditengah-tengah kita, namun masih banyak masyarakat kita yang awam apa itu internet. Bahkan masih banyak sarjana-sarjana kita yang tidak terbiasa mencari berbagai informasi di dunia maya. Ada baiknya, masyarakat nagari mulai kita perkenalkan pada apa saja manfaat yang baik dari media IT ini. Bukankah saat ini era informasi ? Ingin mencari tentang apa saja, insya Allah ada didunia tempat kita bersilaturahim ini. Sayangnya masih banyak kalangan kita masyarakat minang yang sangat terdidik, masih terkotak-kotak dalam skop nagari, bukan dalam kaidah minangkabau yang satu. Saya kira itu sesuatu yang pantas untuk diperjuangkan & pantas dibayar mahal dengan waktu yang kita miliki, semoga dipahami, amin ya Rabbal alamin. wasalam AZ -32 th Padang (sering kali pertanyaan muncul dari kita, mengapa orang minang tidak seperti dulu? hanya dikarenakan kurangnya kebersamaan, lebih mendahulukan kampuang ambo atau kampuang bini ambo, mengapa kita pernah peduli dengan kampung dunsanak yang lain) ________________________________ Dari: Arman Bahar <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 8 Oktober, 2010 11:08:28 Judul: Bls: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia. Assalamualaikum ww Batua apo nan sanak sabuik masih banyak NGO nan langsung sacaro teknis mambantu masyarakat, namun kemampuan NGO tadi kan terbatas sasudah tu lah aniang2 sajo lai, kemudian masyarakat kembali dengan masalah semula bak lingkaran sutan, ajee Dari dulu ada saja elit2 tertentu meng-hembus2kan agar kita menjauhi dan tidak "menjejakan" kaki diranah sana dengan misal mengatakan politik itu kotor, politik itu lebih kejam dari pembunuhan dan lain sabagainyo, dan hembusan menyesatkan ini lah tamakan pulo dek kito2 ko, sahinggo ranah politik ko kito ajuhi bahkan membicarakan-nya saja dianggap tabu hinggo banyak kito nan indak faham alias buto politik kecek urang, kok lai tau bana hanyo saketek sajo alias tapi2nyo sajo Dek lah banyak awak2 ko indak sato manyato diranah politik ko, tantu gadang ati urang2 tu, kini lah inyo2 sajo nan tingga lai, indak ado nan mangawasi dan mengontrol apo nan dikakoknyo, lah samo kompaklah inyo samo inyo, hinggo muncul pulo dimasarakat istilah baru kutiko tu, "Korupsi Berjamaah" bagai, dll Nan paliang sangaik2 dirugikan adolah Umat Islam, karano pulitisi2 tu maraso indak nyaman kalau soal agamo di-baok2 ka ranah politik, mako dihembuskan pulolah isu "urusan agamo di musajik sajolah, urusan politik usah dicampua2 pulo jo urusan agamo", nah nan ciek ko memang mankuih berhasil, indak ado ulama atau urang2 nan faham agamo bermain didunia politik dan semakin bebaslah mereka berbuat tanpa kontrol, karena para ulama nan cubo2 ulo diranah politik tu sudah mereka usir masuk mesjid dan selanjutnya image politik itu busuk dan kotor masih tetap menjadi image masarakat bahkan hingga kini tamasuak sanak AZ pun hanyo mancaliak2 jauah sajo sahinggo mereka bebas, leluasa dan nyaman, dan kitapun semakin takut dan dipertakut dengan momok politik tu Untuanglah kini sajak reformasi lai ado juo nan lah manyadari bahwa perpolitikan Indonesianan ko harus dikawal, sayangnyo kelompok nan mangawal ko alun mayoritas lai sahinggo karajo mengawal ko jadi sangaik barek, namun walau disabuik barek, Alhamdulillah lai batambah juo anggotanyo sasudah pemilu 2009 patangko Alangkah rancaknyo kalau kisanak AZ cs berkenan sato pulo dalam barisan pengawal ko untuak mampakueknyo sahinggo kok lah mayoritas beko, tantu nan kito kawatirkan tentang negeri dan anak negeri kito bisa kita angsua2 mampaeloki dek karano kitolah mayoritas disitu hinggo kaum penghalang indak berkutik bana lai doh walau lewat voting sekalipun Dek wakatu masih lamo lai, masih banyak kesempatan kisanak manimbang2nyo, usah ta-buru2 bana lai, kunyah2 sajolah dulu malakik mantap hati tu Percayalah "Harapan Itu Masih Ada" wasalam abp58 ________________________________ Dari: Armen Zulkarnain <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 8 Oktober, 2010 08:34:26 Judul: Bls: Bls: Bls: [...@ntau-net] Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia. Walaikumsalam wr wb Mak Arman Bahar nan ambo hormati, saya pribadi sudah lama menjauh dari hal-hal yang berbau politik, tidak pernah sato sakaki dalam hal ini. Kebetulan nagari asa ambo namonyo Kubang di daerah mudiak 50 Koto. Kok urang kubang masuak pulo ka kubangan iyo antah jadi apo bantuaknyo. Ambo kiro masih banyak NGO - NGO yang secara teknis memang membantu masyarakat. Kehidupan politik di negeri kita ini saya lihat sejak upaya pendongkelan BJ Habibie lebih mengutamakan berbagai cara, asal tujuan tercapai, soal pantas atau tidak, kultural atau tidak, dsb dsb, menjadi nomor sekian belas. Saya kira ada baiknya jangan "menjejakan" kaki disana, apalagi berkaitan dengan nafkah yang kita bawa pulang kerumah. hehehe... iyo indak sato ambo nan ciek tu doh, mambana. wasalam AZ - 32 th ________________________________ Dari: Arman Bahar <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 8 Oktober, 2010 08:17:23 Judul: Bls: Bls: [...@ntau-net] Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia. Assalamualaikum ww Pak Armen Zulk, kita boleh2 saja "patah hati" dengan politik Indonesia namun jangan diartikan menjauh darinya, karena kalau kita menjauh maka akan banyak sekali orang lain yang menggantikan posisi kita, apalagi kisanak ambo lihek lai sato di HMI yang banyak menghasilkan politisi2 handal sekelas Abdul Gaffur HMI memang diakui banyak menghasilkan politisi2 handal tapi handal saja tentu belum cukup karena itu sangat perlu ditambah resep "Hati Nurani" Banyak resep hati nurani yang di-iklankan orang, tapi resep yang bagus tentulah IMTAQ Iman dan Taqwa Pemimpin masa depan sebaiknya yang menkonsumsi kuliner yang ada resep IMTAQ ini, mari kita angsur2 meng-inventarisir sekalian ceck dan rechek bagai molah Jalur pencalonan pemimpin sejak dari legislatif (anggota dewan) dan eksekutif (bupati/walkot, gubernur dan presiden) sudah yang terbaik yang ada saat ini, yang perlu diperbaiaki adalah iktikat baiknya terhadap kepentingan rakyat, bukan kepentingan lain dari itu Kalau tidak mau lewat jalur partai kan Undang2 Pemilu ada menyediakan lewat jalur sendiri, tapi kan persaratannya cukup berat, asal lai cukuik sarat dan kepeang boleh maju lewat jalur ini, karena yang namanya pesta atau alek apolagi alek demokrasi pasti paralu pitih buanyyak, lai talook? Kok indak talok yaa lewat partai sajalah, kan tinggal bagaimana agar kita dilirik orang saja lagi Pitih nan disetor ka partai, kalau partai itu partai jujur dan barasiah pastilah pitih tersebut digunakan untuk keperluan kampanye sang calon tersebut, hanyo sayang kebanyakan partai (walau indak seluruh partai) pitih tu DIKUDOK HABIHNYO untuk keperluan lain dari keperluan nan sabananyo wasalam abp58 ________________________________ Dari: Armen Zulkarnain <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jum, 8 Oktober, 2010 05:42:19 Judul: Bls: [...@ntau-net] Ketika Tuhan Menciptakan Indonesia. Assalamualaikum wr wb pak Saaf & pak Jacky Mardono yang saya hormati, sejak Oktober 1999 saya "patah hati" dengan politik Indonesia. Saya tidak habis pikir dolar yang sempat melambung Rp 15.000 per dolar AS yang bisa ditahan hingga ke level Rp 6.500 per dolar AS oleh Kabinet Reformasi Pembangunan. Pada masa pemerintahan Habibie inilah diselenggarakan pemilu yang jauh lebih demokratis dibading 30 tahun sebelumnya. Namun anggota DPR & MPR yang dihasilkan benar-benar parah. Lebih mengutamakan emosi & sentimen dari pada akal sehatnya. Berbagai wacana & isu ditiupkan selama 3 bulan untuk menjegal pemerintahan Habibie. Pemilu 7 Juni 1999 adalah pemilu saya yang pertama (mungkin juga yang terakhir - sebab saat sejak itu saya tidak pernah ikut memilih lagi, atau disebut golput) sewaktu mahasiswa ( waktu itu usia saya 21 th) dan terlibat langsung dalam komite pengawas pemilu UNFREL untuk wilayah Tanjung Balai Karimun prov. Riau. Pada Sidang Umum (SU) MPR Oktober 1999 saya menyaksikan sendiri dilayar kaca bagaimana tingkah polah anggota DPR MPR yang terhormat (masa itu adalah euforia politik Indonesia) mengolok-ngolok BJ Habibie. Sejak saat itu saya tidak pernah tertarik dengan apa yang namanya politik & organisasi politik yang kita sebut dengan partai politik. Marah pada Orde Baru adalah wajar, marah pada Alm. Soeharto juga wajar, selama 3.5 bulan kami dengan kawan-kawan HMI berkonsolidasi menggelar demo di jejaring Sumatera yang puncaknya pecah pada bulan Mei 1998. Namun, dari serangkaian peristiwa itu - dan hingga saat kini, partai politik kita yang jumlahnya puluhan itu tidak menghasilkan apa-apa yang baik untuk rakyat. Saya kira, selama jalur pencalonan Presiden, Gubernur, Bupati & Walikota cenderung pilihan dari partai politik, hasilnya tidak akan jauh berbeda. Sebab sudah menjadi rahasia umum, apabila kita ingin dicalonkan, harus menyediakan sekian "fulus" untuk partai-partai itu. Kalau caranya sudah seperti itu, bagaimana mendapatkan Calon Presiden yang baik??? Harus ada revisi tata cara melalui jalur indepent. wasalam AZ - 32 th Padang -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
