Sejak seluruh diskusi dipindahkan dari  Mailinglis Apakabar di Yahoogroups yang 
dimoderasi (full) ke portal Forum Apakabar yang tidak dimoderasi---karena 
faktor  usia dan kesehatan---saya berangsur mengurangi kegiatan berdiskusi di 
Apakabar. Ketika bulan Mei yang lalu saya mampir ke sana  saya melihat sebuah  
posting berjudul: "Uda Darwin, where are u...?:)", yang langsung membuat saya 
tertawa. 

Posting itu memang `meledek'  saya yang kalah `bertaruh' bola Liga Primer. Si 
pengirim seorang etnis Tionghoa yang berinisial PB memegang Chelsea, sedangkan 
saya menjagoi Tim favorit saya MU. Taruhannya yang kalah harus menyumbang BSA. 
Kita tahu juara Liga Primer musim lalu adalah Chelsea. Pada musim sebelumnya 
MU, dia kalah dan langsung setor. 

Postingannya saya balas dengan nada senda gurau pula. Lalu dibalasnya pula. 
Ujung-ujungnya dia menulis: 

"Oops: , jadi kalah menang tetep setor ya uda? :|" 

Singkat kata dia kemudian menyetor sebanyak Rp500.000 ke rekening BSA. Sehari 
kemudian  Admin Forum memberi tahu saya bahwa ada member  Forum yang menyetor 
ke rekening BSA---Alhamdulillah---Rp5 juta.

BSA atau Bakti Sosial Apakabar, sesuai dengan namanya adalah kegiatan sosial 
milis Apakabar yang bertujuan membantu keluarga tidak mampu. Didirikan  awal 
tahun 2005 berdasarkan usul beberapa member. Owner Apakabar Elcem menyetujui 
dengan catatan yang kurang lebih begini: "Nah para member yang 
membangga-banggakan agamanya, coba buktikan dengan perbuatan nyata" :).

Kesulitan pertama bukan dana, tetapi mencari member yang mau mengurus.  Dari 
lima nama yang diminta---termasuk saya yang baru saja memasuki masa pensiun 
tanpa pensiun :) di awal tahun 2005 ---semua menolak. Syukur, akhirnya ada yang 
menawarkan diri: Sur---orang  Tionghoa juga----sahabat lama saya di milis Kota 
Bogor yang memang saya kenal  seorang yang sangat berjiwa sosial. Setelah Sur 
tampil, beberapa member bersedia membantu. Elcem kemudian membuat milis khusus: 
ApaBSA yang merupakan  sarana  bagi para   penggiat BSA untuk berkomunikasi dan 
membahas proposal yang diusulkan..

Setelah itu kegiatan dapat dimulai, dana pun mulai masuk, walaupun tidak 
sebanding  dengan jumlah member yang waktu itu sudah lebih dari 5.000 orang. 
Kerepotan  timbul ketika pada awal 2006  Sur minta mudur dari BSA. Pasalnya Sur 
yang aktivis sebuah partai besar juga ditunjuk untuk menangani kegiatan 
partainya untuk kegiatan yang sama dengan BSA. Dia khawatir orang dapat kesan 
yang salah bahwa milis Apakabar merupakan afiliasi dari partai besar tersebut.  
   

Akhirnya Elcem minta saya yang sebelumnya dimintanya menjadi anggota Tim 
Moderator untuk mengkoordinasikan  BSA itu. Saya punya semua alasan  untuk 
menolak, antara lain karena ketika itu dapur kami masih berasap dari hasil 
warung nasi yang dikelola Kur  di Pasar Agung, Depok :).  

Tetapi kalau saya menolak, lalu dia minta dua orang moderator lainnya yang 
berdomisili di Indonesia juga menolak (Elcem sendiri bermukim di Kanada), 
kegiatan ini bisa terhenti. Yang berat benar bagi saya ketika itu ialah kalau 
harus ke lapangan: biaya bensin dan yang mengantar (saya tidak bisa menyopir). 
Tetapi ya saya terima juga. Alhamdulillah saya kemudian dapat mengajak pakar 
pasar modal/Dirut PT (Persero) Hasan Zen Mahmud (HZM) dan pak TSY (mantan CEO 
PT Astra) bergabung, dan yang terpenting Sur mau kembali, sehingga BSA bisa 
bergerak kembali. Hanya ketika saya bertugas di Aceh dan Semarang, kegiatan BSA 
agar kendur kembali dan Sur mulai sibuk lagi  dengan partinya dan ujung tombak 
lainnya sibuk dengan pekerjaannya.  Masalah lain para pengiat BSA yang lain 
tidak ada yang mendaftar di Forum Apakabar.

Di samping bantuan-bantuan yang bersifat kasuistis, kami punya seorang anak 
asuh dari keluarga tidak mampu yang cita-cita kami akan kami antar sampai lulus 
ke perguruan tinggi.  

Problem BSA adalah tenaga lapangan, dana tidak terlalu ada masalah. Pak TSY dan 
pak HZM mudah member bantuan dana asal ada program. Pak HZM malah berkali-kali 
menanggung biaya kopdar di restoran. Yang sulit justru  mengumpulkan yang mau 
makan prei :). Pernah acara buka bersama di sebuah RM Aceh di Benhil di tahun 
2006 dipesan makanan untuk 30 orang, yang datang hanya para sapangka yang 
berjumalah 6 orang  :).

Bagi yang pernah bergabung dengan Apakabar tahu berapa keras dan kasarnya 
diskusi antarpenganut agama atau penganut agama dengan ateis. Untung kuping 
saya sudah pakak :), dan betah bertahun-tahun jadi tontonan berbalas pantun 
sejak tahun 2002  dengan sanak kita yang beken JH St Mardjo Lelo di sana. Malah 
di tahun-tahun awal di sana, saya pernah  dikeroyok beberapa orang (termasuk PB 
yang walaupun menang taruhan tetapi tetap setor itu :) ) + JH. Tetapi kegiatan 
seperti BSA bisa jalan.

Melihat potensi RN (jumlah, kualitas, persamaan latar belakang  dan kesediaan 
untuk u berpeluh di lapangan) serta masalah yang dihadapi di ranah---misalnya 
anak-anak pintar yang ortunya tidak mampu (hanya sekadra contoh)---saya pikir 
banyak yang dapat dilakukan warga RN melalui Rantaunet Fondation atau YPRN 
seperti yang diharapkan dinda Duta.


Wallahualam bissawab

Wassalam, HDB St Bandaro Kayo (L, 67+) 
Asal Padangpanjang, suku Panyalai, tinggal di Depok, Jawa Barat 


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke