Sebuah Tulisan yang dipostingkan oleh Ustadz Hilman Rosyad di FB Beliau,
sangajo ambo postingkan di Palanta RN

*BILAKAH JILBAB DIAKUI SEBAGAI TRADISI AGAMA LAIN*

Ada sebuah artikel yang menarik. Bukan semata-mata karena artikelnya.
Tetapi, karena si pembuat artikelnya.
Setidaknya kita bisa berpikir; seperti kejadian budaya negeri Indonesia yang
dibiarkan nelangsa di negerinya, namun bergitu bermanfaat bagi bangsa
Malaysia, apakah itu pun akan terjadi pada jilbab atas kaum muslimin?
Dimana seorang muslimah enggan memakainya, sementara umat lain merasa perlu
menggunakan jilbab karena faham akan fungsi dan manfaatnya.
Jujur saja, sebelum bangsa Malaysia memuliakan (bahasa yang ramainya:
'maling') tradisi-tradisi di indonesia; apakah bangsa Indonesia cukup
memperhatikan budaya bangsanya?
Mungkin saat itu masih seputar slogan dan kegiatan seremonial yang terkesan
terpaksa; mari kita jaga dan lestarikan budaya bangsa kita.
Sementara budaya sehari-harinya sudah western abis.
Itu bisa saja terjadi pada jilbab yang sekarang 'masih' menjadi ciri khas
orang beragama Islam.
Bisa saja kita menduga; umat lain membuat berbagai strategi agar umat Islam
tidak memakai jilbab.
Ketika umatnya membiarkan jilbab dan lebih bangga dengan gaya umat lain,
bisa jadi umat lain mengklaim; jilbab ini adalah tradisi agama mereka.
Kemudian kita baru ribut.
Moga aza ngga sebegitunya ya... Namun kita sebagai seorang muslim mesti
menyadari kemungkinan-kemungkinan yang bisa saja terjadi.
Berikut artikel yang menarik itu..

*JILBAB ITU KRISTIANI*

*Sungguh menarik artikel yang dibuat oleh Artikel Kristiani tentang jilbab.
Judul artikelnya adalah “Jilbab Itu Kristiani”.
Dalam artikel itu, ia mengatakan bahwa ia tidak setuju dengan orang Kristen
yang suka mencela agama orang lain dan apa–apa yang melekat pada agama
tersebut.
Di antara hal yang mereka cela adalah jilbab.

Blogger Artikel Kristiani mempertanyakan, mengapa jilbab dicela dan
dibenci?
Apakah karena jilbab itu budaya yang buruk?
Dia berpendapat bahwa orang Kristen yang membenci jilbab itu karena jilbab
itu adalah busana Muslimah, dan ummat Islam adalah musuhnya.
Lalu Artikel Kristiani mengatakan bahwa sesungguhnya jilbab itu baik.
Jika ia buruk, tentu Gereja akan melarang pakaian serupa itu dikenakan di
Gereja.
Tetapi justeru Gereja berkenan atas pakaian seperti itu dikenakan oleh
wanita di Gereja. sebagaimana kita ketahui bahwa para biarawati juga
mengenakan pakaian seperti itu.

Dia bahkan berpendapat bahwa seharusnya, semua wanita yang ingin melakukan
kebaktian di Gereja, haruslah mengenakan penutup kepala, kecuali jika ia mau
membotaki kepalanya.
Menurutnya, hal ini sesuai dengan apa yang diajarkan Paulus.
Apa manfaat dari mengenakan pakaian semacam itu?
Artikel Kristiani menjelaskan bahwa pakaian seperti itu akan menambah
kekusukan dalam berdoa. *
*Para pria yang datang ke Gereja pun akan terselamatkan matanya dari
berzina.

Kehormatan Gereja juga akan terjaga. Kerukunan antar umat beragama pun akan
terjaga.
Mungkin karena tidak ada lagi saling cela masalah jilbab. *
*Menurutnya, pakaian seperti itu adalah ajaran Yesus yang sejati.
Itu bukan hanya milik agama tertentu. Misalnya para bikuni.
Mereka memang tidak memakai penutup kepala, tetapi mereka mencukur rambut
mereka seperti yang diajarkan Paulus.
Kebaikan seperti ini adalah kebaikan universal, menurut Artikel Kristiani.
Siapa pun boleh menerapkannya. Siapa yang mencelanya, berarti ia telah
mencela kebaikan yang diakui oleh kebanyakan manusia.
Jilbab atau tudung bagi wanita bukan hanya milik Islam, bukan hanya milik
Kristen, tetapi milik dunia.
Begitu ia menutup artikelnya*

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke