Kalau nan iko mancaliak dari suduik pandang lain ...
Senin, 11/10/2010 14:16 WIB Laris Manis di Taiwan, Kasus Indomie 'Berbahaya' Berindikasi Perang Dagang Suhendra - detikFinance Your browser does not support iframes. Jakarta - Masalah pelarangan produk Indomie di Taiwan memunculkan dugaan. Salah satunya adalah isu perang dagang yang dipicu laris manisnya produk mie instant Indonesia itu di Taiwan. "Ada indikasi, ada kafe yang jual Indomie. Mereka industrinya kena masalah, makanya mereka bikin move seperti itu," kata Kepala Bidang Perdagangan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Bambang Mulyanto di gedung DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/10/2010). Bambang menjelaskan dugaan seperti itu bisa saja terjadi karena produk mie instant Indonesia selaian digemari oleh 150.000 TKI di Taiwan juga digemari oleh masyarakat Taiwan. "Pasarnya paling tidak TKI jumlahnya sampai 150.000 orang, tentunya punya majikan, punya anak, semakin disukai (mie instant Indonesia)," katanya. Ia menjelaskan, pada hari ini pihak KBRI Indonesia di China sudah melakukan klarifikasi di media-media nasional setempat. Berdasarkan laporan yang ia terima, toko-toko di Taiwan masih tidak boleh dijual produk Indomie disamping penjual yang masih takut. Sementara Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy Saleh mengatakan kasus-kasus semacam ini dalam perdagangan internasional merupakan suatu hal yang biasa. Sehingga langkah klarifikasi perlu dilakukan, pihaknya akan melakukan pengecekan dan klarifikasi resmi terhadap otoritas perdagangan di Taiwan, apakah hal itu sebagai tuduhan resmi atau tidak. "Kalau tidak betul kita akan protes," katanya. Selain itu pihaknya juga akan melakukan klarifikasi kepada produsen mie instant yang di Indonesia untuk memastikan apakah produk tersebut berasal dari Indonesia. "Karena banyak juga yang ditempel," katanya. Seperti diketahui, sebelumnya, media-media di Taiwan memberitakan penarikan Indomie dari sejumlah supermarket. Indomie ditarik karena mengandung Methyl P-Hydroxybenzoate yang dilarang di Taiwan. Sementara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selaku produsen Indomie dalam siaran persnya menegaskan, produk mie instan yang diekspor ke Taiwan sudah memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan. "Sehubungan dengan pemberitaan di media massa Taiwan baru-baru ini, mengenai kandungan bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam produk mi instan Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) menjelaskan bahwa produk mi instan yang diekspor oleh Perseroan ke Taiwan telah sepenuhnya memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan," jelas Taufik Wiraatmadja, Direktur ICBP dalam siaran persnya, Senin (11/10/2010). ICBP juga berkeyakinan, pemberitaan mengenai mie instan yang muncul di media massa Taiwan, bukanlah merupakan produk mi instan ICBP yang ditujukan untuk pasar Taiwan. ICBP telah mengekspor produk mi instan ke berbagai negara di seluruh dunia selama lebih dari 20 tahun. Perseroan senantiasa berupaya memastikan bahwa produknya telah memenuhi peraturan dan ketentuan keselamatan makanan yang berlaku di berbagai negara dimana produk mi instannya dipasarkan. "ICBP menekankan bahwa produk Perseroan telah sepenuhnya memenuhi panduan dan peraturan yang berlaku secara global, yang ditetapkan oleh CODEX Alimentarius Commission, sebuah badan internasional yang mengatur standar makanan. Terkait pemberitaan ini, saat ini kami tengah meninjau situasi di Taiwan, dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi kepentingan konsumen kami di Taiwan dan di berbagai negara lainnya ", katanya. ----- Original Message ----- From: Riri Chaidir To: [email protected] Sent: Monday, October 11, 2010 2:30 PM Subject: Re: [...@ntau-net] KOMPAS: Indomie Dirazia Depkes Taiwan Ridha, Saya tidak melihat pernyataan itu sebagai konfirmasi bahwa mereka kena razia. Kalau yang di link http://www.indofood.com/investor_press_detail.aspx?id=168 , saya menangkapnya adalah adalah klarifikasi atas pemberitaan yang beredar (tapi juga tidak menyebut adanya razia). Di link video yang di berita, memang terlihat ada orang2 berjaket seragam yang mengambil dari rak, memasukkannya ke kotak dst. Saya tidak mengeri bahasa Mandarin, jadi tidak tahu apa yang dikatakan. Tapi saya tidak serta merta menyimpulkan bahwa itu raza. Dan bukankah - selayaknya - sebelum razia ada pelarangan terlebih dahulu? Kalau di linkyang diberikan,sepertinya belum ada pelarangan tuh. Again, saya tidak membela produsennya, karena saya tidak punya kepentingan, dan juga bukan simpatisan, he he. Saya cuma lebih sukan berita yang datang dari media pers yang lebih luas ... Riri 48/L/bekasi 2010/10/11 Ahmad Ridha <[email protected]> 2010/10/11 Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>: > Btw, saya tidak membela produk ini karena saya tidak memiliki kepentingan apapun degannya. Saya sendiri telah berhenti > makan mie instan (brand apapun) sejak lebih dari 3 tahun yll. > > Saya cuma ingin berita dari sumber yang lebih umum. > Pak Riri, kalau yang menjadi masalah adalah apakah razia itu memang terjadi, respon dari Indofood sendiri menunjukkan konfirmasi. "Saat dihubungi Kompas.com, pihak Indofood Consumer Brand Product (ICBP) selaku produsen mi instan tersebut akan mengecek situasi di Taiwan terkait razia tersebut." Juga lihat: http://www.indofood.com/investor_press_detail.aspx?id=168 -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
