Iko salah satu nan tapikia dek ambo waktu partamo mambaco forward-an isu ko kapatang.
Marilah kita lihat, bagaiamanujungnya nanti Riri 48/L/bekasi 2010/10/11 DelfiarS <[email protected]> > Kalau nan iko mancaliak dari suduik pandang lain ... > > > Senin, 11/10/2010 14:16 WIB > Laris Manis di Taiwan, Kasus Indomie 'Berbahaya' Berindikasi Perang Dagang > * > Suhendra* - detikFinance > > > Your browser does not support iframes. > > <http://www.detikfinance.com/read/2010/10/11/141628/1461188/4/laris-manis-di-taiwan-kasus-indomie-berbahaya-berindikasi-perang-dagang?f9911013#detikshare> > > <http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3db6179&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE> > *Jakarta* - Masalah pelarangan produk Indomie di Taiwan memunculkan > dugaan. Salah satunya adalah isu perang dagang yang dipicu laris manisnya > produk mie instant Indonesia itu di Taiwan. > > "Ada indikasi, ada kafe yang jual Indomie. Mereka industrinya kena masalah, > makanya mereka bikin move seperti itu," kata Kepala Bidang Perdagangan > Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei Bambang Mulyanto di gedung > DPR-RI, Senayan, Jakarta, Senin (11/10/2010). > > Bambang menjelaskan dugaan seperti itu bisa saja terjadi karena produk mie > instant Indonesia selaian digemari oleh 150.000 TKI di Taiwan juga digemari > oleh masyarakat Taiwan. > > "Pasarnya paling tidak TKI jumlahnya sampai 150.000 orang, tentunya punya > majikan, punya anak, semakin disukai (mie instant Indonesia)," katanya. > > Ia menjelaskan, pada hari ini pihak KBRI Indonesia di China sudah melakukan > klarifikasi di media-media nasional setempat. Berdasarkan laporan yang ia > terima, toko-toko di Taiwan masih tidak boleh dijual produk Indomie > disamping penjual yang masih takut. > > Sementara Plt Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Deddy > Saleh mengatakan kasus-kasus semacam ini dalam perdagangan internasional > merupakan suatu hal yang biasa. Sehingga langkah klarifikasi perlu > dilakukan, pihaknya akan melakukan pengecekan dan klarifikasi resmi terhadap > otoritas perdagangan di Taiwan, apakah hal itu sebagai tuduhan resmi atau > tidak. > > "Kalau tidak betul kita akan protes," katanya. > > Selain itu pihaknya juga akan melakukan klarifikasi kepada produsen mie > instant yang di Indonesia untuk memastikan apakah produk tersebut berasal > dari Indonesia. > > "Karena banyak juga yang ditempel," katanya. > > Seperti diketahui, sebelumnya, media-media di Taiwan memberitakan penarikan > Indomie dari sejumlah supermarket. Indomie ditarik karena mengandung Methyl > P-Hydroxybenzoate yang dilarang di Taiwan. > > Sementara PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk selaku produsen Indomie dalam > siaran persnya menegaskan, produk mie instan yang diekspor ke Taiwan sudah > memenuhi > <http://www.detikfinance.com/read/2010/10/11/111512/1460976/6/indofood-klarifikasi-kabar-kandungan-berbahaya>peraturan > dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan Makanan Taiwan. > > "Sehubungan dengan pemberitaan di media massa Taiwan baru-baru ini, > mengenai kandungan bahan pengawet E218 (Methyl P-Hydroxybenzoate) dalam > produk mi instan Indomie, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) > menjelaskan bahwa produk mi instan yang diekspor oleh Perseroan ke Taiwan > telah sepenuhnya memenuhi peraturan dari Departemen Kesehatan Biro Keamanan > Makanan Taiwan," jelas Taufik Wiraatmadja, Direktur ICBP dalam siaran > persnya, Senin (11/10/2010). > > ICBP juga berkeyakinan, pemberitaan mengenai mie instan yang muncul di > media massa Taiwan, bukanlah merupakan produk mi instan ICBP yang ditujukan > untuk pasar Taiwan. > > ICBP telah mengekspor produk mi instan ke berbagai negara di seluruh dunia > selama lebih dari 20 tahun. Perseroan senantiasa berupaya memastikan bahwa > produknya telah memenuhi peraturan dan ketentuan keselamatan makanan yang > berlaku di berbagai negara dimana produk mi instannya dipasarkan. > > "ICBP menekankan bahwa produk Perseroan telah sepenuhnya memenuhi panduan > dan peraturan yang berlaku secara global, yang ditetapkan oleh CODEX > Alimentarius Commission, sebuah badan internasional yang mengatur standar > makanan. Terkait pemberitaan ini, saat ini kami tengah meninjau situasi di > Taiwan, dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi > kepentingan konsumen kami di Taiwan dan di berbagai negara lainnya ", > katanya. > > ----- Original Message ----- > *From:* Riri Chaidir <[email protected]> > *To:* [email protected] > *Sent:* Monday, October 11, 2010 2:30 PM > *Subject:* Re: [...@ntau-net] KOMPAS: Indomie Dirazia Depkes Taiwan > > Ridha, > > Saya tidak melihat pernyataan itu sebagai konfirmasi bahwa mereka kena > razia. > Kalau yang di link > http://www.indofood.com/investor_press_detail.aspx?id=168 , saya > menangkapnya adalah adalah klarifikasi atas pemberitaan yang beredar (tapi > juga tidak menyebut adanya razia). > > Di link video yang di berita, memang terlihat ada orang2 berjaket seragam > yang mengambil dari rak, memasukkannya ke kotak dst. Saya tidak mengeri > bahasa Mandarin, jadi tidak tahu apa yang dikatakan. Tapi saya tidak serta > merta menyimpulkan bahwa itu raza. > > Dan bukankah - selayaknya - sebelum razia ada pelarangan terlebih dahulu? > Kalau di linkyang diberikan,sepertinya belum ada pelarangan tuh. > > Again, saya tidak membela produsennya, karena saya tidak punya kepentingan, > dan juga bukan simpatisan, he he. > > Saya cuma lebih sukan berita yang datang dari media pers yang lebih luas > ... > > Riri > 48/L/bekasi > > > > > > > 2010/10/11 Ahmad Ridha <[email protected]> > >> 2010/10/11 Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>: >> >> > Btw, saya tidak membela produk ini karena saya tidak memiliki >> kepentingan apapun degannya. Saya sendiri telah berhenti >> > makan mie instan (brand apapun) sejak lebih dari 3 tahun yll. >> > >> > Saya cuma ingin berita dari sumber yang lebih umum. >> > >> >> Pak Riri, kalau yang menjadi masalah adalah apakah razia itu memang >> terjadi, respon dari Indofood sendiri menunjukkan konfirmasi. >> >> "Saat dihubungi Kompas.com, pihak Indofood Consumer Brand Product >> (ICBP) selaku produsen mi instan tersebut akan mengecek situasi di >> Taiwan terkait razia tersebut." >> >> Juga lihat: http://www.indofood.com/investor_press_detail.aspx?id=168 >> >> >> > -- -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
