Assalamualaikum wr wb
Pak Riri Mairizal Chaidir yang baik, apabila saya memandang "Pembangunan
Nagari"
adalah membangun Nagari Kubang - 50 Koto (kampung halaman saya) saya kira
kurang
etis (malah menurut saya sangat tidak etis) dibahas pada di milist ini, sebab
pemahaman saya RantauNet adalah milist orang minang yang berasal dari seluruh
penjuru minangkabau. Tentunya kita bersilaturahim tidak memandang dari asal
nagari masing-masing, namun lebih pada kata minangkabau yang jumlahnya 625
nagari di Sumatera Barat. Selain itu, ada beberapa wilayah di prov. Riau, Jambi
& Bengkulu yang masih merupakan daerah asal orang minangkabau. Saya kuatir,
apabila kita berpikir nagari per nagari yang akan maju adalah nagari-nagari
tertentu saja.
Mengenai pembangunan nagari, asumsi saya bukan pada "pembangunan struktur" yang
merupakan wilayah Pemda Sumbar & Pemda di 11 kabupaten & Pemko di 7 Kota.
Asumsi
saya pembangunan nagari adalah hal yang lebih luas dibanding pembangunan
struktur, seperti peningkatan perekonomian nagari disektor pertanian -
perikanan
- peternakan - ukm & pariwisata, pengelolaan potensi nagari, menjalin
komunikasi
masyarakat nagari dengan perantaunya, dan lain sebagainya.
Saya kira, pemerintah daerah memerlukan dukungan dari masyarakat nagari &
kalangan perantau. Terlebih lagi, populasi masyarakat minangkabau saat ini 2/3
berada diperantauan. Mengapa hal itu diperlukan? Mungkin banyak yang belum
tahu,
60-70 % anggaran pemerintah daerah habis untuk anggaran gaji aparaturnya, baik
yang PNS & honorer. 40-30 nilai anggaran dipergunakan untuk pembangunan
struktur
& subsidi daerah seperti dana BOS, pelayanan kesehatan dan lain-lain.
Seperti yang kita ketahui, UU otonomi daerah UU No. 22/1999 mengharapkan agar
secepatnya daerah-daerah menjadi satuan masyarakat madani, yang bisa
meningkatkan segera perekonomiannya. Seperti yang kita ketahui pula, pondasi
negara ini ada ditingkat desa (Nagari di Sumbar), jika maju perekonomian
desanya, maka berbanding lurus dengan kemajuan ekonomi negara. Kendala yang ada
saat ini, tidak semua nagari mendapat perlakuan yang sama oleh pemerintahan
kabupaten. Sebagai perbandingan, Dana Alokasi Umum Nagari (DAUN) di kabupaten
Pesisir Selatan saat ini adalah 30 jt/tahun, apabila kita bandingkan di
kabupaten 50 Koto, DAUN di kabupaten ini pada kisaran 90 - 180 jt/nagari
(tergantung progress pembangunan di suatu nagari). Sumber : wali nagari di
Sumatera Barat
Saya kira, dari kesenjangan DAUN ini pak Riri Mairizal Chaidir bisa memahami,
perlunya kita membantu dalam pendampingan pada nagari-nagari di ranah minang.
Yang dibutuhkan nagari adalah pendampingan langsung ke lapangan dalam membantu
transfer kajian-kajian ilmiah di sektor pertanian - perikanan - peternakan -
ukm
& pariwisata. Istilah umum yang sering dipakai adalah " memberikan kailnya".
Sedangkan permasalahan bantuan pendanaan bisa diusahakan dari PNPM Mandiri,
assesment lembaga keuangan Syariah, serta penghimpunan dana Baitul Mal Wa
Tamwil
(BMT) yang berasal dari ZIS, titipan dana Pemda & simpanan masyarakat nagari &
kalangan Perantaunya (sebagai contoh, pak Riri saat ini memiliki tabungan 10
juta di bank tempat domisili pak Riri berada, alangkah baiknya disimpan 1jt
pada
BMT Nagari asal pak Riri).
Mungkin kira-kira seperti itu gambaran yang bisa saya uraikan, semoga dipahami,
amin ya Rabbal alamin.
wasalam
AZ -32 th
Padang.
________________________________
Dari: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]>
Kepada: Milis RantauNet <[email protected]>
Terkirim: Rab, 13 Oktober, 2010 07:43:47
Judul: Re: Bls: [...@ntau-net] NGO yang bergerak di bidang Pembangunan Nagari
Armen, sebenarnya tergantung kepada bagaimana Armen mendefinisikan "Pembangunan
Nagari", dan "NGO" itu.
Kalau mau agak "luwes" pendefinisiannya, berbagai organisasi yang ada, baik di
kampuang maupun di rantau sudah menjalankan itu kan?. Salah satu yang bisa
"ditanya" itu SAS, disiko ado da Rainal yang pasti dengan senang hati merespon.
Tapi kalau Armen menanyakan yang lingkupnya luas, bukan hanya per nagari, saya
kira sangat sulit Men. Karena sampai sekarang - yang saya pahami dari diskusi
di
Palanta, tamasuak kopi dareknyo - apo nan disabuik "Pembangunan Nagari" pun
alun
bisa ambo simpulkan lai.
Riri
48/L/bekasi
Powered by Telkomsel BlackBerry®
________________________________
From: "Dr Saafroedin Bahar" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 13 Oct 2010 00:01:50 +0000
To: Rantau Net<[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] NGO yang bergerak di bidang Pembangunan Nagari
Kok baitu ajaklah para dunsanak nan samo visi jo missi, bung Armen. Ambo ingin
mambantu,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
________________________________
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 13 Oct 2010 06:26:14 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: Bls: [...@ntau-net] NGO yang bergerak di bidang Pembangunan Nagari
pak Saaf, kalau seputar informasi Walhi, kebetulan "dedengkot" Walhi Riau,
Johny
Setiawan Mundung adalah mentor saya sewaktu kuliah di Unri. Kami sama-sama acok
kanai "lakak" jo aparat katiko demo-demo daulu. Walhi lebih spesifik pada
lingkungan, hutan, ulayat masyarakat adat. Khusus mengenai masyarakat adat di
minangkabau "agak lebih rumit" kondisi serta pemangku adatnya dibanding
provinsi
lain.
Sebenarnya saya ingin sekali bergabung dengan NGO yang bergerak di bidang
Pembangunan Nagari, sebab 10 tahun semenjak kembalinya sistem pemerintahan
nagari di Sumbar masih banyak yang perlu "ditukuak" terhadap adat & budaya
minangkabau serta hukum positif yang berlaku di NKRI serta aktualisasi
perda-perda Sumbar. Namun saya inginkan adalah tidak terseret ke politik
praktis sebab saya agak alergi tentang itu.
Mengenai mendirikan, serta mengajak wali nagari, ketua KAN saya kira nantinya
malah cenderung terseret pada "politik praktis". Mengenai pencinta nagari, ini
yang saya sendiri masih belum bersua hingga saat ini, sebab (maaf sebelumnya,
bukan bermaksud menyinggung) saat ini yang saya temui masyarakat kita
(minangkabau) lebih cenderung perhatiannya pada nagari sendiri (kampung
halaman), bukan nagari secara keseluruhan.
Satu lagi alasan klasiknya adalah, saya memang tidak punya dana untuk
mendirikan
NGO Pembangunan Nagari itu. Seandainya ada NGo sejenis, saya berharap sekali
bisa bergabung disana. Mengenai konsekuensi, sudah sejak lama hal ini disadari
secara penuh oleh saya sendiri & keluarga, sebab bekerja di NGO biasanya hanya
pas-pasan saja. Namun, menurut saya pribadi, ada banyak hikmah yang diperoleh
sejak musibah gempa 30 September 2009.
wasalam
AZ - 32 tahun
Padang
(alhamdulillah hujan sudah reda, insya Allah saya akan mengambil oleh-oleh buku
yang pak Saaf bawa, terima banyak sebelumnya. Wah, koleksi saya semakin
bertambah, semoga banyak manfaatnya, amin ya Rabbal alamin)
________________________________
Dari: Dr Saafroedin Bahar <[email protected]>
Kepada: Rantau Net <[email protected]>
Terkirim: Rab, 13 Oktober, 2010 04:58:14
Judul: Re: [...@ntau-net] NGO yang bergerak di bidang Pembangunan Nagari
Bung Armen, kalau ambo indak salah, cubo cari situs Walhi, HuMA, AMAN, nan
bergerak dlm tema lingkungan hidup, hukum, dan hak masyarakat hukum adat.
Kalau alun sasuai juo, baa kok indak dibuek sandiri sajo, ajak para walinagari,
para ketua KAN, dan para pencinta nagari ? Ambo ado kontak jo badan PBB nan
bagarak dlm bidang iko, yaitu ILO , UNDP. Bisa ambo hubungkan.
Wassalam,
Saafroedin Bahar. Taqdir di tangan Allah swt, nasib di tangan kita.
________________________________
From: Armen Zulkarnain <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 13 Oct 2010 05:45:29 +0800 (SGT)
To: <[email protected]>
ReplyTo: [email protected]
Subject: [...@ntau-net] NGO yang bergerak di bidang Pembangunan Nagari
Assalamualaikum wr wb
Angku, mamak, bundo sarato dunsanak sapalanta RantauNet nan ambo hormati.
Mohon informasi mengenai NGO yang bergerak di bidang pembangunan Nagari, salamo
ko alah mancubo mancari-cari informasi sarato batanyo ka mak Google, namun
sampai kini alun batamu. Mohon dibantu satantang perihal nan ko.
wasalam
AZ - 32th
Padang (ingin bergabung dengan NGO yang bergerak di bidang pembangunan Nagari)
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.