Beberapa kali saya lihat orang Minangkabau sudah biasa dengan kata "butuh" pada 
hal kata ini tidak ada dalam bahsa Minangkabau.Kata yang ada hanya "paralu", 
diresmikan ke Indonesia menjadi "paralu" Saya menemukan kosa kata itu dalam 
sebuah pantun azimat, "butuh" itu =kelamin laki-laki.

Menurut Hamka, dalam buku Kenang-Kenangan Hidup menjelaskan bahwa tahun 1960-an 
masih geli telinga orang Melayu dan Minangkabau mendengar kata "butuh" yang 
suka diucapkan Soekarno, malu perempuan mendengarnya. Sekarang sudah biasa, lah 
abih miang dek bagisia(mungkin tapeknyo baitu).

Gamawan Fauzi ambo danga duo hari lalu alah manyabuik "rezim" jo "rejim".
Kata elok, rancak, lah hilang dalam bahasa resmi Indonesia. Dan mungkin sudah 
ribuan kata yang hilang. 

Apakah pengikisan budaya Minangkabnau tidak relevan dengan pemngikisan bahasa? 
Apakah membangun budaya Minangkabau tidak perlu dengan membangun bahasa? Apakah 
Minangkabau bisa elok dalam budaya yang tidak elok jika dilihat dari 
perkembangan budaya-bahasa?

Ini pertanyaan selingan, dan yakinlah, banyak pertanyaan lain yang boleh 
diajukan dalam lingkup budaya Minangkabau.


WNS, 43 th.


      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke