Gempa tidak pernah terfkus pada satu wilayah, seluruh wilayah di Indonesia 
harus 
waspada tidak cuma di Sumbar. Tsunami bisa di manapun. Belum ada pengulangan 
tsunami di daerah yg sama 200 tahun terakhir. Padang pernah  terkena tsunami 
pada  tahun 1890-an.
 Zorion_Anas 
*55yo
http://minangmaimbau.blogspot.com
http://zorionanas.blogspot.com
[email protected], [email protected], 
Cel./HP No. :081384611336, 0816857939
Country code +62




________________________________
From: Riri Chaidir <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, October 14, 2010 10:46:38 AM
Subject: Re: [...@ntau-net] Gempa 8,9 Skala Richter dan Tsunami Ancam Padang

Kalau untuk saya yang lebih penting adalah, seberapa jauh Pemda atau otoritas 
(otoritas, jadi yang benar2 berwenanng) memberikan penjelasan ke masyarakat 
tentang kemungkinan terjadinya gempa tersebut, kemungkinan dampaknya, dan 
tatacara penyelamatannya.

Masyarakat mungkin tidak terlalu perlu dengan teori yang rumit2. 

Riri
48/l/bekasi


2010/10/14 Herman Moechtar <[email protected]>

Memang secara umum pantai barat sumatera dan selatan jawa hingga Inodnesia 
Timur 
sewaktu-waktu bisa mengalami bencana besar akibat ulah dari dinamika bumi. 
Namun, sampai saat ini bukannya perisitiwa tersebut tidak dapat diramalkan akan 
tetapi manusia belum mampu meramalnya. Jadi jangan percaya dengan kata-kata 
baik 
dari berbagai pihak termasuk ahlinya, kecuali beberapa saat sebelum bencana itu 
terjadi seperti munculnya riak gelombang, binatang yang berlaku aneh dan 
sebagainya. Percayalah, biar itu tim SBY ataupun ahli manapun gak perlu 
didengar. Yang penting kita waspada dan tawakal saja. Sumatera Barat tidak 
bedanya dengan wilayah-wilayah barat sumatera dan selatan jawa lainnya. Sebagai 
catatan, saya pernah belajar gempa di negara yang setiap harinya terjadi 
gempabumi yaitu Jepang. Mereka  tidak mampu meramal hanya menunggu saja kapan 
bencana itu tiba dan menanggulanginya
> 
>Wassalam,
> 
>Herman Moechtar, Ir., PhD
> 
>Ahli Kebumian/ Geologi
>
>
>
>
________________________________
 From: Darwin <[email protected]>
>To: [email protected]
>Sent: Tue, October 12, 2010 9:31:23 PM
>Subject: [...@ntau-net] Gempa 8,9 Skala Richter dan Tsunami Ancam Padang
>
>Selasa, 12 Oktober 2010 | 16:45 WIB
>
>http://www.tempointeraktif.com/hg/nusa_lainnya/2010/10/12/brk,20101012-284252,id.html
>
>
>TEMPO Interaktif, Padang — Tim 9 yang terdiri dari ahli gempa dan ahli tsunami 
>bentukan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) 
>kembali mengingatkan agar warga Padang, Mentawai, dan pesisir barat Sumatera 
>Barat bersiap menghadapi gempa Megathrust di Pulau Siberut Mentawai dengan 
>kekuatan yang mencapai 8,9 skala Richter dan dapat menimbukan tsunami.
>
>"Kami dari tim sembilan ini rasanya seperti membawa kabar  kematian, tetapi 
>hasil kajian ini memang harus disampaikan agar kita bersiap menghadapi 
>bencana," 
>kata Wahyu Triyoso, pakar gempa yang juga salah satu anggota tim sembilan di 
>Auditorium Kantor Gubernur, Padang, Selasa (12/10).
>
>Hamzah Latif, ahli tsunami memaparkan simulasi tsunami yang bisa melanda 
>Padang 
>dan pesisir sekitarnya jika terjadi megathrust earthquake.
>
>Dalam simulasi terbaru, tsunami bisa menghantam Kota Padang selama 2,5 jam 
>dengan ketinggian 6 meter sejauh 2 kilometer.
>
>"Dengan tsunami seperti itu dan kondisi Kota Padang seperti sekarang, jika 
>tsunami terjadi pada siang hari, kira-kira bisa menimbulkan 150 ribu jiwa, itu 
>yang dihitung manusia bergerak dengan lebar jalan, belum termasuk hambatan 
>lain 
>seperti macet oleh kendaraan, tiang listrik dan bangunan yang roboh," katanya 
>menerangkan.
>
>Hamzah juga tidak bisa membayangkan jika Kota Padang dihantam tsunami yang 
>akan 
>bisa merusak pelabuhan laut dan udara yang  hanya terletak 300 meter dari 
>pantai. Ia membayangkan kota berpenduduk lebih 900 ribu jiwa tersebut akan 
>terisolasi karena jalan darat juga melewati Bukit Barisan.
>
>Ia menyarankan pemerintah pusat dan daerah segera membuat shelter dan jalan 
>evakuasi untuk mengantisipasi ancaman bencana tsunami di Sumatera Barat.
>
>Ahli gempa Danny Hilman Natawijadja dari Laboratorium gempa Lembaga Ilmu 
>Pengetahuan Indonesia (LIPI) yang sudah 20 tahun meneliti gempa di Mentawai 
>mengatakan ancaman gempa di bawah Pulau Siberut atau gempa megathrust sudah di 
>depan mata.
>
>"`Kapan waktunya, sebenarnya masanya sudah lewat, pelepasan itu sudah dimulai 
>pada saat gempa Mentawai 2007 namun ini baru buntutnya, kini tinggal menunggu 
>bapaknya," kata Danny Hilman.
>
>Ia mengingatkan pentingnya mitigasi. Ia mengatakan kegiatan mitigasi selama 
>ini 
>sangat kurang dan jauh tertinggal. Namun itu bukan hanya di Indonesia, tapi 
>juga 
>di dunia  internasional.
>
>"Budayanya yang harus diubah, secara umum di dunia internasional pun belum 
>membudayakan mitigasi, semuanya masih reaktif, setelah terjadi bencana baru 
>datang ramai-ramai melakukan tanggap darurat," kata Danny.
>
>Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief mengatakan, 
>kurangnya kegiatan penanganan mitigasi bencana alam di sejumlah daerah rawan 
>gempa dan tsunami karena dana mitigasi sangat kurang.
>
>"Ini disebabkan karena Undang-Undang Kebencanaan Tahun 2002 dibuat dalam 
>keadaan 
>darurat saat banyak bencana, jadi yang mengatur tentang mitigasi sangat minim, 
>hanya 2 pasal yang membahas mitigasi," ujar Andi Arif.
>
>Andi mengatakan bahkan kurangnya dana mitigasi tersebut menyebabkan kepala 
>Badan 
>Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeluh. Dari Rp 3 triliun dana 
>bencana 
>yang dikelola BNPB hampir tidak ada dianggarkan untuk kegiatan mitigasi. 
>"Sekarang sudah diusulkan agar 10 persen dari dana  tersebut dialokasikan 
>untuk 
>kegiatan mitigasi," kata Andi.
>
>Ia mengatakan sudah memberikan masukan kepada Presiden dan Presiden sudah 
>mulai 
>menyadari betapa pentingnya mitigasi. "Karena hasil kajian Tim 9 yang mengkaji 
>ancaman bencana di Indonesia, antara mitigasi berbasis scientific berbanding 
>terbalik dengan cost, makin banyak penelitian maka persiapannya makin matang," 
>ujarnya.
>
>Andi mengatakan, sejak tsunami Aceh Desember 2004 hingga 2009 sebanyak Rp 150 
>triliun dana APBN terserap untuk penanganan bencana. Itu artinya dalam lima 
>tahun lalu setiap tahun Rp30 triliun tersedot untuk penanganan bencana.
>
>"Dengan memprioritaskan mitigasi mungkin tidak sebesar itu dana habis dan 
>korban 
>gempa-tsunami tidak sebanyak itu," ujarnya.
>
>Andi mengatakan, hasil kajian pihaknya dan Tim 9 yang terdiri dari para ahli 
>gempa-tsunami memetakan enam provinsi dan 13 kabupaten-kota yang potensial 
>bencana. Di antaranya Sumatera Barat (terutama  Padang, Mentawai, dan daerah 
>sekitar), Lampung Barat, Selat Sunda, Pangandaran, dan Yogyakarta.
>
>Gubernur Irwan Prayitno berjanji akan segera membuat perda tata ruang yang 
>baru 
>yang mengatur bangunan harus tahan gempa, shelter-shelter, dan jalan-jalan 
>evakuasi.
>
>Febrianti
>
>
>
>-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib 
>mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>  1. E-mail besar dari 200KB;
>  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>  3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>- Tulis Nama,  Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>
>
-- 
>.
>* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
>wajib 
>mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/~
>* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
>===========================================================
>UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
>- DILARANG:
>1. E-mail besar dari 200KB;
>2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
>3. One Liner.
>- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
>- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
>- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
>- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
>subjeknya.
>===========================================================
>Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
>http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
>

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke