Dima bisa mamasan novel iko dunsanak Andiko. tantu lamak dibaco dan sekaligus 
mancubo meresapi carito nan sakileh ditulis. Sangat 
menarik.................................. 





________________________________
Dari: andiko <[email protected]>
Kepada: rantaunet <[email protected]>
Terkirim: Kam, 14 Oktober, 2010 15:57:19
Judul: [...@ntau-net] Tikam Samurai

Sanak Palanta

Bagi dunsanak nan pernah dibesarkan oleh Novel Tikam Samurai dan Giring-Giring 
Perak karangan Pak Makmoer Hendrik, bersyukurlah, novel itu telah diterbitkan 
lagi. Minggu lalu ukatu singgah di Pakanbaru, ambo sempat mamas an kedua novel 
itu dan diantar oleh petugasnyo ka hotel.

Dibawah adolah sedikit keterangan mengenai novel Tikam Samurai yang pernah ambo 
tulis tahun 2008

__________________________________

Tikam Samurai

Andiko

6/7/2008

“kau tak akan selamat Saburo. Aku bersumpah akan menuntut balas dari akhirat. 
Kau akan mati dibunuh oleh samuraimu sendiri. Akan kau rasakan bagaimana 
senjatamu menikam dirimu. Kau akan ditikam oleh Samurai yang kau bawa dari 
negerimu. Ingat itu baik-baik. Aku bersumpah…..”

Tikam samurai adalah sebuah novel legendaries karangan Makmur Hendrik yang 
dicetak oleh CV. Pena Emas Padang pada Febuari 1983 dengan harga awal 
pernovelnya Rp. 1.000,- (seribu Rupiah).  


Tikam samurai menceritakan seorang anak muda bernama “Bungsu”, anak dari Datuk 
Berabangso, seorang pejuang yang mati terbunuh dalam pertarungan tidak seimbang 
dengan “Saburo Matsuyama” seorang tentara Jepang. Untuk membalaskan dendamnya, 
Si Bungsu kemudian melakukan perjalanan panjang dari Payakumbuh ke Pekanbaru, 
menuju Singapura dan Memasuki Jepang. Disepanjang perjalanannya, si Bungsu 
terlibat dalam pertarungan berdarah dengan tentara Jepang, Pasukan Green Baret 
Inggris, sindikat perdagangan wanita di Singapura, di Tokyo menantang tokoh 
Yakuza Jepang untuk menyelamatkan seorang gadis Jepang dan memilih untuk tidak 
membunuh Saburo Matsuyama, musuh besarnya di Kyoto, tetapi mengantarkan Saburo 
memilih untuk hara-kiri setelah dia kalahkan dalam pertarungan Samurai sejati. 


Yach karena itulah berbilang purnama ia secara otodidak mempelajari seni 
pertarungan bersenjatakan samurai dengan berguru pada alam di Gunung Sago. 
Kematian tragis ayah dan seluruh keluarganya di Nagari Situjuah Ladang Laweh di 
kaki Gunung Sago yang anggun, menjadi spirit yang tak terbendung yang 
mengantarkannya menjadi seorang Samurai. 


…………….dan macan itu datang justru dari atas pohon dimana dia tiarap dibawahnya. 
Macan itu segera mengetahui kehadirannya. Dia menerkam si Bungsu. Namun bagi si 
Bungsu kecepatan mavan itu tak ada artinya dibandig kecepatan yang telah dia 
miliki dalam mencabut dan mempergunakan samuarai. Dia malah tetap berbaring 
diam 
ketika macan itu meloncatinya. Ketika tinggal sedepa lagi, saat itulah 
tangannya 
bergerak. Dua kali dia mengayunkan tangan, saat berikutnya samurainya masuk 
kembali kesarangnya bersamaan dengan rubuh dan terpotong duanya tubuh macan 
tutul itu. Namun kecepatan menghantam macan yang dating menerkam belumlah dapat 
menjadi ukuran. Terkaman macan yang bertubuh besar itu teta saja lambat, 
misalnya dengan terbangnya lalat. Dan inilah yang dia pelajari setelah ini…..

Perjalanan yang berlumur darah itu, juga dilumuri dengan romansa cinta yang 
melibatkan si Bungsu, pemuda semampai berwajah gagah namun dingin itu, dengan 
Mei-Mei dan Mei Ling gadis Cina, Salma, gadis yang dia cintai yang kemudian 
ditakdirkan berjodoh dengan sahabatnya, serta Michiko anak pembunuh ayahnya 
sendiri.

Inilah cuplikan pertarungan legendaries antara Bungsu dan Kawabata, bos Yakuza 
untuk melindungi Hanako. Pertarungan satu lawan satu yang dilakukan dihadapan 
dan membuat membuat takjup Tokugawa, pimpinan Yakuza Tokyo yang berasal dari 
keluarga samurai tua, beserta Sembilan belas bigbos Yakuza lainnya. Dan 
Kawabata, tumbang di kaki si Bungsu dengan teknik samurai diluar pakem yang dia 
pelajari dari pertaurangan tupai di Gunung Sago. Yah itulah jurus “Lompat 
Tupai”.

…………………….Tangan kirinya tergantung seperti biasa memegang ‘tongkat’ usangnya 
itu. Tangan kanannya masih tergantung lemah seperti tak bertenaga. Tubuhnya 
diam 
tak bergerak. Malah yang bermata tajam dapat melihat bahwa dia sebenarnya tidak 
bernafas sejak Kawabata melangkah mendekatinya tadi. Dia telah menghirup nafas 
panjang perlahan, menahannya dirongga dada. Mengeluarkan sedikit.  Kini 
menahannya penuh. Yang kaget bukan main melihat situasi itu adalah Tokugawa. 
Dia 
kaget luar biasa. Dia sudah bias dengan pasti mengatakan siapa menang dan siapa 
yang kalah dalam pertarungan ini……….

Dan saat itulah Kawabata melakukan serangan yang sangat cepat. Serangannya 
menuju dua arah dengan dua kali ayunan. Yang pertama menghantam kaki yang tegak 
sejajar itu. Ada dua kemungkinan.Kalau anak muda ini cepat, maka dia akan 
melompat tinggi. Dan saat itulah Kawabata akan menyerang bagian kepalanya. 
Yaitu 
disaat dia melompat tersebut.  Ini adalah tipuan yang berbahaya. Dan Kawabata 
tersohor dengan serangan tipuannya ini diantara para samurai. 


Namun anak muda itu tidak menggerakkan kakinya sedikitpun untuk melompat. 
Tahu-tahu samurai Kawabata membentur mata samuarai si Bungsu di bawah. Api 
memercik !.
Kawabata melanjutkan serangannya yang kedua, membabat kepala. Serangannya itu 
sangat cepat. Namun bungsu adalah orang yang ditakdirkan menjadi seorang 
samurai 
karena nasip.

Begitu tangan Kawabata mengayunkan samurainya, kaki kannanya melangkah 
kesamping 
dan merendah, dengan cepat dan samuarinya meminta dibawah rusuk  Kawabata !.

Cress!

Kawabata tersurut. Kejadian itu amat cepat tak seroangpun melihat bagaimana 
anak 
muda itu menyerang. Mereka hanya melihat anak muda itu menjatuhkan dirinya 
diatas lutut kaki kirinya itu. Dan tiba-tiba mereka berseru kaget, ketika 
mereka 
melihat darah menetes ke lantai dari rusuk kanan Kawabata !. Kawabata sendiri 
bukan main kagetnya. Dia menatap anak muda itu. Dan anaka muda itu sudah tegak 
lagi seperti tadi dan samuarainya entah sejak kapan sudah tersarung lagi dalam 
sarangnya. 


Dia tegak dengan tangan kiri memegang samurai dan tangan kanan kosong 
melompong. 
Mereka semua seperti berhenti bernafas tatkala Kawabata maju lagi. Darah terus 
mengalir dari lukanya yang cukup lebar. Tiba-tiba Kawabata memekik dan 
menyerang 
bertubi-tubi kea rah anak muda itu.

Anak muda itu tiba-tiba berputar dan kemudian berbalik, samurainya bekerja. 
Tiga 
babatan dibagian atas. Kawabata berusaha menangkis……..tiga babatan ke bawah, 
Kawabata menangkis dengan…..Kawabata melompat dua tindak kebelakang !. Nafasnya 
terengah-engah.

Dan di ujung sana si Bungsu tegak seperti posisinya tadi. Persis ! Tak berobah 
sedikitpun. Tegak dengan kaki terpentang, tangan kiri memegang samurai yang 
tersarung dalam sarangnya, dan tangan kanan kosong serta merta menatap lurus 
kedepan.

Peluh tidak haya membasahi punggung Kawabata. Tapi juga membasahi ke Sembilan 
belas anggota Yakuza yang lain. Mereka belum pernah melihat pertarungan samurai 
yang sehebat dan se aneh ini.

Orang asing itu jelas bergerak tidak menggunakan kuda-kuda samurai, tetapi 
gerakannya sangat cepat, hanya malaikat saja yang tahu betapa cepatnya.

Dan diantara orang-orang itu tahu bahwa sejak tadi Kawabata dipermain-mainkan. 
Ketiga orang itu tahu pasti si Bungsu yang sengaja mempermainkan Kawabata. 


……………….Tiba-tiba Kawabata menggeram dan maju lagi dan kali ini si bungsu 
bergerak cepat. Ketika Kawabata maju, dia bergulung dilantai. Lompat Tupai. 
Kawabata menghindar kekiri sambil membacok rendah. Tetapi anak muda itu 
melenting tegak tiba-tiba. Dan sreet!!! 


Kimono Kawabata dibagian punggung belah dua ! punggungnya tersingkap dan belah 
mengalirkan darah ! . Terdengar seruan tertahan dari para anggota pimpinan 
Yakuza itu.
Tokugawa memandang tak berkedip. Bagaimana bias seseorang yang memegang samurai 
panjang bergulingan dilantai, kemudian menyerang ?. Bergulingan dengan memegang 
samurai saja sudah sebuah pekerjaan yang amat berbahaya. Salah-salah mata 
samuarai itu bias melukai perut ketika bergulingan. Gerak itu tidak pernah 
dikenal oleh para samurai, bahkan oleh para nenek moyang orang Tokyo sendiri.

Kawabata menyerang lagi. Tiga buah sabetan cepat menantinya. Pahanya terbusai. 
Tangannya yang memegang samurai putus hingga siku. Dan perutnya robek !!!!.

Kawabata jatuh berlutut. Si Bungsu tegak didepannya dengan samurai yang telah 
masuk ke sarangnya !. Suasana benar-benar sepi. Diluar salju turun seperti 
kapas. Di dalam darah mengalir seperti kran yang terbuka sumbatnya. 


Kesembilan belas anggota Yakuza Tokyo yang ada dalam ruangan itu menjadi pucat 
melihat kejadian tersebut. Andainya Tokugawa tak berjanji melindungi Hanako, 
maka mereka sendiripun kini tak akan mau ambil resiko mengganggu gadis itu. 
Dengan anak muda yang kecepatan samurainya seperti iblis ini melindungi Hanako, 
siapa yang bakal berani mengganggu ?.......

‘bunuhlah saya….’ Kawabata berkata perlahan dengan suara melemah. ‘saya bukan 
pembunuh’ si Bungsu menjawab. ‘tetapi engkau telah membunuh 5 orang anak buah 
saya….’Kawabata menyanggah. 


‘kematian terlalu enak buatmu Kawabata…’, tapi tiba-tiba ucapannya terhenti. 
Ada 
angin bersuit kearahnya.

Anak muda ini seorang yang memiliki indra yang sangat terlatih. Samurainya 
tercabut lagi dan membabat kesamping. Mata samurai itu beradu dengan sebuah 
benda tipis yang melayang amat cepat. Benda itu terpukul dan mental lalu 
menancap di loteng !. Sebilah samurai pendek ! . Semua orang menoleh pada 
lelaki 
yang melemparkan samurai pendek itu. Dan dia adalah Tokugawa. Si Bungsu 
menghadap kepadanya dan tersenyum. 


‘Sempurna !, seorang samurai sejati memiliki kecepatan dan ketajaman….engkau 
adalah samurai yang sempurna yang pernah ditemukan anak muda. Kecuali gerak 
kakimu yang tidak bias kami mengerti, maka engkau memang orang hebat….’ 
Tokugawa 
berkata dengan nada jujur.

Dan sementara itu Kawabata terjatuh ke lantai. Dia mengerang, menggelepar. 
Orang 
menjadi ngeri melihat lelaki itu mengakhiri nyawanya. Sangat sakit dan 
mengenaskan.

Tangan Tokugawa bergerak lagi. Kali ini sebilah samurai kecil, tak lebih dari 
sejengkal, melayang dari tangannya. Samurai itu menancap persis di jantung 
Kawabata. Kawabata mati saat itu. Berakhirlah penderitaannya…….


Novel ini setidaknya memberikan pengaruh dan sentuhan tersendiri bagi jiwa 
perantau anak muda  Minangkabau yang hidup pada zaman keemasan novel ini. 
Berbeda dengan novel ringan anak-anak generasi MTV hari ini, Tikam Samurai 
mempertajam dan memperbesar keinginan petualangan anak Minang yang sejatinya 
telah terlahir sebagai pengembara. Bahkan, beberapa orang percaya bahwa anak 
muda yang bernama Bungsu itu pernah ada dengan menenteng tongkat tua berisi 
samurai, dengan wajah tampan dan dinginnya. Bungsu telah menjadi spirit bagi 
petualangan pemuda-pemuda Minang, termasuk aku. Hingga kaki ini melintasi 
Tokyo, 
Kyoto, Osaka dan berakhir di Singapura. 



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
  • ... andiko
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... DelfiarS
      • ... andiko
        • ... Marindo Palar

Kirim email ke