Mamak Delfiar, terima kasih sarannyo, maaf telah mengganggu selera untuk 
mengkoleksinyo.

Salam

andiko

----- Original Message -----
From: "DelfiarS" <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, October 6, 2010 12:03:52 AM GMT +07:00 Bangkok, Hanoi, Jakarta
Subject: Re: [...@ntau-net] Tikam Samurai

Saran dari ambo ... dek ndak sado urang suko/sanang mandapek ringkasan 
carito nan detil mode dibawah ko (ndak sero lai, kiro-kiro baitu), alangkah 
rancaknyo lain kali di bagian ateh diagiah patunjuak/tando bahso nan di 
bawah ko adolah ringkasan carito + banyak cuplikan carito ... istilah rang 
lua : SPOILER WARNING ...
Jadi nan ndak suko "keterangan - istilah manuruik sanak Andiko" tu ndak 
lanjuik sampai ka bawah ...
Iko sekedar saran untuak etika manulih ringkasan carito sajo ....
Ambo pribadi tamasuak nan ndak suko tadi, jadi hilang lamak carito dek nyo 
.... padohal wak lah dari dulu nak mangkoleksi tikam samurai tu ...



----- Original Message ----- 
From: "andiko" <[email protected]>
To: "rantaunet" <[email protected]>
Sent: Thursday, October 14, 2010 3:57 PM
Subject: [...@ntau-net] Tikam Samurai


Sanak Palanta

Bagi dunsanak nan pernah dibesarkan oleh Novel Tikam Samurai dan 
Giring-Giring Perak karangan Pak Makmoer Hendrik, bersyukurlah, novel itu 
telah diterbitkan lagi. Minggu lalu ukatu singgah di Pakanbaru, ambo sempat 
mamas an kedua novel itu dan diantar oleh petugasnyo ka hotel.

Dibawah adolah sedikit keterangan mengenai novel Tikam Samurai yang pernah 
ambo tulis tahun 2008

__________________________________

Tikam Samurai

Andiko

6/7/2008

“kau tak akan selamat Saburo. Aku bersumpah akan menuntut balas dari 
akhirat. Kau akan mati dibunuh oleh samuraimu sendiri. Akan kau rasakan 
bagaimana senjatamu menikam dirimu. Kau akan ditikam oleh Samurai yang kau 
bawa dari negerimu. Ingat itu baik-baik. Aku bersumpah…..”

Tikam samurai adalah sebuah novel legendaries karangan Makmur Hendrik yang 
dicetak oleh CV. Pena Emas Padang pada Febuari 1983 dengan harga awal 
pernovelnya Rp. 1.000,- (seribu Rupiah).

Tikam samurai menceritakan seorang anak muda bernama “Bungsu”, anak dari 
Datuk Berabangso, seorang pejuang yang mati terbunuh dalam pertarungan tidak 
seimbang dengan “Saburo Matsuyama” seorang tentara Jepang. Untuk membalaskan 
dendamnya, Si Bungsu kemudian melakukan perjalanan panjang dari Payakumbuh 
ke Pekanbaru, menuju Singapura dan Memasuki Jepang. Disepanjang 
perjalanannya, si Bungsu terlibat dalam pertarungan berdarah dengan tentara 
Jepang, Pasukan Green Baret Inggris, sindikat perdagangan wanita di 
Singapura, di Tokyo menantang tokoh Yakuza Jepang untuk menyelamatkan 
seorang gadis Jepang dan memilih untuk tidak membunuh Saburo Matsuyama, 
musuh besarnya di Kyoto, tetapi mengantarkan Saburo memilih untuk hara-kiri 
setelah dia kalahkan dalam pertarungan Samurai sejati.

Yach karena itulah berbilang purnama ia secara otodidak mempelajari seni 
pertarungan bersenjatakan samurai dengan berguru pada alam di Gunung Sago. 
Kematian tragis ayah dan seluruh keluarganya di Nagari Situjuah Ladang Laweh 
di kaki Gunung Sago yang anggun, menjadi spirit yang tak terbendung yang 
mengantarkannya menjadi seorang Samurai.

…………….dan macan itu datang justru dari atas pohon dimana dia tiarap 
dibawahnya. Macan itu segera mengetahui kehadirannya. Dia menerkam si 
Bungsu. Namun bagi si Bungsu kecepatan mavan itu tak ada artinya dibandig 
kecepatan yang telah dia miliki dalam mencabut dan mempergunakan samuarai. 
Dia malah tetap berbaring diam ketika macan itu meloncatinya. Ketika tinggal 
sedepa lagi, saat itulah tangannya bergerak. Dua kali dia mengayunkan 
tangan, saat berikutnya samurainya masuk kembali kesarangnya bersamaan 
dengan rubuh dan terpotong duanya tubuh macan tutul itu. Namun kecepatan 
menghantam macan yang dating menerkam belumlah dapat menjadi ukuran. 
Terkaman macan yang bertubuh besar itu teta saja lambat, misalnya dengan 
terbangnya lalat. Dan inilah yang dia pelajari setelah ini…..

Perjalanan yang berlumur darah itu, juga dilumuri dengan romansa cinta yang 
melibatkan si Bungsu, pemuda semampai berwajah gagah namun dingin itu, 
dengan Mei-Mei dan Mei Ling gadis Cina, Salma, gadis yang dia cintai yang 
kemudian ditakdirkan berjodoh dengan sahabatnya, serta Michiko anak pembunuh 
ayahnya sendiri.

Inilah cuplikan pertarungan legendaries antara Bungsu dan Kawabata, bos 
Yakuza untuk melindungi Hanako. Pertarungan satu lawan satu yang dilakukan 
dihadapan dan membuat membuat takjup Tokugawa, pimpinan Yakuza Tokyo yang 
berasal dari keluarga samurai tua, beserta Sembilan belas bigbos Yakuza 
lainnya. Dan Kawabata, tumbang di kaki si Bungsu dengan teknik samurai 
diluar pakem yang dia pelajari dari pertaurangan tupai di Gunung Sago. Yah 
itulah jurus “Lompat Tupai”.

…………………….Tangan kirinya tergantung seperti biasa memegang ‘tongkat’ usangnya 
itu. Tangan kanannya masih tergantung lemah seperti tak bertenaga. Tubuhnya 
diam tak bergerak. Malah yang bermata tajam dapat melihat bahwa dia 
sebenarnya tidak bernafas sejak Kawabata melangkah mendekatinya tadi. Dia 
telah menghirup nafas panjang perlahan, menahannya dirongga dada. 
Mengeluarkan sedikit.  Kini menahannya penuh. Yang kaget bukan main melihat 
situasi itu adalah Tokugawa. Dia kaget luar biasa. Dia sudah bias dengan 
pasti mengatakan siapa menang dan siapa yang kalah dalam pertarungan ini……….

Dan saat itulah Kawabata melakukan serangan yang sangat cepat. Serangannya 
menuju dua arah dengan dua kali ayunan. Yang pertama menghantam kaki yang 
tegak sejajar itu. Ada dua kemungkinan.Kalau anak muda ini cepat, maka dia 
akan melompat tinggi. Dan saat itulah Kawabata akan menyerang bagian 
kepalanya. Yaitu disaat dia melompat tersebut.  Ini adalah tipuan yang 
berbahaya. Dan Kawabata tersohor dengan serangan tipuannya ini diantara para 
samurai.

Namun anak muda itu tidak menggerakkan kakinya sedikitpun untuk melompat. 
Tahu-tahu samurai Kawabata membentur mata samuarai si Bungsu di bawah. Api 
memercik !.
Kawabata melanjutkan serangannya yang kedua, membabat kepala. Serangannya 
itu sangat cepat. Namun bungsu adalah orang yang ditakdirkan menjadi seorang 
samurai karena nasip.

Begitu tangan Kawabata mengayunkan samurainya, kaki kannanya melangkah 
kesamping dan merendah, dengan cepat dan samuarinya meminta dibawah rusuk 
Kawabata !.

Cress!

Kawabata tersurut. Kejadian itu amat cepat tak seroangpun melihat bagaimana 
anak muda itu menyerang. Mereka hanya melihat anak muda itu menjatuhkan 
dirinya diatas lutut kaki kirinya itu. Dan tiba-tiba mereka berseru kaget, 
ketika mereka melihat darah menetes ke lantai dari rusuk kanan Kawabata !. 
Kawabata sendiri bukan main kagetnya. Dia menatap anak muda itu. Dan anaka 
muda itu sudah tegak lagi seperti tadi dan samuarainya entah sejak kapan 
sudah tersarung lagi dalam sarangnya.

Dia tegak dengan tangan kiri memegang samurai dan tangan kanan kosong 
melompong. Mereka semua seperti berhenti bernafas tatkala Kawabata maju 
lagi. Darah terus mengalir dari lukanya yang cukup lebar. Tiba-tiba Kawabata 
memekik dan menyerang bertubi-tubi kea rah anak muda itu.

Anak muda itu tiba-tiba berputar dan kemudian berbalik, samurainya bekerja. 
Tiga babatan dibagian atas. Kawabata berusaha menangkis……..tiga babatan ke 
bawah, Kawabata menangkis dengan…..Kawabata melompat dua tindak kebelakang 
!. Nafasnya terengah-engah.

Dan di ujung sana si Bungsu tegak seperti posisinya tadi. Persis ! Tak 
berobah sedikitpun. Tegak dengan kaki terpentang, tangan kiri memegang 
samurai yang tersarung dalam sarangnya, dan tangan kanan kosong serta merta 
menatap lurus kedepan.

Peluh tidak haya membasahi punggung Kawabata. Tapi juga membasahi ke 
Sembilan belas anggota Yakuza yang lain. Mereka belum pernah melihat 
pertarungan samurai yang sehebat dan se aneh ini.

Orang asing itu jelas bergerak tidak menggunakan kuda-kuda samurai, tetapi 
gerakannya sangat cepat, hanya malaikat saja yang tahu betapa cepatnya.

Dan diantara orang-orang itu tahu bahwa sejak tadi Kawabata 
dipermain-mainkan. Ketiga orang itu tahu pasti si Bungsu yang sengaja 
mempermainkan Kawabata.

……………….Tiba-tiba Kawabata menggeram dan maju lagi dan kali ini si bungsu 
bergerak cepat. Ketika Kawabata maju, dia bergulung dilantai. Lompat Tupai. 
Kawabata menghindar kekiri sambil membacok rendah. Tetapi anak muda itu 
melenting tegak tiba-tiba. Dan sreet!!!

Kimono Kawabata dibagian punggung belah dua ! punggungnya tersingkap dan 
belah mengalirkan darah ! . Terdengar seruan tertahan dari para anggota 
pimpinan Yakuza itu.
Tokugawa memandang tak berkedip. Bagaimana bias seseorang yang memegang 
samurai panjang bergulingan dilantai, kemudian menyerang ?. Bergulingan 
dengan memegang samurai saja sudah sebuah pekerjaan yang amat berbahaya. 
Salah-salah mata samuarai itu bias melukai perut ketika bergulingan. Gerak 
itu tidak pernah dikenal oleh para samurai, bahkan oleh para nenek moyang 
orang Tokyo sendiri.

Kawabata menyerang lagi. Tiga buah sabetan cepat menantinya. Pahanya 
terbusai. Tangannya yang memegang samurai putus hingga siku. Dan perutnya 
robek !!!!.

Kawabata jatuh berlutut. Si Bungsu tegak didepannya dengan samurai yang 
telah masuk ke sarangnya !. Suasana benar-benar sepi. Diluar salju turun 
seperti kapas. Di dalam darah mengalir seperti kran yang terbuka sumbatnya.

Kesembilan belas anggota Yakuza Tokyo yang ada dalam ruangan itu menjadi 
pucat melihat kejadian tersebut. Andainya Tokugawa tak berjanji melindungi 
Hanako, maka mereka sendiripun kini tak akan mau ambil resiko mengganggu 
gadis itu. Dengan anak muda yang kecepatan samurainya seperti iblis ini 
melindungi Hanako, siapa yang bakal berani mengganggu ?.......

‘bunuhlah saya….’ Kawabata berkata perlahan dengan suara melemah. ‘saya 
bukan pembunuh’ si Bungsu menjawab. ‘tetapi engkau telah membunuh 5 orang 
anak buah saya….’Kawabata menyanggah.

‘kematian terlalu enak buatmu Kawabata…’, tapi tiba-tiba ucapannya terhenti. 
Ada angin bersuit kearahnya.

Anak muda ini seorang yang memiliki indra yang sangat terlatih. Samurainya 
tercabut lagi dan membabat kesamping. Mata samurai itu beradu dengan sebuah 
benda tipis yang melayang amat cepat. Benda itu terpukul dan mental lalu 
menancap di loteng !. Sebilah samurai pendek ! . Semua orang menoleh pada 
lelaki yang melemparkan samurai pendek itu. Dan dia adalah Tokugawa. Si 
Bungsu menghadap kepadanya dan tersenyum.

‘Sempurna !, seorang samurai sejati memiliki kecepatan dan ketajaman….engkau 
adalah samurai yang sempurna yang pernah ditemukan anak muda. Kecuali gerak 
kakimu yang tidak bias kami mengerti, maka engkau memang orang hebat….’ 
Tokugawa berkata dengan nada jujur.

Dan sementara itu Kawabata terjatuh ke lantai. Dia mengerang, menggelepar. 
Orang menjadi ngeri melihat lelaki itu mengakhiri nyawanya. Sangat sakit dan 
mengenaskan.

Tangan Tokugawa bergerak lagi. Kali ini sebilah samurai kecil, tak lebih 
dari sejengkal, melayang dari tangannya. Samurai itu menancap persis di 
jantung Kawabata. Kawabata mati saat itu. Berakhirlah penderitaannya…….


Novel ini setidaknya memberikan pengaruh dan sentuhan tersendiri bagi jiwa 
perantau anak muda  Minangkabau yang hidup pada zaman keemasan novel ini. 
Berbeda dengan novel ringan anak-anak generasi MTV hari ini, Tikam Samurai 
mempertajam dan memperbesar keinginan petualangan anak Minang yang sejatinya 
telah terlahir sebagai pengembara. Bahkan, beberapa orang percaya bahwa anak 
muda yang bernama Bungsu itu pernah ada dengan menenteng tongkat tua berisi 
samurai, dengan wajah tampan dan dinginnya. Bungsu telah menjadi spirit bagi 
petualangan pemuda-pemuda Minang, termasuk aku. Hingga kaki ini melintasi 
Tokyo, Kyoto, Osaka dan berakhir di Singapura.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
  • ... andiko
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
    • ... DelfiarS
      • ... andiko
        • ... Marindo Palar

Kirim email ke