Sanak Bot Piliang n sanak palanta.
Rehal pokok posting ini,mes ti dikaji secara jernih n faktual JB sapandapek
dengan Bot Pi liang,dimana daerah nn dijadi kan exodus akan aman dari bencana?
Kalau tajadi galodo dari Gn.Singgalang n Tandikek, kama ka lari rang Kik
Tinggi(baca Agam),ka Pasisiia? Jauh bana n sebaliknyo tajadii Tsunami dari
Lauik,kama kala ri rang kota2 Padang,Piaman, Tiku,Tarusan,Painan,Indropu ro
dlsb.
Satahu JB,gejala alam dhi Gampo or Galodo or Tsunami ndak bisa dipridiksi
secaro logika,bilo ka tajadinyo,bara kekuatan skala richter nnkan tajadi.
Manuruik JB,nn paralu kini adolah memberikan penyulu han n informasi
kepada pendu duk baik nn tingga didaerah pasisia or darek,tetaplah ting ga
dirumah masing2 n tawak kal sarato basarah diri kepada Allah Rabbul
Izzati,semoga ter hindar dari bencana.
Sekedar ilustrasi,jarak kota Piaman dari bibia pantai sam pai daerah nn
agak tinggi(Padusunan,Sikapak,Btg Ka buang,daerah2 ini dialiri batang aia
Jati,Kapau,Mangau Nareh nn bamuaro kalauik dimuko Piamana) kl 3km.Kok tajadi
Tsunami di Piaman,deng an kecepatan aia lauik nn man guluang kl 30km/jam,tidak
seorang juapun nnakan selamat sampai di Padusunan.
Dan sebaliknya kalau tajadi galodo dari Gn.Singgalang n Tandikek manuju Kik
Tinggi, semua penduduk dialiran Ga lodo itu akan musnah.Inna lil lahi wa inna
ikahi rajiun.
Wacana tuk maadokan saga lo peringatan dini kan tajadi gampo or kampung
exodus,sah sah sajo atau manyadiokan pa lampuang disetiap rumah di
Pasisia,buliah sajo.
Nan alun tapikia kini ko,apo nn kadisiapkan di darek,kok ta jadi galodo
Gadang.Bingung JB mamikiakanno.
Jo Buyuang,71thn,gala Sutan dari ayah,Dt Rajo Jambi dari pasukuan Melayu
Mandailing, Duirian Kambuik,Padusunan,ki ni di Bonjer,Jakbar.
Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone
-----Original Message-----
From: Bot S Piliang <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Tue, 19 Oct 2010 00:49:34
To: Sma<[email protected]>; Rantau<[email protected]>;
darlis<[email protected]>; kharul jasmi<[email protected]>;
herlinamet<[email protected]>; <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: Re: [...@ntau-net] Eksodus
Buya...
Pertanyaan ambo, apakah ado jaminan pulo di Bukittinggi atau dmanapun kota yang
dijadikan lokasi eksodus tersebut akan aman dari bencana? Untuk diingat saja,
Tsunami pernah terjadi di Padang pada tahun 1830an, bibir pantai padang sampai
ke pariaman hancur, bahkan di Pariaman ada daerah bernama Galombang karena pada
sat Tsunami tersebut terjadi konon Galombang Galoro itu sampaike daerah
tersebut (lokasi Galombang dari Pantai Pariaman sekitar 2 km).
Belanda pun membangun kota Padang tidak persisi di pinggir pantai, tapi
dibelakang Gunugn Padang yang terlindung dari ancaman ombak dan pasang. Hanya
saja pemda kita tidak mau belajar dari kondisi2 tersebut. Kampung-kampugn
tradisional di padang, seperti Pauh, Kuranji, Gantiang, masih tetap ada dan
bertahan.
Dari peikiran ambo nan muda matah ko, bukan bermaksud menegasi pendapat buya,
tapi menurut ambo banyak langkah2 yang lebih pas untuk mengantisipasi isu gempa
tersebut. Antara lain mempercepat pemindahan pusat-pusat kegiatan masyarakat ke
Air Pacah atau di kawasan By Pass, dan mengungai aktifitas masyarakat di
sepanjang pesisir pantai.
Kalau ibu kota Padang akan di pindahkan, silahkan saja. Namun untuk
mengosongkan kota Padang, saya agak kurang sepakat untuk hal itu.
Saya sepakat dengan mamak Zulkarnain Kahar, bahwa tugas ktia adalah bagaimana
mengakrabkan penduduk dengan gempa. Membangun pusat-pusat perekonomian baru di
luar bukittinggi dan padang (menurut saya, kawasan Bukittinggi agaknya sudah
sangat ramai dan melebihi kapasitas daya dukungnya), seperti Payakumbuh dan
Dharmasyraya yang relatif lebih aman dari aktifitas tektonik.
Bot Sosani Piliang
Just an Ordinary Man with Extra Ordinary Dream
www.botsosani.wordpress.com
Hp. 08123885300
--- On Tue, 10/19/10, [email protected] <[email protected]> wrote:
From: [email protected] <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Eksodus
To: "Sma" <[email protected]>, "Rantau" <[email protected]>,
"darlis" <[email protected]>, "kharul jasmi"
<[email protected]>, "herlinamet" <[email protected]>
Date: Tuesday, October 19, 2010, 12:16 AM
بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ
السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Eksodus
Oleh K Suheimi
Setahun yang lalu. Gempa yg memporak porandakan Padang, Pariaman dan Agam jauh
sebelumnya sudah diperkirakan cuma kurang di perhitungkan
Menurut para ahli, gempa yang terjadi ternyata belumlah gempa yang di ramalkan
yang jauh lebih besar yaitu gempa bila caesar Mentawai, bila ini patah akan
mengeluarkan energi yang selama ini tersimpan yang akan menimbulkan gempa 8,9
skala reighter
Dan kalau ini terjadi akan meluluh lantakan bangunan yang sekarang masih tersisa
Gempa yang terajadi akibat pergerakan kulit bumi menuju keseimbangan baru.
Ada juga yang mengatakan sesudah gempa besar itu terjadi kelak peta sumatra
akan berubah
Siapa tahu bisa-bisa bibir pantai padang dan kota padang sampai batas bukit
barisan akan patah ke dalam laut, pinggir dan bibir pantai pindah dan berubah
sampai kedekat kaki bukit barisan.
Kalau yang di prediksi dan menurut perhitungan ke ahlian dan ke iilmuan itu
akan terjadi.
Letak geografis kota Padang di atas dua lempeng bumi membuat kota dan pulau
Sumatra rawan gempa. Masih terbayang tahun 2004, tsunami telah meminta 180 ribu
korban di Aceh.
Maka sudah saatnya peristiwa gempa 30 september dijadikan awal dan moment untuk
memindahkan kota Padang beserta penduduknya.
Kalau kita simak cara pemindahan satu kota agar melibatkan semua penduduk
Pertama lakukan pemindahan pemerintahan misalnya ke B Tinggi
Tinggikan pajak pada penduduk yang masih bertahan tinggal di Padang, sehingga.
Penduduk jadi tak betah disana.
Jika manusia merasa hidup serba susah dia akan berusaha mencari tempat usaha
yang lebih memungkinkan mereka mencari hidup
Saudara-saudaranya yang dirantau tak tahan melihat derita hidup dunsanaknya ,
akan berusaha mengajaknya merantau dan membuka usaha baru di rantau
Dengan demikian eksodus yang terjadi itu secara berangsur tapi pasti tanpa
pemerintah mengeluarkan biaya yang besar
Dana yang terkumpul untuk penanggulangi biaya gempa ini ada baiknya digunakan
sebagai bekal dan modal bagi dunsanak kita untuk pindah
Sekarang ancaman bahaya yang lebih dahyat mengintai
Gempa Mentaai ssudah di depaan mata, kata ahlinya dan layak dipercaya.
Kalau gempa kemarin ini adalah cubitan dari Allah untuk mengingatkan kita,
mungkin sebagai seruan agar kita berpikir apakah masih tetap mempertahankan
Padang dan bersikuat untuk tetap tinggal di sini, atau terbuka alernanif lain
kita hengkang dan pindah dari sana
Mari kita bangun mari kita bangkit. Setiap orang kampung punya belahan dan
saudara di rantau
Merantau dan meninggalkan kampung untuk memperbaiki kehidupan adalah pilihan
orang minang sejak dulu kala.
Nasibmu tak akan berobah bila kamu tak mau merubah nasib itu
Pemikiran ini sebagai renungan, agar Dana yang terkumpul bisa kita jadikan
modal untuk memulai hidup baru di rantau
Mungkin bisa lebih baik
Saya mohon maaf jik tulisan ini tak berkenan.
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman SuciNya;
Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di
muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya
Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang
ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap
sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada
pelindung bagi mereka selain Dia. 13;11
وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
Pekanbaru 19 Okt 2010
Tulisan ini bisa dibaca pada
http://hospital-pmc.com/
Powered by Telkomsel BlackBerry®
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.