Da Riri, Kalau saya untuk dunsanak saya dikampung sudah saya beri tau semuanya. Jangan cemas. Kebetulan saya punya teman yang paling tidak bisa saya percaya ilmunya. Dia bilang itu biasa, tidak ada hubungannya dengan gempa. Bertawakkal saja kepada Allah Azza Wajala katanya. Alhamdulillah yang tadinya sebagian sudah linggas ke Indaruang...kembali ke rumah..
Mohon maaf. Rahyussalim L,40th, jkt Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: "Riri Mairizal Chaidir" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 21 Oct 2010 09:59:20 To: Milis RantauNet<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: Bls: [...@ntau-net] Muncul Cincin Matahari Warga Padang Mengungsi Waalaikumsalam wr.wb Armen, maaf, kok saya merasa aneh ya, ini "dibebankan" ke masyarakat. Logikanya begini. Masyarakat Padang melihat Halo (?), dan karena mengkaitkan dengan pengalaman yang lalu, mereka jadi cemas. Dalam keadaan cemas, Armen berharap mereka akan membuka internet untuk mencari tahu apakah kecemasan mereka beralasan atau tidak? Lagian, apakah informasi itu ada di internet? Maaf, ada yang saya lupa bertanya, seberapa besar porsi "melek internet" di Padang? Apakah melebihi kota2 besar di Amerika, sehinga Armen berharap masyarakat akan mencari informasi di internet. Saran Armen untuk memaklumi dan ajakan bersinergi, bagus. Tapi kapan? Bukannya orang2 itu paniknya sekarang? Kok ruwet banget Men, mikirnya? Kalau saya siy, pikiran saya sederhana sekali Men. Kalau otoritas yakin bahwa kecemasan masyarakat itu tidak beralasan, apa sulitnya sih mengumumkan melalui radio, tv, speaker mesjid dll bahwa itu tidak ada apa2. Riri 48/L/bekasi Powered by Telkomsel BlackBerry® -----Original Message----- From: Armen Zulkarnain <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 21 Oct 2010 16:20:39 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Bls: [...@ntau-net] Muncul Cincin Matahari Warga Padang Mengungsi Assallamualaikum wr wb pak Riri Mairizal Chaidir yang baik, saya kira ini masalah sosialisasi Mitigasi ke masyarakat. Selain itu, masyarakat kita juga kurang mencari tahu soal mitigasi ini di media internet. Saya kira, topik Mitigasi ada "segerobak" bila kita ingin mencarinya. Kesimpulan saya, tidak ada yang salah 100 % & tidak ada yang benar 100 %. Alangkah baiknya kita memaklumi segala kekurangan itu & perlu digalang sinergi kembali bersama-sama. Salam ta'zim. wasalam AZ - 32 th Padang ________________________________ Dari: Riri Mairizal Chaidir <[email protected]> Kepada: Milis RantauNet <[email protected]> Terkirim: Kam, 21 Oktober, 2010 15:01:12 Judul: Re: [...@ntau-net] Muncul Cincin Matahari Warga Padang Mengungsi Kalau berita ini benar, artinya masyarakat ketakutan, dan mulai mengungsi. Kalau secara ilmiah (seperti pernyataan BMKG) ketakutan itu tidak beralasan. Tinggal pertanyaan saya, dimana Pemda, Ninik Mamak, Alim Ulama, Tokoh Masyarakat? Apakah ada tindakan mereka untuk menenangkan masyarakat? Riri 48/L/bekasi Powered by Telkomsel BlackBerry® ________________________________ From: Reni Sisri Yanti <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Thu, 21 Oct 2010 00:39:49 -0700 (PDT) To: [email protected]<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Muncul Cincin Matahari Warga Padang Mengungsi http://nasional.vivanews.com/news/read/184159-halo-matahari--warga-padang-pilih-mengungsi Muncul Cincin Matahari Warga Padang Mengungsi Bahkan ada sekolah yang memulangkan muridnya. Kamis, 21 Oktober 2010, 13:20 WIB Ita Lismawati F. Malau Halo Matahari di Kota Padang (Pembaca VIVAnews/ Jerry Oktavian) VIVAnews - Sejumlah kantor di Padang sepi karena fenomena halo matahari yang muncul di langit Kota Padang, Sumatera Barat. Warga pun memilih mengungsi dan menjauhi pantai karena takut akan ancaman gempa besar. “Kantor pada kosong, para siswa ada yang disuruh pulang sama gurunya,” ujar salah satu warga Imme Kirana, Kamis 21 Oktober 2010. Ketakutan ini mengalir karena masyarakat mengaitkan fenomena ini dengan kemunculan matahari serupa sehari pasca gempa 7,9 Skala Richter (SR) pada 30 September 2009. Pantauan VIVAnews, jalanan terlihat sepi dan sejumlah pegawai kantor memilih pulang. Seperti yang terlihat di Kejaksaan Tinggi Sumbar, Jalan Raden Saleh. Sejumlah pegawai memilih pulang karena beredar informasi tentang kewaspadaan menghadapi gempa besar. Kepala Badan Meteorologi Geofisi Klimatologi (BMKG) Wilayah Maritim Teluk Bayur Padang Amarizal membantah isu yang berkembang di masyarakat. Amarizal mengaku, fenomena ala ini bisa muncul karena pantulan partikel udara yang terkena pantulan sinar matahari. “Jadi tidak ada hubungannya dengan gempa. Ini dua fenomena alam yang berbeda,” ujar Amarizal. Ia mengakui, saat ini terdapat sejumlah titik api yang bisa memancing munculnya kabut asap. Kabut asap yang melanda provinsi tetangga Riau, juga diperkirakan penyebab munculnya cincin matahari (halo matahari). “Bisa jadi kabut asap juga memancing munculnya fenomena ala mini.. Ini fenomenal alam biasa,” katanya. Masyarakat Kota Padang dihebohkan dengan fenomena alam Matahari yang dilingkari cincin berwarna pelangi sejak pukul 10.00 WIB. Hingga kini, cincin matahari mulai terlihat menipis. Sejumlah pengendara sepeda motor memarkir kendaraannya di pinggir jalan untuk mengabadikan momen ini. Fenomena cincin matahari ini sempat menjadi perbincangan hangat di kalangan warga kota. Matahari terlihat seperti dilingkari cincin besar dan terkesan menutupi cahayanya. Cincin besar ini terlihat berwarna pelangi sedangkan bagian dalam cincin dipenuhi warna hitam. Matahari seperti tertelan warna hitam besar dan menyisakan cahaya kecil ibarat cahaya lampu di malam hari. (Laporan: Eri Naldi, Padang | MT) Renny,ancol mudah2an ndak tajadi apo2....tp tadi rang padang abih manelpon, agak kwatir ado pulo yang ka mangungsi pulang ka kampuang... -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
