DPRD Sumbar Pergi ke Italia http://regional.kompas.com/read/2010/10/22/22232430/DPRD.Sumbar.Pergi.ke.Italia
PADANG, KOMPAS.com - Dana APBD Sumbar sebesar lebih dari Rp 500 juta bakal dihabiskan sembilan anggota DPRD Sumbar guna berkunjung ke Italia. Sekretaris DPRD Sumbar, Nasral Anas, Jumat (22/10/2010), mengatakan bahwa kunjungan bakal dilakukan dengan tujuan Roma, Italia, oleh tujuh orang dari Komisi II bidang ekonomi dan keuangan, seorang anggota dari Komisi I bidang pemerintahan, serta seorang wakil ketua. Kunjungan itu bakal dilakukan antara 25 Oktober dan 2 November mendatang guna menghadiri pameran kopi. Menurut Nasral, DPRD Sumbar memastikan dana bahwa perjalanan dalam kunjungan tersebut sebesar Rp 58 juta untuk setiap orang. Dengan demikian, total Rp 522.000.000 dana APBD Sumbar bakal dikeluarkan untuk kunjungan tersebut. Sembilan anggota DPRD Sumbar yang berangkat ke Italia itu terdiri dari Wakil Ketua DPRD Sumbar Leonardy Harmainy serta tujuh orang dari Komisi II yang masing-masing adalah Zailis Usman, Dodi Delvi, Ilson Cong, Arkadius, Musmaizer, Indra Datuk Rajo Lelo, dan Edi Sutrisno. Adapun seorang anggota Komisi I yang berangkat ialah Liswandi. Salah seorang anggota Komisi II yang bakal berangkat ke Italia, Zailis Usman, enggan memberikan jawaban lebih lanjut ketika ditanya perihal kunjungan undangan Kementerian Pertanian itu. "Biar kopi kita laku di sana," kata Zailis singkat. ----------------- Ota di lapau sbb: Dari sejarah tabaco bahwa salah satu faktor nan mempengaruhi kehidupan masyarakat MK zaman saisuak ialah adonyo "perkebunan kopi rakyat". Ditunjuknya mantri mantri kopi yang pandai admisnistrasi/tulis baco --->anak kemenakan mereka mendapat pendidikan sistem Belanda....dst. Segi negatifnyo tantu ado pulo dari tanaman kopi rakyat tsb. Tanaman perkebunan lainnyo sarupo karet, kulik manih satahu ambo indak menghasilkan cadiak pandai nan bisa administrasi huruf latin. Jadi manuruik ambo satantangan kopi iko paralu awak otakan pulo. 1. Harga kopi saat ini berkisar antara Rp 16.000,- sd. Rp 20.000,- Untuk pergi ke Italia, para anggota DPRD itu mengeluarkan dana Rp 522.000.000,- Rp 522.000.000,- : Rp 20.000,- = 26.100 kg. kopi; yang sumbernya dari hasil keringat para petani SB. Hal ini karena ekspor kopi dari SB bukan hasil perusahaan perkebunan besar, akan tetapi berasal dari hasil perkebunan rakyat; dengan demikian uang jalan para anggota DPRD tsb. berasal dari sumbangan (pajak) lk. 3000 sampai 5000 petani kopi SB. (diasumsikan setiap petani kopi menyumbang lk. 10 kg kopi kering.) 2. Kalau alasan mau berjualan kopi ke Italia agar kopinya laku di sana, semestinya yang berangkat seharusnya lembaga eksekutif (kantor perdagangan atau KADINDA atau Saudagar Minang), dan bukan lembaga legislatif (pembuat UU). Iko pelajaran Trias Politica kutiko ambo di SMA dulu. 3. Nilai pitih sebanyak setengah milyar untuak prov. SB labiah elok dipakai untuak kegiatan peningkatan mutu hasil kopi petani. Kok ingin membantu petani kopi, labiah elok pitih tsb. dihadiahkan ka petani secaro tak langsuang, misalnya petani belajar memproduksi kopi luak ka Jawa dan balikan bibit musang tsb. Diajai anak kamanakan nan di kampuang itu memprodiksi kopi luak (musang) 4. Eh iyo hampia lupo ambo, kini kan sedang gencar iklan "mamamia", apokoh ado hubuangannyo jo nagari Italia iko. Salam, banyak maaf Abraham Ilyas Pernah menjadi petani kopi. tahu rasanya -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
<<clip_image001.jpg>>
