Batua koh baitu kecek baliau? .......Kepala Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, Ade Edward mengatakan early warning system tidak diperlukan di Kepulauan Mentawai ......
Mudah-mudahan katarangan kakeh-kambeh urang DPR (ketua?) jo baliau ko indak basdasar bias dan malecehkan Anakbumi Menawai. Tapi bacolah keterangan ahli di bawah ko. -- MakNgah Sjamsir Sjarif Peneliti: Detektor Tsunami Diperlukan di Mentawai Jum'at, 29 Oktober 2010 | 01:06 WIB Besar Kecil Normal foto Korban tsunami di desa Parorogat, pulau Pagai, Sumatera Barat. AP Photo/Achmad Ibrahim TEMPO Interaktif, Jakarta - Peneliti gempa dari Program Studi Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB) Alamta Singarimbun mengatakan detektor tsunami tetap perlu dipasang di sekitar Kepulauan Mentawai. Menurut dia, keberadaan detektor diperlukan warga Mentawai untuk bereaksi menghadapi terjangan gelombang tsunami. "Bukan masalah dekat atau tidak namun kesempatan masyarakat untuk bereaksi," ujar Alamta saat dihubungi Tempo, Kamis (28/10). Menurut Alamta, perhitungan jeda waktu 5 menit antara gempa dengan kedatangan gelombang tsunami akan membuat perbedaan besar bagi masyarakat Mentawai. Apalagi, tambahnya, jeda waktu 5 menit tersebut merupakan waktu tercepat untuk sumber gempa yang dekat sekali dengan Mentawai. Sementara terdapat sumber gempa dan tsunami lain yang lebih jauh sehingga butuh waktu rambat lebih lama. Zona subduksi, sebagai sumber gempa dan tsunami, adalah berupa formasi memanjang dari ujung utara hingga selatan Pulau Sumatera. Karena itu, pemerintah tetap harus memperhitungkan asal gempa yang berasal dari zona subduksi yang lebih jauh dari Mentawai. "Jika gempa berasal dari zona subduksi yang lebih jauh maka rambatan tsunami butuh waktu lebih lama, kesempatan untuk bereaksi juga lebih panjang," yakinnya. Sebelumnya, Kepala Pusat Pengendali Operasional (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatra Barat, Ade Edward mengatakan early warning system tidak diperlukan di Kepulauan Mentawai karena tsunami terjadi sangat cepat. ANTON WILLIAM http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/2010/10/29/brk,20101029-287971,i\ d.html -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
