Editorial Media Indonesia,  Jumat, 29 Oktober 2010 00:00 WIB

MBAH Marijan bukan siapa-siapa. Tetapi, kakek berusia 83 tahun itu memperoleh 
perhatian khusus di antara puluhan korban Merapi yang dikuburkan kemarin. Isak 
tangis ribuan orang mengiringinya ke liang lahat.

Publik menghormati Mbah Marijan karena dia adalah contoh paripurna tentang 
ketaatan pada perintah sampai mati. Mayatnya yang ditemukan dalam posisi sujud 
menjelaskan sebuah rasionalitas lain yang dipuja sampai akhir hayat tanpa 
kompromi.

Lengkapnya di:

http://www.mediaindonesia.com/read/2010/10/29/178466/70/13/Mbah-Marijan-Setia-sampai-Mati


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke