Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu
SUNATULLAH
(Untuk
dipikirkan dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah)
‘Allah yang menciptakan langit dan bumi
dan apa saja yang terletak di antara keduanya dalam enam masa. Kemudian Dia
bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada penolong bagi kalian dan tidak pula pemberi
syafaat selain daripada Nya. Mengapa kalian tidak mengambil pelajaran.’(Surah
As Sajdah (32) ayat 4).
Allah
yang menciptakan semua benda-benda langit. Allah saja yang tahu berapa
banyaknya dan bagaimana keadaannya. Begitu pula Allah lah yang menjadikan bumi
yang kita huni dan segala isinya. Allah yang mengatur sampai yang
sedetil-detilnya. Bacalah firman Allah pada surah Al An’am (surah ke 6) dari
ayat 95 sampai
ayat 99. Allah yang membelah butir dan biji tanaman. Allah yang mempertukarkan
/ menggilirkan siang dan malam. Allah yang menciptakan bintang-bintang. Allah
yang menciptakan diri kita. Allah yang menurunkan hujan dan dengan air hujan
itu ditumbuhkan-Nya tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. Bermacam-macam jenisnya.
Simaklah ayat 99 nya saja; ‘Dia lah yang
menurunkan air hujan dari langit, kemudian Kami menumbuhkan beraneka ragam
tumbuh-tumbuhan. Kemudian Kami keluarkan daun dan ranting yang menghijau.
Lantas Kami keluarkan daripadanya biji (buah) yang lebat. Dan dari pohon korma
mengurai tangkai-tangkai yang menjulai. Dan kebun-kebun anggur, zaitun dan
delima. Yang serupa dan yang berlainan bentuknya. Perhatikanlah waktu dia
berbuah dan di waktu buah itu matang. Sesungguhnya semua itu adalah bukti-bukti
kekuasaan Allah bagi kaum yang beriman.’
Adakah
yang berani mengingkari? Atau adakah yang berani mengatakan bahwa tumbuhnya
biji menjadi pohon yang berdaun lebat, mengeluarkan putik, berubah menjadi
buah, lalu buah itu menjadi masak sebagai kejadian alam yang biasa-biasa saja?
Tidak ada siapapun yang menjadikannya?
Coba
kita perhatikan bumi yang kita huni ini. Bumi yang disediakan Allah untuk
tempat tinggal kita. Dan Allah menjadikan kita umat manusia sebagai khalifah di
atasnya. Bumi yang telah diciptakan Allah jauh sebelum penciptaan manusia.
Hanya Allah saja yang tahu sejak kapan tepatnya bumi ini ada. Para
ahli mencoba mereka-reka, menduga-duga dan mengatakan bahwa umur bumi ini
adalah 4.5 milyar tahun. Angka-angka itu hanyalah sekedar dugaan belaka, meski
para ahli itu mengatakan bahwa apa yang mereka katakan adalah sebuah kebenaran
ilmiyah.
Allah
menetapkan aturan-aturan-Nya pada semua ciptaan-Nya, termasuk pada bumi kita
ini. Di antara aturan-aturan itu ada yang tetap dan berketerusan sifatnya dan
ada pula yang tidak tetap. Aturan yang tetap semisal perputaran benda-benda
angkasa, matahari, bulan, bintang-bintang (termasuk bumi) yang beredar di
tempatnya masing-masing dengan sangat teratur dan sempurna. Sehingga dengan
perputaran matahari dan bulan kita bisa mengukur waktu. Lalu ada pula
ketetapan-ketetapan Allah yang didatangkan-Nya secara tidak teratur.
Ketetapan-ketetapan
seperti terjadinya gempa, gunung meletus, angin puting beliung, turunnya hujan
dan sebagainya Kita biasa menyebut semua
aturan-aturan Allah itu sebagai sunatullah.
Yang
menarik untuk kita perhatikan adalah bahwa bumi ini dijadikan Allah lebih jinak
sejak dihuni oleh manusia. Benarkah demikian? Cobalah perhatikan analisa para
ahli geologi bahwa banyak pristiwa-pristiwa besar yang dapat dibaca, telah
melanda bumi ini pada jaman dahulu kala, berjuta-juta tahun yang lalu (orang
geologi mempunyai skala waktu dalam jutaan tahun sebagai pemisah kurun demi
kurun waktu). Misalnya seperti contoh-contoh berikut:
Contoh
pertama.
Kita
semua tentu mengenal batubara. Bagaimana cara terbentuknya? Batubara berasal
dari kayu-kayuan yang terawetkan di alam. Pada bongkahan batubara sangat sering
terlihat struktur, tektur dari serat kayu. Lapisan batubara yang tebal-tebal
terjadi secara massal dari batang kayu-kayu besar. Pada suatu ketika di jaman
entah berantah, berjuta-juta tahun yang lalu, hutan yang berisi kayu-kayu besar
itu ditenggelamkan oleh banjir dalam jangka waktu yang lama. Pohon-pohon itu
mati tapi tidak lapuk. Pada waktu berikutnya kayu-kayu mati itu dihanyutkan
oleh banjir yang lain lagi ke lembah-lembah yang jauh dari tempat asalnya dan
tertumpuk di sana,
tumpukan demi tumpukan pada suatu daerah yang luas. Di tempat inilah dia
tertransformasikan menjadi batubara. Menurut waktu geologi, batubara pertama
terbentuk dalam kurun waktu antara 360 juta sampai 300 juta tahun yang lalu.
Kurun
tersebut dalam ilmu geologi dikenal sebagai kurun Karbon (batubara).
Banjir
seperti apakah yang bisa merendam dan mematikan pohon-pohon besar sekaligus
mengawetkannya (bukan melapukkannya)? Tentulah banjir yang sangat dahsyat. Dan
proses itu terjadi berulang-ulang dalam beratus juta tahun umur bumi. Kalau
umur batubara yang paling tua yang ditemukan ahli geologi berasal dari 360 juta
tahun yang lalu, banyak pula lapisan batubara yang ‘baru’ terbentuk ‘beberapa’
juta tahun terakhir.
Banjir
yang diingatkan di dalam Al Quran adalah banjir di jaman Nabi Nuh. Dan itu
‘baru’ terjadi beberapa ribu (atau mungkin puluh ribu) tahun yang lalu dan
tidak pula berlama-lama. Sementara genangan banjir yang memungkinkan
terawetkannya kayu-kayuan menjadi batubara terjadi dalam waktu yang relatif
lama.
Contoh
kedua.
Paraahli menemukan cangkang binatang-binatang purba berukuran raksasa. Kita
familiar dengan nama atau jenis binatang dinosaurus.
Jenis binatang itu, menurut para ahli paleontology, hidup dipersekitaran 200
juta tahun yang lalu. Tapi tiba-tiba mereka musnah massal. Penyebabnya? Menurut
kajian ilmuwan, bumi ini pernah kejatuhan meteorit raksasa, yang berpengaruh
besar terhadap sistim cuaca dan pada gilirannya terhadap sistim kehidupan.
Binatang-binatang raksasa yang tidak tahan terhadap perubahan itu menjadi punah
dari muka bumi. Seandainya sekarang ini bumi kejatuhan meteorit besar lagi,
niscaya akan punah pulalah, dengan kekuasaan Allah, manusia penghuninya.
Contoh
ketiga.
Kita
pernah mendengar bahwa danau Toba dan danau Maninjau terbentuk sesudah
terjadinya letusan gunung api raksasa. Menurut para ahli lagi, gunung api Toba
meletus sekitar 75,000 tahun yang lalu. Letusan itu sedemikian dahsyatnya,
melemparkan bagian gunung dalam ukuran maha raksasa dan akhirnya meninggalkan
lekukan yang sekarang menjadi danau Toba. Sama halnya dengan gunung Maninjau
purba. Bahkan sisa-sisa aktifitas itu masih ada, berupa endapan belerang di
dasar danau, yang sekali semusim meracuni ikan-ikan dalam danau tersebut.
Cerita gunung Toba atau gunung Maninjau purba mungkin agak susah bagi orang
awam membayangkan.
Pernahkah kita perhatikan batu-batu sebesar gajah di daerah Baso, di pinggir
jalan raya Bukit Tinggi – Paya Kumbuh? Batu-batu itu adalah hasil lemparan
gunung berapi (sangat mungkin gunung Marapi), ketika gunung tersebut meletus.
Batu-batu besar bahkan ada yang lebih besar dari gajah, dilemparkan oleh gunung
berapi, berpencaran ke tempat-tempat yang cukup jauh dari kepundannya..
Demikianlah
beberapa contoh kejadian-kejadian yang telah diberlakukan Allah terhadap bumi,
dalam skala sangat besar untuk ukuran kita sekarang ini. Namun sunatullah itu
tetap diberlakukan Allah. Bumi ini tetap mengalami banjir, mengalami goncangan
gempa, mengalami tiupan angin puting beliung, mengalami gunung meletus. Tidak
sedahsyat kejadian di jaman purba tapi ada juga yang masih cukup dahsyat.
Seperti kedahsyatan letusan gunung Tambota di pulau Sumbawa
di tahun 1815 yang memancung tinggi gunung itu sepertiganya (dari 4000 m(+)
menjadi tinggal 2800 an meter sekarang).
Sebagai
orang yang beriman kepada Allah, kita meyakini ke Mahaperkasaan Allah untuk
memberlakukan apa saja yang dikehendaki-Nya ke atas bumi ini. Allah sungguh
Maha Kuasa. Tapi Allah juga Maha Pelindung terhadap hamba-hamba-Nya.
Wassalamu'alaikum
Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H,
Jatibening - Bekasi
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.