Wa'alaikumussalam
Tarimokasih pak MDS

Barasiah kan batin dan alam pikiran , InsyaALLAH pambarian pak MDS masuak dalam 
nurani kito, 

sahinggo kito yakin ALLAH yang MAHA KUASA, Laahaula walaa Quata illa Billah.
Radhitubillah RABBA.....

Wassalamu'alaikum WW
EBR,53,Jkt




________________________________
Dari: Muhammad Dafiq Saib <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Terkirim: Sen, 1 November, 2010 09:10:04
Judul: [...@ntau-net] SUNATULLAH


Assalaamu'alaikum wa rahmatullaahi wa barakaatuhu


SUNATULLAH
 
(Untuk dipikirkan dalam usaha mendekatkan diri kepada Allah)
 
‘Allah yang menciptakan langit dan bumi dan apa saja yang terletak di antara 
keduanya dalam enam masa. Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Tidak ada 
penolong bagi kalian dan tidak pula pemberi syafaat selain daripada Nya. 
Mengapa 
kalian tidak mengambil pelajaran.’(Surah As Sajdah (32) ayat 4).
 
Allah yang menciptakan semua benda-benda langit. Allah saja yang tahu berapa 
banyaknya dan bagaimana keadaannya. Begitu pula Allah lah yang menjadikan bumi 
yang kita huni dan segala isinya. Allah yang mengatur sampai yang 
sedetil-detilnya. Bacalah firman Allah pada surah Al An’am  (surah ke 6) dari 
ayat 95 sampai ayat 99. Allah yang membelah butir dan biji tanaman. Allah yang 
mempertukarkan / menggilirkan siang dan malam. Allah yang menciptakan 
bintang-bintang. Allah yang menciptakan diri kita. Allah yang menurunkan hujan 
dan dengan air hujan itu ditumbuhkan-Nya tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan. 
Bermacam-macam jenisnya. Simaklah ayat 99 nya saja; ‘Dia lah yang menurunkan 
air 
hujan dari langit, kemudian Kami menumbuhkan beraneka ragam tumbuh-tumbuhan. 
Kemudian Kami keluarkan daun dan ranting yang menghijau. Lantas Kami keluarkan 
daripadanya biji (buah) yang lebat. Dan dari pohon korma mengurai 
tangkai-tangkai yang menjulai. Dan kebun-kebun anggur, zaitun dan delima. Yang 
serupa dan yang berlainan bentuknya. Perhatikanlah waktu dia berbuah dan di 
waktu buah itu matang. Sesungguhnya semua itu adalah bukti-bukti kekuasaan 
Allah 
bagi kaum yang beriman.’
 
Adakah yang berani mengingkari? Atau adakah yang berani mengatakan bahwa 
tumbuhnya biji menjadi pohon yang berdaun lebat, mengeluarkan putik, berubah 
menjadi buah, lalu buah itu menjadi masak sebagai kejadian alam yang 
biasa-biasa 
saja? Tidak ada siapapun yang menjadikannya?
 
Coba kita perhatikan bumi yang kita huni ini. Bumi yang disediakan Allah untuk 
tempat tinggal kita. Dan Allah menjadikan kita umat manusia sebagai khalifah di 
atasnya. Bumi yang telah diciptakan Allah jauh sebelum penciptaan manusia. 
Hanya 
Allah saja yang tahu sejak kapan tepatnya bumi ini ada. Para ahli mencoba 
mereka-reka, menduga-duga dan mengatakan bahwa umur bumi ini adalah 4.5 milyar 
tahun. Angka-angka itu hanyalah sekedar dugaan belaka, meski para ahli itu 
mengatakan bahwa apa yang mereka katakan adalah sebuah kebenaran ilmiyah.
 
Allah menetapkan aturan-aturan-Nya pada semua ciptaan-Nya, termasuk pada bumi 
kita ini. Di antara aturan-aturan itu ada yang tetap dan berketerusan sifatnya 
dan ada pula yang tidak tetap. Aturan yang tetap semisal perputaran benda-benda 
angkasa, matahari, bulan, bintang-bintang (termasuk bumi) yang beredar di 
tempatnya masing-masing dengan sangat teratur dan sempurna. Sehingga dengan 
perputaran matahari dan bulan kita bisa mengukur waktu. Lalu ada pula 
ketetapan-ketetapan Allah yang didatangkan-Nya secara tidak teratur. 
Ketetapan-ketetapan seperti terjadinya gempa, gunung meletus, angin puting 
beliung, turunnya hujan dan sebagainya  Kita biasa menyebut semua aturan-aturan 
Allah itu sebagai sunatullah.
 
Yang menarik untuk kita perhatikan adalah bahwa bumi ini dijadikan Allah lebih 
jinak sejak dihuni oleh manusia. Benarkah demikian? Cobalah perhatikan analisa 
para ahli geologi bahwa banyak pristiwa-pristiwa besar yang dapat dibaca, telah 
melanda bumi ini pada jaman dahulu kala, berjuta-juta tahun yang lalu (orang 
geologi mempunyai skala waktu dalam jutaan tahun sebagai pemisah kurun demi 
kurun waktu). Misalnya seperti contoh-contoh berikut:
 
Contoh pertama. 
 
Kita semua tentu mengenal batubara. Bagaimana cara terbentuknya? Batubara 
berasal dari kayu-kayuan yang terawetkan di alam. Pada bongkahan batubara 
sangat 
sering terlihat struktur, tektur dari serat kayu. Lapisan batubara yang 
tebal-tebal terjadi secara massal dari batang kayu-kayu besar. Pada suatu 
ketika 
di jaman entah berantah, berjuta-juta tahun yang lalu, hutan yang berisi 
kayu-kayu besar itu ditenggelamkan oleh banjir dalam jangka waktu yang lama. 
Pohon-pohon itu mati tapi tidak lapuk. Pada waktu berikutnya kayu-kayu mati itu 
dihanyutkan oleh banjir yang lain lagi ke lembah-lembah yang jauh dari tempat 
asalnya dan tertumpuk di sana, tumpukan demi tumpukan pada suatu daerah yang 
luas. Di tempat inilah dia tertransformasikan menjadi batubara. Menurut waktu 
geologi, batubara pertama terbentuk dalam kurun waktu antara 360 juta sampai 
300 
juta tahun yang lalu. Kurun tersebut dalam ilmu geologi dikenal sebagai kurun 
Karbon (batubara). 

 
Banjir seperti apakah yang bisa merendam dan mematikan pohon-pohon besar 
sekaligus mengawetkannya (bukan melapukkannya)? Tentulah banjir yang sangat 
dahsyat. Dan proses itu terjadi berulang-ulang dalam beratus juta tahun umur 
bumi. Kalau umur batubara yang paling tua yang ditemukan ahli geologi berasal 
dari 360 juta tahun yang lalu, banyak pula lapisan batubara yang ‘baru’ 
terbentuk ‘beberapa’ juta tahun terakhir. 

 
Banjir yang diingatkan di dalam Al Quran adalah banjir di jaman Nabi Nuh. Dan 
itu ‘baru’ terjadi beberapa ribu (atau mungkin puluh ribu) tahun yang lalu dan 
tidak pula berlama-lama. Sementara genangan banjir yang memungkinkan 
terawetkannya kayu-kayuan menjadi batubara terjadi dalam waktu yang relatif 
lama.
 
Contoh kedua.
 
Paraahli menemukan cangkang binatang-binatang purba berukuran raksasa. Kita 
familiar dengan nama atau jenis binatang dinosaurus. Jenis binatang itu, 
menurut 
para ahli paleontology, hidup dipersekitaran 200 juta tahun yang lalu. Tapi 
tiba-tiba mereka musnah massal. Penyebabnya? Menurut kajian ilmuwan, bumi ini 
pernah kejatuhan meteorit raksasa, yang berpengaruh besar terhadap sistim cuaca 
dan pada gilirannya terhadap sistim kehidupan. Binatang-binatang raksasa yang 
tidak tahan terhadap perubahan itu menjadi punah dari muka bumi. Seandainya 
sekarang ini bumi kejatuhan meteorit besar lagi, niscaya akan punah pulalah, 
dengan kekuasaan Allah, manusia penghuninya.
 
Contoh ketiga.
 
Kita pernah mendengar bahwa danau Toba dan danau Maninjau terbentuk sesudah 
terjadinya letusan gunung api raksasa. Menurut para ahli lagi, gunung api Toba 
meletus sekitar 75,000 tahun yang lalu. Letusan itu sedemikian dahsyatnya, 
melemparkan bagian gunung dalam ukuran maha raksasa dan akhirnya meninggalkan 
lekukan yang sekarang menjadi danau Toba. Sama halnya dengan gunung Maninjau 
purba. Bahkan sisa-sisa aktifitas itu masih ada, berupa endapan belerang di 
dasar danau, yang sekali semusim meracuni ikan-ikan dalam danau tersebut. 
Cerita 
gunung Toba atau gunung Maninjau purba mungkin  agak susah bagi orang awam 
membayangkan. Pernahkah kita perhatikan batu-batu sebesar gajah di daerah Baso, 
di pinggir jalan raya Bukit Tinggi – Paya Kumbuh? Batu-batu itu adalah hasil 
lemparan gunung berapi (sangat mungkin gunung Marapi), ketika gunung tersebut 
meletus. Batu-batu besar bahkan ada yang lebih besar dari gajah, dilemparkan 
oleh gunung berapi, berpencaran ke tempat-tempat yang cukup jauh dari 
kepundannya.. 

 
Demikianlah beberapa contoh kejadian-kejadian yang telah diberlakukan Allah 
terhadap bumi, dalam skala sangat besar untuk ukuran kita sekarang ini. Namun 
sunatullah itu tetap diberlakukan Allah. Bumi ini tetap mengalami banjir, 
mengalami goncangan gempa, mengalami tiupan angin puting beliung, mengalami 
gunung meletus. Tidak sedahsyat kejadian di jaman purba tapi ada juga yang 
masih 
cukup dahsyat. Seperti kedahsyatan letusan gunung Tambota di pulau Sumbawa di 
tahun 1815 yang memancung tinggi gunung itu sepertiganya (dari 4000 m(+) 
menjadi 
tinggal 2800 an meter sekarang). 

 
Sebagai orang yang beriman kepada Allah, kita meyakini ke Mahaperkasaan Allah 
untuk memberlakukan apa saja yang dikehendaki-Nya ke atas bumi ini. Allah 
sungguh Maha Kuasa. Tapi Allah juga Maha Pelindung terhadap hamba-hamba-Nya.

Wassalamu'alaikum

 
Muhammad Dafiq Saib Sutan Lembang Alam
Suku : Koto, Nagari asal : Koto Tuo - Balai Gurah, Bukit Tinggi
Lahir : Zulqaidah 1370H, 
Jatibening - Bekasi



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib 
mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke