Kecek ota urang di lapau Uwo Pulin, Gubernur Prayitno ka Jaroman diundang 
investor. Pandai bana rang Baraik geledir ko. Nyo iming2i awak jo investasi, 
antah ka iyo antah indak, nan jaleh kito harus ka nagarinyo dulu mamaikan pitih 
gak saribu duo ribu E tau D. Pitih masuak juo dek rakyaik e. Alun lai pijabaik2 
nan pai perei-perei ka Italia, Bulando, dll tu. PAI AMPOK, PULANG ABAN, PAI 
PALALOK PULANG PANYAGAN, LAPEH BALI GODOK TINGGA BALI KATAN.
 
salam,
Suryadi

--- Pada Rab, 3/11/10, Harman <[email protected]> menulis:


Dari: Harman <[email protected]>
Judul: [...@ntau-net] Warganya Kelaparan, Gubernur ke Jerman
Kepada: "RantauNet" <[email protected]>
Tanggal: Rabu, 3 November, 2010, 4:46 PM








"Kami juga heran mengapa cuaca terus yang disalahkan, padahal kami sudah bisa 
menembus wilayah-wilayah di ujung pulau yang sebelumnya katanya tak bisa 
ditembus perahu bantuan,"

yang paling aman ya memang menyalahkan cuaca.

wassalam,
harman st.Idris

http://regional.kompas.com/read/2010/11/03/12510686/Warganya.Kelaparan..Gubernur.ke.Jerman


Bencana Tsunami
Warganya Kelaparan, Gubernur ke Jerman
Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin
Rabu, 3 November 2010 | 12:51 WIB


KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Warga Kampung Tumalei, Desa Silabu Kecamatan 
Saumanganya, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, membantu anggota 
TNI-AD menurunkan bantuan makanan, tikar, selimut dan jerigen bagi korban 
tsunami dari helikopter MI 17 milik TNI AD, Minggu (31/10/2010). Untuk 
mempercepat proses distribusi bantuan dan evakuasi korban luka salah satunya 
dilakukan melalui udara dengan heikopter. 



PADANG, KOMPAS.com - Di saat ribuan warga Kepulauan Mentawai korban gempa dan 
tsunami terancam kelaparan karena sulitnya bantuan masuk ke wilayah-wilayah 
mereka, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno malah memilih pergi ke Jerman.


Seperti anggota DPR yang juga memilih tetap pergi ke luar negeri di tengah 
situasi bencana melanda negeri ini, Irwan juga meninggalkan sejumlah masalah 
dalam soal penangangan bencana gempa dan tsunami di Mentawai.


Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Irman Gusman yang juga berasal 
dari daerah pemilihan Sumatera Barat membenarkan, Irwan telah pergi ke Jerman. 
Bahkan saat dihubungi Irman, Rabu (3/11/2010) pagi, Irwan sudah berada di Dubai.


"Seharusnya situasi psikologis masyarakat saat ini yang tengah menghadapi 
bencana, mengharuskan kehadiran gubernur," ujar Irman yang mengaku memahami 
kepergian Irwan ke Jerman.


Menurut Irman, dia tak bisa mencegah kepergian Irwan ke Jerman mengingat baru 
mengetahui keberangkatannya pada Rabu pagi. "Mungkin kalau saya tahu 
kepergiannya dari tiga hari lalu, saya bisa mengingatkannya agar jangan dulu 
meninggalkan Sumbar," kata Irman.


Irwan adalah Gubernur Sumbar yang diusung Partai Keadilan Sejahtera, Partai 
Bintang Reformasi, dan Partai Hati Nurani Rakyat. Mantan anggota DPR dari 
Fraksi PKS ini pergi ke Jerman meninggalkan sejumlah kekacauan dalam soal 
distribusi bantuan korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai.


Hingga hari delapan sejak tsunami meluluhlantakkan tiga pulau di gugusan 
Kepulauan Mentawai (Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pagai Selatan) 
distribusi bantuan masih belum menjangkau banyak wilayah terpencil. Bantuan 
tetap menumpuk di Sikakap, di Pulau Pagai Utara, tempat yang dipilih untuk 
mengonsentrasikan bantuan yang datang dari Padang.


Alasan cuaca buruk dan gelombang tinggi dituding sebagai penyebab bantuan tak 
terdistribusikan ke sejumlah wilayah terpencil seperti Desa Bulasat dan 
Malakopak di Pagai Selatan yang merupakan daerah bencana terparah.


"Kami juga heran mengapa cuaca terus yang disalahkan, padahal kami sudah bisa 
menembus wilayah-wilayah di ujung pulau yang sebelumnya katanya tak bisa 
ditembus perahu bantuan," ujar Koordinator Posko Lumbung Derma Yosep Sarogdok.


Lumbung Derma merupakan jejaring lembaga swadaya masyarakat di Sumbar yang 
mengoordinasi bantuan untuk korban gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai. 
Yosep membenarkan, ribuan korban bencana saat ini terancam kelaparan karena 
masih belum terdistribusikannya bantuan ke wilayah-wilayah mereka dengan baik.






-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.


-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke