"Kami
 juga heran mengapa cuaca terus yang disalahkan, padahal kami sudah bisa
 menembus wilayah-wilayah di ujung pulau yang sebelumnya katanya tak 
bisa ditembus perahu bantuan,"

yang paling aman ya memang menyalahkan cuaca.

wassalam,
harman st.Idris

http://regional.kompas.com/read/2010/11/03/12510686/Warganya.Kelaparan..Gubernur.ke.Jerman

Bencana Tsunami
            Warganya Kelaparan, Gubernur ke Jerman
            Laporan wartawan KOMPAS Khaerudin            Rabu, 3 November 2010 
| 12:51 WIB
            KOMPAS/LUCKY PRANSISKA Warga
 Kampung Tumalei, Desa Silabu Kecamatan Saumanganya, Kabupaten Kepulauan
 Mentawai, Sumatera Barat, membantu anggota TNI-AD menurunkan bantuan 
makanan, tikar, selimut dan jerigen bagi korban tsunami dari helikopter 
MI 17 milik TNI AD, Minggu (31/10/2010). Untuk mempercepat proses 
distribusi bantuan dan evakuasi korban luka salah satunya dilakukan 
melalui udara dengan heikopter. 

PADANG, KOMPAS.com
 - Di saat ribuan warga Kepulauan Mentawai korban gempa dan tsunami  
terancam kelaparan karena sulitnya bantuan masuk ke wilayah-wilayah 
mereka, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno malah memilih pergi ke 
Jerman.
Seperti anggota DPR yang juga memilih tetap pergi ke luar 
negeri di tengah situasi bencana melanda negeri ini, Irwan juga 
meninggalkan sejumlah masalah dalam soal penangangan bencana gempa dan 
tsunami di Mentawai.
Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik 
Indonesia Irman Gusman yang juga berasal dari daerah pemilihan Sumatera 
Barat membenarkan, Irwan telah pergi ke Jerman. Bahkan saat dihubungi 
Irman, Rabu (3/11/2010) pagi, Irwan sudah berada di Dubai.
"Seharusnya
 situasi psikologis masyarakat saat ini yang tengah menghadapi bencana, 
mengharuskan kehadiran gubernur,"  ujar Irman yang mengaku memahami 
kepergian Irwan ke Jerman.
Menurut Irman, dia tak bisa mencegah 
kepergian Irwan ke Jerman mengingat baru mengetahui keberangkatannya 
pada Rabu pagi.  "Mungkin kalau saya tahu kepergiannya dari tiga hari 
lalu, saya bisa mengingatkannya agar jangan dulu meninggalkan Sumbar,"  
 kata Irman.
Irwan adalah Gubernur Sumbar yang diusung Partai 
Keadilan Sejahtera, Partai Bintang Reformasi, dan Partai Hati Nurani 
Rakyat. Mantan anggota DPR dari Fraksi PKS ini  pergi ke Jerman 
meninggalkan sejumlah kekacauan dalam soal distribusi bantuan korban 
gempa dan tsunami di Kepulauan Mentawai.
Hingga hari delapan sejak
 tsunami meluluhlantakkan tiga pulau di gugusan Kepulauan Mentawai 
(Pulau Sipora, Pulau Pagai Utara, dan Pagai Selatan)  distribusi bantuan
 masih belum menjangkau banyak wilayah terpencil. Bantuan tetap menumpuk
 di Sikakap, di Pulau Pagai Utara, tempat yang dipilih untuk 
mengonsentrasikan bantuan yang datang dari Padang.
Alasan cuaca 
buruk dan gelombang tinggi dituding sebagai penyebab bantuan tak 
terdistribusikan ke sejumlah wilayah terpencil seperti Desa Bulasat dan 
Malakopak di Pagai Selatan yang merupakan daerah bencana terparah.
"Kami
 juga heran mengapa cuaca terus yang disalahkan, padahal kami sudah bisa
 menembus wilayah-wilayah di ujung pulau yang sebelumnya katanya tak 
bisa ditembus perahu bantuan,"  ujar  Koordinator Posko Lumbung Derma 
Yosep Sarogdok.
Lumbung Derma merupakan jejaring lembaga swadaya 
masyarakat di Sumbar yang mengoordinasi bantuan untuk korban gempa dan 
tsunami di Kepulauan Mentawai.  Yosep membenarkan, ribuan korban bencana
 saat ini terancam kelaparan karena masih belum terdistribusikannya 
bantuan ke wilayah-wilayah mereka dengan baik.







      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke