Betul apa yang disampaikan pak Darius Nurdin. Tapi yang paling penting dari semuanya itu adalah bagaimana kita memahami fenomena alam dengan bahasa masyarakat. Dengan kemajuan ilmu pengetahuan kebumian yang luar biasanya hebatnya akhir-akhir ini, ditandai oleh 3 revolusi. Pertama, pada akhir tahun 60an muncul teori tektonik lempeng (luar biasa dampak dan kontribusinya khususnya pada sejarah bumi dan bencana). Kedua, teori sealevel changes pada akhir 70an (perubahan muka laut) (luar biasa komtribusinya khususnya terhadap sumberdaya hydrocarbon), dan ketiga climatic changes (perubahan iklim) (luar biasa kontribusinya terhadap kehidupan manusia) yang disepakati pada akhir 80an.
Revolusi yang pertama telah dijadikan sebagai penelitian yang sifatnya deskriptif atau biasa-biasa saja, dan bukan merupakan penelitian yang sifatnya "WAH" atau comparative apalagi phylosofi, tapi di Indonesia masih dianggap acuan utama dan masih diburu risetnya karena masalah tektonik Indonesia relatif sulit. Revolusi ke dua, dunia sudah mengetahui manfaat dan kekurangannya sehingga konsep ini banyak memunculkan model dan sifatnya komparative, sayang di Indonesia hanya beberapa gelintir (1-2 orang) yang memahaminya sehingga konsep ini masih dianggap KEREN padahal sudah usang. Yang ketiga, melalui perjuangan sejak 1940 konsep perubahan iklim melalui siklus MILANKOVITCH ternyata luar biasa telah membuktikan bahwa konsep tersebut merekam fenomena berubahnya iklim untuk siklus 400.000, 100.000, 40.000, dan 20.000 tahunan yang merupakan kurun waktu yang pendek menurut geologi. Di Eropa Barat dan Amerika berbagai peneliti masih dan sedang melakukan penyempurnaan konsep tersebut, sayangnya di Indonesia pakar-pakarnya menutup mata artinya belum mau atau ingin mengetahuinya apalagi menerapkannya (memang tidak gampang untuk mehamainya). Saya sangat beruntung, karena di kesempatan studi saya (1988-1994) ketiga konsep tersebut saya manfaatkan. Dan yang menarik buat saya adalah. ketiga revolusi tersebut merupakan suatu dinamika peristiwa bumi yang terkait satu sama lainnya yang tidak dapat dipisahkan. Kalau dahulu falsafah geologi disebutkan bahwa masa sekarang adalah konci masa lalu (The Present is the key to the past), maka saya menyebutnya masa lalu dan sekarang adalah konci untuk masa depan (The present and the past are the key to the future). Dan itu saya sampaikan diberbagai seminar termasuk saya ajarkan di Geologi Unpad dan di Geofisika Terapan ITB karena dulu saya mengajar disana. Sayangnya tidak banyak yang merespon dan NO COMENT. Apa artinya ?, silahkan diraba................. Dan sampai sekarang sudah hampir 100 makalah saya yang terbit di jurnal terakreditasi membahas falsafah dinamika peristiwa bumi tersebut khususnya kejadian siklus terakhir yaitu 20.000 tahun dan posisi kita sekarang adalah pada proses 18.000 tahun. Orang menutup mata dan telingganya tuli karena saya menyatakan bahwa fenomena alam bisa diramalkan termasuk gempabumi, sedangkan sampai sekarang pemikiran tersebut belum terbukti. Jelas belum terbukti, karena kita tidak peka terhadap revolusi kebumian. Lalu apa hubungannya dengan waspada tanda-tanda datangnya tsunami itu ? Benar tanda-tanda tsunami itu harus kita pahami, tapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana tsunami di pantai Padang, bukan begitu pak ?. Sebetulnya yang disebutkan berbagai ahli mengenai pusat-pusat gempa di Mentawai itu betul, dan malah ribuan pusat gempa aktif posisinya berada mulai dari Mentawai hingga dataran tinggi Solok. Yang salah adalah mereka telah meramalkannya, dan kebetulan terjadi di Mentawai. Bagimana dia bisa meramal kalau tidak paham konsep kebumian secara utuh. Gempabumi setiap bulan malahan setiap harinya terjadi di daerah tersebut tapi dalam sekala kecil atau antara 1 SR-3 SR dan ini tidak tercatat. Mereka hanya tau dari rekaman alat seismik saja lain tidak, TAPI TIDAK SEORANGPUN TAU KAPAN GEMPA ITU TERJADI ?. Loh kenapa ?, karena mereka tidak paham mengenai hirarki siklus peristiwa bumi itu. Yang mereka ketahui adalah siklus sejarahnya yang tercatat waktu manusia sudah pintar mencatatnya. ITU BUKAN SIKLUS ALAMI YANG SEBENARNYA, karena puluhan hingga ribuan siklus sebenarnya berada didalammnya. Jadi tidak perlu dikuatirkan kalau ada pejabat atau pakar yang meramal, TAPI KITA HARUS TETAP WASPADA SETIAP SAAT. Gempa terjadi akibat dislokasi mendadak disebabkan gaya dari dalam bumi (endogen) yaitu arus konveksi yang menggerakkan lempeng dengan kecepatan cm/tahun. Manisfestasinya lempeng robek ( 7 SR ke atas), atau aktifitas "basement fault" dan atau "cover fault" yang menyebabkan gempa 1 SR siklusnya harian hingga 8 SR siklusnya ratusan tahun. Jadsi apabila robeknya besar maka dasar laut akan patah sehingga akumulasi air berubah dan terjadilah tsunami Permasalahannya gaya atau "strees" yang sama bisa menghasilkan "strain" yang berbeda, tergantung sifat fisis batuan. Hipotesis gaya eksogen bisa memicu gempa, bisa dipahami, tapi belum dibuktikan secara ilmiah. Eksogen adalah gaya dari luar bumi, dan itu bisa dipahami kalau ketiga revolusi tersebut dikuasai. Jadi banyak yang bisa kita diskusikan , tapi pada kesempatan lain hal tersebut bisa kita diskusikan lagi. Orang selalu menyebut lempeng atau subdaksi yang sebetulnya tidak perlu dikatakan lagi, karena ada yang lebih penting lagi. Menurut saya, sepanjang kepulauan di siberut hingga nias di bawah kendali patahan besar yaitu patahan Mentawai berarah hamir utara-selatan. Oleh karena itulah munculnya pulau disepanjang patahan tersebut adalah merupakan bagian naik dari aktifitasnya, sedangkan diantara pulau satu dan lainnya merupakan bagian turun yang berakibat kedalam air laurnya semakin tinggi (Coba perhatikan dari peta bathimetri). Searah sesar Mentawai mulai dari Banda Aceh hingga teluk Semangko di Lampung berkembang sesar Sumatera (Coba perhatikan mulai dari Lubuak Sikapiang sampai Danau Ateh dan Bawah yang terletak di sepanjag sesar itu, topografinya naik - turun mula dari sekala besar hingga terkecil dan itu rangkaian dari variasi turun-naiknya siklus tektonik tersebut di masa lalu). Tinggian Bukittinggi merupakan bagian naik sedangkan ngarai Sianok merupakan pusat dari patahan Sumatera yang aktif tersebut sehingga membentuk lembah, selanjutnya terbentuk dataran rendah dan kembali muncul tinggian Padang Panjang hingga turun membentuk Singkarak. Macam-macam siklus dapat kita ikuti, dan yang terkecil dari hasil pengamatan saya adalah siklus 20.000. Secara detil saya lakukan penelitian di Danau Singkarak dengan pemboran, dan saya jumpai dalam siklus terkecil tersebut masih ada aktifitas 5 ordo tektonik (masih peristiwa ribuan tahunan). Bayangkan betapa rumitnya kejadian tersebut. Bagaimana dengan pantai Padang, dari pengamatan ambo Pantai Padang merupakan bagian yang dipengaruhi tektonik subdaksi dan sesar Mentawai, dan merupakan bagian yang naik sama halnya dengan daerah pantai Pariaman. Jadi jelas apabila daerah itu dikendalikan oleh tektonik patahan Sumatera berapapun besarnya tidak akan ada tsunami, oleh karena itulah gempa Sumbar 2007 dan 2009 tidak menimbulkan tsunami. Bagaimana dengan pengaruh patahan Mentawai ?, saya rasa apabila terjadi gempa bumi besar tsunami tidak akan terjadi di tempat tersebut seperti halnya Aceh, karena merupakan bagian yang naik (tsunami kemarin hanya menyebabkan beberapa cm saja muka laut naik di pantai Padang naik). Kenapa di Mentawai terjadi tsunami meski di bagian yang naik ?, hal tersebut terjadi karena wilayah itu dekat dengan pusat gempa dan kejadiannya di dataran rawa atau dataran rendah saja dan itu wajar. Contoh tsunami yang terjadi pada efek gerak turun adalah Banda Aceh, daerah itu adalah bagian trurun dari gerak sesar Sumatera. YANG PENTING BUAT KITA ADALAH BAGAIMANA MEMBUDAYAKAN BAHWA KITA TINGGAL DI DAERAH RAWAN BENCANA, ITU SAJA. Mudah-mudahan tsunami di pantai Padang tidak pernah akan terjadi kecuali sedikit, oleh karena itu janganlah bikin pemukiman di sepanjang pantai tersebut. Kalau gempa gak usah dipikirkan, karena sewaktu-waktu di wilayah Bukit Barisan dimana saja aktifitas tersebut sewaktu-waktu bisa terjadi mulai dari Banda Aceh hingga Lampung. Dan sampai ke selatan Jawa hingga Indonesia timur. Matur kampung ambo dengan Pincuran Gadangnya adalah bagian dari sesar Suamtera yang aktif. Karena ada patahan aktif maka airnya berlimpah Yang aman hanya di sebagian besar pulau Kalimanytan saja. Wassalam dan semoga bermanfaat. HM Bandung ________________________________ From: Darius Nurdin Nurdin <darius.nurdi [email protected]> To: [email protected] Sent: Sat, November 6, 2010 4:17:41 PM Subject: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami Ass.WWKawan2 Dunsanak Rantau Net kasadonyo. Mungkin ado gunonyo Pelajaran Geologi dibawah nanko bermanfaat unak kito2 dalam Si Kon sekarang. Waspadailah Tanda-Tanda Datangnya Tsunami! Gelombang tsunami memiliki beragam tanda atau fenomena alamiah. Semua itu berdasarkan hasil yang dikumpulkan ilmuwan dari berbagai hasil penelitian dan dokumentasi mengenai bencana itu khususnya yang berasal dari negara rawan tsunami seperti Jepang. "Dari hasil laporan dokumen lama serta prasasti yang ada di Jepang, serta pengalaman dari hasil survei lapangan memperlihatkan beberapa tanda alami sebelum datangnya tsunami," kata Ketua Kelompok Riset Tsunami Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr Eng Hamzah Latief. Eng Hamzah Latief memaparkan, tanda-tanda tersebut adalah gerakan tanah, tsunami forerunners atau riakan air laut, tarik surutnya muka air laut, tsunami bore atau pembentukan dinding muka air di tengah laut, timbulnya suara abnormal, pengamatan visual ke arah lepas pantai, serta pengamatan melalui indera penciuman dan perasa. Gerakan tanah, ujar dia, timbul karena penjalaran gelombang di lapisan bumi padat akibat gempa, sedangkan tsunami forerunners adalah deretan riak muka laut yang mendahului kedatangan tsunami utama. Hamzah menuturkan, menurut sejumlah pakar dari Jepang, tsunami forerunners tidak selamanya muncul. Seperti di pantai utara dan selatan benua Amerika, fenomena tersebut tidak hadir karena kemiringan alami dan inisial tsunami terhadap pantai. "Sedangkan kehadiran forerunners di tempat lain seperti di Jepang adalah akibat terjadinya resonansi atau gelombang ikutan tsunami awal di teluk dan di paparan benua sebelum tsunami utama datang," kata peraih gelar doktor spesialisasi tsunami dari Universitas Tohoku, Jepang itu. Mengenai tsunami bore atau dinding muka air di laut, Hamzah menjelaskan bahwa untuk daerah landai yang sedimennya tergerus tsunami maka dinding air tersebut akan berwarna hitam atau kelabu, sedangkan untuk daerah berkarang maka dinding itu berwarna putih yang dipenuhi oleh busa air laut. Sementara itu, lanjutnya, banyak dokumen lama di Jepang yang melaporkan timbulnya suara abnormal sebelum kedatangan tsunami seperti yang terukir pada Monumen Tsunami di Prefektur Aomori yang berbunyi "Gempa, suara menderu, kemudian tsunami". "Ini menganjurkan agar melakukan evakuasi jika terdengar suara abnormal setelah terjadinya gempa," katanya. Hamzah mengungkapkan, suara aneh juga diceritakan oleh saksi mata di Biak (1996), Banyuwangi (1994), dan Flores (1992) di mana suara itu dideskripsikan antara lain seperti bunyi helikopter, suara drum band, serta desingan roket. Dengan fakta ini maka jika terdengar suara drum band apalagi yang misterius setelah gempa, kita tidak bisa keburu bergoyang senang dulu menganggap hiburan telah datang, hal ini malah menandakan bencana datang. Ia menjelaskan lebih lanjut, suara tersebut berhubungan dengan posisi tsunami saat menjalar atau saat menghantam tebing batu dan pantai yang landai. "Terdapat pula saksi mata yang berkata, sesaat sebelum tsunami datang terjadi angin dengan hawa agak dingin bercampur dengan bau garam laut yang cukup kuat, yang kemungkinan besar akibat tolakan air laut di lepas pantai," kata Hamzah. Ini semua yang patut kita waspadai terutama di saat bencana gempa berkekuatan besar terus mendera negara kita ini. (kapanlagi} Wassalam WW. Darius Nurdin -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
