Trims, sanak Darius Nurdin

Tanyo ambo ciek lai, apo pernah ado penelitian bawah laut, memang ado terjadi 
rengkahan tersebut?

wasalam



________________________________
Dari: Darius Nurdin Nurdin <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Ming, 7 November, 2010 10:17:37
Judul: Bls: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami


Ass.WW
Analisa awam surutnya air laut itu secara tiba2 setelah gempa adalah karena 
terjadinya rengkahan besar dan memanjang serta dalam didasar laut sekitar gempa 
hinggan air laut sebagian tersedot mengisi rengkahan tersebut dalam jumlah 
besar 
dan tiba2 hingga gejala ini tentu hanya bisa dilihat dibibir pantai yang tiba2 
air lautnya surut jauh ketengah, setelah semua rengkahan terisi penuh semua 
tentu air laut dari arah yang permukaannya yang masih tinggi ditengah samudera 
terdorong bergerak kearah yang minim airnya dengan kekuatan dahsyat hingga 
luber 
kedaratan berupa tsunami yang kita kenal ini, benarkah teori pengamat geologi 
(amatiran) yang non geologist ini, mohon pencerahan juga yaa?

Sebetulnya kalau kito perhatikan  teori pengamat pengamat bukan lah tidaklah 
amatiran:
Teorinya sangat sederhana. 
Kalau kito kembali kapado pelajaran dasar kito sewakatu di Sekolah 
Dasar.Tentang 
teori bejana yang berhubungan. Apobilo keduo bejana berhubugan salah satu kito 
diisi dengan air. Maka Air akan mencari tempat yang kosong pado tempat yang 
lebih rendah pado bejana  yang berhubungan.

Kembali kapado perjalanan air tadi. 
Kecepatan air mengalir akan ditentukan oleh celah2 nan di lalui serta brapo 
besarnyo Volume air nan mandorong nan bersekutu dengan Grafitasi bumi. 
Sabalieknyo Kecepatan air nan mengalir kemudian dihentikan sacaro tibo2 dimano 
siso2 kekuatan dorongan air akan menimbulkan tekanan baliek yang bisa 
mengakibatkan tekan yang labieh dahsyat dari tekanan partamo.
Ambo raso bisa kito praktekkan dengan menumpahkan air dari Suatu ember ke ember 
yang lain.
Barapo jauah dan  barapo banyak  tumpahan air baliek tantu tergantung 
ketinggian 
air yang di tumpahkan kapado suatu lokasi (Ember) dimano sekeliliang Tampek 
penumpahan dibatasi oleh didiang2 bejana sekaligus dimano tekanan tumpahan akan 
di akomulasikan dengan dindiang2 pembatas bejana. 

Katokan lah Retakan yang dikatokan akibat Gempa dilautan. dengan sendirinyo 
Air2 
laut disekelilian retakan akan bergerak menuju retakan yang didorong oleh 
Volume 
air laut yang amat besar. Dan akan kembali memberikan tanago baliek akibat air 
laut nan bersekutu sahinggo mandorong air laut kedaratan.
Ambo raso prakteknyo amat gampang untuak di buktikan.
Pailah kakolam ranang lakukanlah menekan air dengan duo telapak tangan 
sekaligus 
denangan suatu kecepatan apokoh nan tarjadi...?
Mudah2 an teori sederhana nanko dapek manjawab Koment Sdr.AB.

Wasslam WW.
Darius  Nurdin





________________________________
Dari: Arman Bahar <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Ming, 7 November, 2010 09:04:48
Judul: Bls: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami


Alaikumussalaam ww

Trims pak DN atas sharingnya

Tapi ado ciek nan kurang taraso dek ambo, berdasarkan laporan saksi mata yang 
ditayang TV waktu Tsunami Aceh 2004 yang lalu ado gejala  ciek nan minta 
pengulasan pak DN yaitu beberapa saat setelah gempa sebelum kedatangan tsunami 
beberapa belas menit kemudian, terlihat air laut dibibir pantai tiba2 surut 
jauh 
ketengah, dalam tayang TV juga diperlihatkan orang2 yang kebetulan berada 
dipinggir pantai melihat banyak ikan2 yang gelepar2 dan menarik sebagian dari 
mereka menangkap ikan2 tersebut, namun kemudian terdengar dari kejauhan suara 
gemuruh dan terlihat paras laut meninggi bergerak kedarat hingga orang banyak 
juga yang tidak sempat menjauh lagi kecuali yang kebetulan dengan kenderaan, 
mohon pencerahan gejala pra tsunami yang ini

Kedua apa  benar, analisa awam surutnya air laut itu secara tiba2 setelah gempa 
adalah karena terjadinya rengkahan besar dan memanjang serta dalam didasar laut 
sekitar gempa hinggan air laut sebagian tersedot mengisi rengkahan tersebut 
dalam jumlah besar dan tiba2 hingga gejala ini tentu hanya bisa dilihat dibibir 
pantai yang tiba2 air lautnya surut jauh ketengah, setelah semua rengkahan 
terisi penuh semua tentu air laut dari arah yang permukaannya yang masih tinggi 
ditengah samudera terdorong bergerak kearah yang minim airnya dengan kekuatan 
dahsyat hingga luber kedaratan berupa tsunami yang kita kenal ini, benarkah 
teori pengamat geologi (amatiran) yang non geologist ini, mohon pencerahan juga 
yaa?

wasalam
abp58



________________________________
Dari: Darius Nurdin Nurdin <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Ming, 7 November, 2010 07:17:41
Judul: [...@ntau-net] Waspadai Tanda-Tanda Datangnya Tsunami

Ass.WWKawan2 Dunsanak Rantau Net kasadonyo. Mungkin ado gunonyo Pelajaran 
Geologi dibawah nanko bermanfaat unak kito2 dalam Si Kon sekarang.

Waspadailah Tanda-Tanda Datangnya Tsunami! Gelombang tsunami memiliki beragam 
tanda atau fenomena alamiah. Semua itu berdasarkan hasil yang dikumpulkan 
ilmuwan dari berbagai hasil penelitian dan dokumentasi mengenai bencana itu 
khususnya yang berasal dari negara rawan tsunami seperti Jepang.

"Dari hasil laporan dokumen lama serta prasasti yang ada di Jepang, serta 
pengalaman dari hasil survei lapangan memperlihatkan beberapa tanda alami 
sebelum datangnya tsunami," kata Ketua Kelompok Riset Tsunami Institut 
Teknologi 
Bandung (ITB), Dr Eng Hamzah Latief.

Eng Hamzah Latief memaparkan, tanda-tanda tersebut adalah gerakan tanah, 
tsunami 
forerunners atau riakan air laut, tarik surutnya muka air laut, tsunami bore 
atau pembentukan dinding muka air di tengah laut, timbulnya suara abnormal, 
pengamatan visual ke arah lepas pantai, serta pengamatan melalui indera 
penciuman dan perasa.

Gerakan tanah, ujar dia, timbul karena penjalaran gelombang di lapisan bumi 
padat akibat gempa, sedangkan tsunami forerunners adalah deretan riak muka laut 
yang mendahului kedatangan tsunami utama.
 
Hamzah menuturkan, menurut sejumlah pakar dari Jepang, tsunami forerunners 
tidak 
selamanya muncul. Seperti di pantai utara dan selatan benua Amerika, fenomena 
tersebut tidak hadir karena kemiringan alami dan inisial tsunami terhadap 
pantai.

"Sedangkan kehadiran forerunners di tempat lain seperti di Jepang adalah akibat 
terjadinya resonansi atau gelombang ikutan tsunami awal di teluk dan di paparan 
benua sebelum tsunami utama datang," kata peraih gelar doktor spesialisasi 
tsunami dari Universitas Tohoku, Jepang itu.

Mengenai tsunami bore atau dinding muka air di laut, Hamzah menjelaskan bahwa 
untuk daerah landai yang sedimennya tergerus tsunami maka dinding air tersebut 
akan berwarna hitam atau kelabu, sedangkan untuk daerah berkarang maka dinding 
itu berwarna putih yang dipenuhi oleh busa air laut.

Sementara itu, lanjutnya, banyak dokumen lama di Jepang yang melaporkan 
timbulnya suara abnormal sebelum kedatangan tsunami seperti yang terukir pada 
Monumen Tsunami di Prefektur Aomori yang berbunyi "Gempa, suara menderu, 
kemudian tsunami".

"Ini menganjurkan agar melakukan evakuasi jika terdengar suara abnormal setelah 
terjadinya gempa," katanya.

Hamzah mengungkapkan, suara aneh juga diceritakan oleh saksi mata di Biak 
(1996), Banyuwangi (1994), dan Flores (1992) di mana suara itu dideskripsikan 
antara lain seperti bunyi helikopter, suara drum band, serta desingan roket. 
Dengan fakta ini maka jika terdengar suara drum band apalagi yang misterius 
setelah gempa, kita tidak bisa keburu bergoyang senang dulu menganggap hiburan 
telah datang, hal ini malah menandakan bencana datang.

Ia menjelaskan lebih lanjut, suara tersebut berhubungan dengan posisi tsunami 
saat menjalar atau saat menghantam tebing batu dan pantai yang landai.

"Terdapat pula saksi mata yang berkata, sesaat sebelum tsunami datang terjadi 
angin dengan hawa agak dingin bercampur dengan bau garam laut yang cukup kuat, 
yang kemungkinan besar akibat tolakan air laut di lepas pantai," kata Hamzah.

Ini semua yang patut kita waspadai terutama di saat bencana gempa berkekuatan 
besar terus mendera negara kita ini. (kapanlagi}
Wassalam WW.
Darius Nurdin

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke