Pak Jacky Mardono Tjokrodiredjo nan ambo hormati. Manuruik sahibul hikayat kaum Kurawa nan badunsanak 100 urang lahir dari segumpal darah dari dalam "buyung" yang keluar satu persatu.
Apakah peribahasa proses kelahiran Kurawa berhubungan dengan peribahasa ini: Kalau tak dipecahkan ruyung, manakan dapat sagunya *ru·yung* (a) kayu keras dr batang enau, kelapa untuk tangkai pacul atau sula; "awak yg payah membelah ruyung , orang lain yg beroleh sagunya",----> pb kita yg berusaha dan bersusah payah, tetapi orang lain yg mendapat faedahnya; jika tidak pecah ruyung , di mana boleh mendapat sagu, ----->pb tidak akan tercapai maksud kalau tidak mau berusaha ------------------- *bu·yung* (n) tempat untuk membawa air yg besar perutnya, dibuat dr tanah; "pecah buyung tempayan ada", ---->pb tidak akan kekurangan perempuan (yg akan diambil untuk istri) ---------------------- *bu·yung* (n) panggilan kpd anak laki-laki; awang ---------------------- Mungkin pengertian "buyung" jo "ruyung" punyo kaitan sarupo "mainang" dengan "minang". Salam AI -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
