Sebetulnya bukan basalamnyo itu nan mambuek heboh, tapi badutonyo itu dan tersebar pulo lewat twitter.
Ichwan --- In [email protected], wannofri samry <wanno...@...> wrote: > > Salam. > Kenapa salam tifatul menjadi dihebohkan? Sementara kita tiap hari bersalaman > sama perempuan, bahkan berduaan tidak pernah dihebohkan. Setahu saya, salaman > dengan peremouan yang tidak muhrim jika akan menimbulkan syahwat memang baik > dihindarkan, jika itu tidak, ya tak masalah. Menurut saya Tifatul bersalaman > dengan banyak pertimangan, justru jika ia tidak bersalaman juga mnenjadi > gunjingan, dan akan dituding aliran radikal dsb. > > Kita kadang-kadang mengomentari yg nggak2, apakah ini juga gambaran > masyarakat kita? Banyak kita SMS, susah melihat orang senang, dan senang > melihat orang susah. Ini mesti kita buang dari mentaliti kita. > > Maslah model ini baik kita bertanya kepada ahlinya, seperti Prof Dr K Suheimi > atau Masud Abidin. > > Maaf, ini ditulis sekedar kritik eksternal, jan rantau net jadi medium > gunjingan tetapi jadi media pembangkit sumatra barat, setidak inpiring untuk > kita. > > wassalam, > > WNS, 43 Th. -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
