wan, pangkal bala ketika masalah bersalaman itu menjadi berita ejekan di 
amerika. lalu berita itu dukutip media televisi kita pula. sebenarnya masalah 
budaya saja. mungkin di amerika atau di banyak negara biasa salaman itu dengan 
cipika-cipiki...sehingga ketika di indonesia bersalaman dg cara berjabatan 
tanggan dianggap aneh dan apresiasi sebagai sikap penolakan (sebagai mana yg 
diberitakan ditivi). budaya cipika-cipiki sempat marak di tanah air saat BJ 
Habibie jadi presiden. 
 
kembali ke tifatul tadi, orang amerika mungkin mengira tak lazim orang islam 
mau menyalami yang nonmuslim, sehingga kamera orang amerika merasa perlu 
menyorot khusus istri obama bersalaman, apalagi dengan seorang tifatul yang 
dari PKS, yang ideologinya jelas islam. 
 
wan, benar, dengan siapa pun tak ada larangan bersalaman, walau bukan muhrim 
sekalipun. cuma gaya bersalaman cara mana yg dipakai, terserah saja sesuai 
prinsip kita. kalau ala jawa, pakai cium tangan segala dan menunduk sekalian. 
ini kurang berkenan dengan budaya minang. apalagi budaya salaman 
cipijka-cipiki...juga tak suai....salaman yg wajar seperti tifatul itu....agak 
lama bukan karena ada rasa, tapi begitulah....memang ada juga salam jabatan 
tangan tanpa memegang/genggam erat (ini di jawa juga), ini juga tak suai dg 
budaya/kebiasaan kita. kesannya telapak tangan sekadar nempel, tanpa genggam 
erat sejenak....
 
yang ketiga, hal itu jadi berita, karena mungkin televisi amerika itu 
mencari-cari masalah saja, ingin tampil beda.......di indonesia juga banyak 
media yang ingin tampil beda, sekadar tampil beda, namun minim 
profesionalitas...
 
itu pandangan awak
yurnaldi, jurnalis KOMPAS

--- On Fri, 11/12/10, Arman Bahar <[email protected]> wrote:


From: Arman Bahar <[email protected]>
Subject: Bls: [...@ntau-net] Tifatul basalam, Ko jadi gujingan?
To: [email protected]
Date: Friday, November 12, 2010, 4:41 PM






Iyoo tu, suaaiiii!!!







Dari: wannofri samry <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Jum, 12 November, 2010 13:16:22
Judul: [...@ntau-net] Tifatul basalam, Ko jadi gujingan?

Salam.
Kenapa salam tifatul menjadi dihebohkan? Sementara kita tiap hari bersalaman 
sama perempuan, bahkan berduaan tidak pernah dihebohkan. Setahu saya, salaman 
dengan peremouan yang tidak muhrim jika akan menimbulkan syahwat memang baik 
dihindarkan, jika itu tidak, ya tak masalah. Menurut saya Tifatul bersalaman 
dengan banyak pertimangan, justru jika ia tidak bersalaman juga mnenjadi 
gunjingan, dan akan dituding aliran radikal dsb. 

Kita kadang-kadang mengomentari yg nggak2, apakah ini juga gambaran masyarakat 
kita? Banyak kita SMS, susah melihat orang senang, dan senang melihat orang 
susah. Ini mesti kita buang dari mentaliti kita.

Maslah model ini baik kita bertanya kepada ahlinya, seperti Prof Dr K Suheimi 
atau Masud Abidin.

Maaf, ini ditulis sekedar kritik eksternal, jan rantau net jadi medium 
gunjingan tetapi jadi media pembangkit sumatra barat, setidak inpiring untuk 
kita.

wassalam,

WNS, 43 Th.

--- On Thu, 11/11/10, andi ko <[email protected]> wrote:

> From: andi ko <[email protected]>
> Subject: Re: [...@ntau-net] Heboh Tifatul basalam jo Cik Elok Michelle Obama
> To: [email protected]
> Date: Thursday, November 11, 2010, 11:33 PM
> Mamak
> 
> Mungkin iko salam politis...he..he...Banyak juo lai nan
> mode iko lai ko ?
> 
> Salam
> 
> andiko
> 
> On 11/11/10, Syafrinal Syarien <[email protected]>
> wrote:
> >
> > Kawan urang Pakistan tadi siang batanyo, "ado masalah
> apo jo mantari salaman
> > jo Cik Elok Michelle?" Ambo nan indak tahu masalah nan
> sabana-e jadi heran
> > bana, bantuak-e alah jadi insiden internasional bana
> sampai2 urang Pakistan
> > tahu.
> >
> > Sampai di rumah ambo cigok barito dari Kompas:
> > http://nasional.kompas.com/read/2010/11/09/21284128/Heboh..Tifatul.Sentuh.Tangan.Michelle
> >
> > Rupo-e cuma gara-gara Tifatul basalam jo Cik Elok
> Michelle. Dek Tifatul
> > babaok lo masalah tu ka twitter, alah tambah heboh lah
> jadi-e.
> >
> > Itulah jadi-e kalau paham fikih indak sajalan jo
> kenyataan. Pamahaman fikih
> > malarang basalaman, tapi hati cik inan juo nak basalam
> jo Cik Elok Michelle.
> > Tarik-ulur, akhirnya kena deh....
> >
> > Wassalam;
> > Syafrinal/40/Lahore PK



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.



      

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke