Minggu, 21 November 2010 | 08:14 WIB MENTAWAI, KOMPAS.com - Bantuan logistik untuk korban tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, diduga bocor. Ini cukup memprihatinkan mengingat kebutuhan logistik pengungsi diperkirakan masih banyak karena pembangunan hunian sementara yang ditargetkan selesai sebelum Natal kemungkinan molor.
Sebelum didistribusikan kepada pengungsi, seluruh bantuan logistik untuk korban bencana tsunami di Pulau Pagai Utara dan Pulau Pagai Selatan disimpan di gudang pelabuhan umum di Kecamatan Sikakap. Penanggung jawabnya adalah Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai, dibantu Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Berdasarkan pantauan Kompas di gudang pelabuhan, Sabtu (20/11/2010), hanya ada seorang pegawai kecamatan di tempat penyimpanan logistik korban tsunami itu. Ia, dibantu tiga warga setempat sebagai relawan, mengurus barang masuk dan keluar. Ketiganya adalah warga lokal. Suatu saat, beberapa orang keluar mengangkut tiga karung beras dari gudang. Mereka sempat berbicara dengan salah seorang petugas gudang. Selanjutnya, beras dibawa pergi dengan menggunakan truk. Kompas mengikuti truk itu. Beberapa saat setelah bergerak dari gudang, truk berhenti dan tiga karung beras yang diangkut mereka dibawa masuk ke salah satu warung. Praktik yang demikian diduga tak hanya sekali ini terjadi mengingat hampir setiap hari logistik keluar dari gudang. Menurut beberapa warga, pengangkutan logistik bantuan untuk korban tsunami itu kadang menggunakan kendaraan bermotor dan tidak jarang pula dijinjing. Penanggung jawab BNPB di Sikakap, Endang Suhendar, saat dimintai penjelasan tentang hal itu, menyatakan, kalau memang ada logistik yang masuk ke warung, itu berarti kebocoran. Ia berjanji akan meningkatkan pengawasan lalu lintas logistik. Ketua Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepulauan Mentawai Hiram, yang duduk di samping Endang, tidak memberikan komentar apa pun. Menurut Kepala BPBD Kabupaten Kepulauan Mentawai Paulinus, barang keluar-masuk gudang selama ini dicatat. Pencatatan dilakukan mengacu pada manifes yang dilaporkan pembawa bantuan ke posko di Sikakap. "Yang tercatat langsung di gudang, sebagaimana dikemukakan petugas gudang, hanya barang keluar saja. Itu pun mengacu pantauan, kurang ketat," ujarnya. Stok logistik yang dikelola pemerintah daerah di Sikakap, antara lain, beras, air mineral, kue kering, makanan kaleng, minyak goreng, lentera, kompor minyak, tenda, dan cangkul. Stok logistik yang diangkut sejumlah lembaga swadaya masyarakat masih tersebar di sejumlah rumah penduduk. (INK/LAS) http://regional.kompas.com/read/2010/11/21/08142755/Duh..Bantuan.Korban.Tsun ami.Bocor-4 Salam Fend 34M-Cikasel -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
