Tulisan ini khusus kuhadiahkan untuk semua teman, shahabat dan orang-orang yang kuhormati. Terima kasih banyak atas supportnya selama ini.
Terkhusus untuk yang telah mendo'akan ambo baiak di FB, Telpon mode Bundo Nismas pagi2 dengan suara merdu liau manyanyikan Happy Birthday untuak Rina nan mangingekkan baso hariko tgl 22 Nov tapek 33 th ganok alah lahia, Fajri jo kuenyo, Pak Emi, Mak Ngah,Mak Jepe, Pak Rainal, Da Riri, Uni Hanifah nan alah mambuekkan pantun indah di FB, Dinda Reni jo tulisan menyentuhnyo, Pak Iqbal, Mamak TGM, Uni Dewi manis, Roni,Da Andiko,Da Ryan, Pak Yurpino,Pak Muzhar,Pak Zul, Mak Dt Zulkifli,Da Katua Miko, sanak Reza sarato dunsanak nan alun tasabuikkan namonyo, ambo batarimo kasih banyak atas do'anyo. Semoga dibaleh Allah SWt bakalilipek..Amin. KETIKA KULAHIR... By : Rina Permadi Ini aja ga becus, kapan mau pandainya," kata Abangku yang kugelari Cudek itu. Tapi walaupun begitu dia memang sangat pintar dibandingin aku yang angin-anginan belajarnya. Dia gampang emosi jika Mama nyuruh dia untuk ngajarin aku bikin PR-kusewaktu aku SD dulu. Terbukti sekarang dia sudah menjadi seorang dokter Specialis Paru di umur yang masih muda dan udah berhajji gratis dari Depkes karena prestasinya, Alhamdulillah... Abangku ini gemuk pendek makanya kugelari dengan panggilan Cudek yang ga mungkin kupanggil begitu. Sebab kalo ketahuan Mama aku harus menyiapkan mental untuk diceramahi beliau 2 jam nonstop tanpa jeda.... hm...gak deh. Abang Cudekku itu selalu berkilah kalo perkembangan badannya yang demikian disebabkan ketika masih janin tidak begitu berkembang sempurna. Tapi dia langsung balas mengolokku, mengatakan aku bodoh sebab ga sempurna disusui Mama sedangkan dia full 2 tahun sementara aku antara ya dan nggak yang menyebabkan otak dia lebih encer dari otakku, begitulah dia mengistilahkannya. Buktinya jika aku mengerjakan PR selalu harus minta bantuan darinya. Tapi bukannya PR itu selesai tapi biasanya berakhir dengan tangisan cengengku yang dimarah-marahinya karena gak bisa-bisa juga. Mama selalu jadi tameng dari emosinya yang geram melihat aku yang tidak paham-paham juga dengan apa yang diterangkannya. Biasanya dulu aku selalu kepentok blur bila dihadapkan dengan PR Matematika yang berumus gila-gilaan. Nalarku tidak mampu mencapai apa yang dimaui soalan yang bercerita panjang lebar itu. Abang dengan tidak sabaran membantu mengajariku. Hasil ketidaksabarannya itu berbuah perang mulut denganku yang akhirnya dilerai tangisku atau kejengkelan Mamaku yang gak bisa menengok kekerasan psikologis seperti itu. Ketika aku lahir ceritanya Papaku yang bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit menderita sakit yang tidak kunjung diketahui penyakitnya. Sewaktu itu beliau berumur sekitar empat puluhan. Menurut beberapa dokter yang menangani beliau, sakit beliau itu adalah penyakit dalam, entah sedalam apa. Ceritanya disebabkan oleh kebiasanaan Papa yang sering begadang untuk dinas malam menjadi perawat dengan ditemani dengan rokoknya yang selalu setia. Tidak mampu Rumah Sakit Achmad Muchtar menangani, beliau dipindahkan ke Jamil Padang. Dari hitungan waktu beliau sakit itu, memakan waktu kurang lebih 2 tahun. Di saat itulah aku lahir. Mama yang tengah hamil besar harus bolak-balik Padang Bukittinggi sebab Kakak-kakakku di rumah hanya ditinggal dengan nenek yang juga sudah tua. Sedangkan mereka berempat dimana jarak yang berdekatan lahirnya. Mama selalu pulang ketika sudah malam dan berangkat setelah subuh. Papa selalu demam tinggi ketika sore menjelang yaitu ketika Mama bersiap-siap hendak pulang. Sehingga beliau selalu balik lagi menengok subuhnya ke Rumah sakit lagi. Beliau terkenang waktu itu takut gak akan ketemu Papa lagi. Sehingga aku yang lahir di masa sulit itu hanya disusui di malam hari dan sebelum subuh saja. Jadilah aku dimulai dari bayi merah itu dimomong oleh nenekku. Jika mereka makan ubi, ubinya juga disuapin aku. jika mereka makan apa saja yang lembek-lembek maka makanan itu juga disuapin ke aku, untuk ganti susu ibu dan tidak jarang aku diberi air tajin yang diberi sedikit gula. Dulu cerita nenek aku besar dari tangan nenek-nenek yang berada disekeliling rumah. Ada Mak Tuo, Tek Aluih tukang urut dan nenek kandungku dari pihak Mama. Di tangan merekalah aku biasanya tidur, main dan mengompol. Mudah-mudahan Allah melapangkan kubur mereka semua..Amin.. Namun Alhamdulillah Papa akhirnya disarankan untuk dirawat di rumah saja, sebab dokter kasihan melihat Mama yang bolak-balik. Menurut mereka Papa lebih baik dirawat di rumah saja, biar berkumpul dengan keluarga, apalagi anak-anak masih kecil-kecil. Dalam waktu singkat Papa akhirnya sembuh dan bisa kembali bekerja seperti sedia kala. Walaupun sakit beliau pastinya tidak pernah diketahui. Karena kondisi yang tidak seharusnya diketawai oleh Abang Cudekku ini, selalu saja dia ingat-ingatkan bagaimana perbandingan sejahteranya dia ketika bayi dari aku ketika bayi kala kuterlahir ini. Bagaimanapun itu bagiku semua hal tentang kebandelanku, kejahilan Abangku dan kasih sayang Mama, Papa, Nenek dan Kakek telah menjadi sebuah kenangan yang selalu kubawa di hidup yang kujalani saat ini. Bahan obrolan santai dengan sang pendamping hidupku. Dengan kutuliskan mudah-mudahan akan selalu mengingatkan ke sejarah lahirku yang penuh pengorbanan dari orang-orang tercinta. Sebuah Jasa dan Pengorbanan yang tak terbalaskan. Terima kasih Mama, terima kasih Papa.... Semoga langkahmu disertai lindungan Allah selalu..Amin... Batam Nov 22 2010 Tepat setelah 33 tahun ku telah terlahir Kasih ibu kepada beta Tak terhingga sepanjang masa hanya memberi tak harap kembali Bagai sang surya menyinari dunia............... -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
