Tarimo kasih banyak cerpen kiriman Rina, pandai bana Rina manyusun kato, kalimat nan Rina susun tu manuruik TGM adolah suatu adonan dengan rumus kimia nan sangaik rumik. Ba a ka indak buloh, Rina berhasil mancampua isak tangis sedu sedan dengan senyum manis gelinjang manja pada detik yang sama. Raso-rasonyo koha, komentar nan cocok untuak cerpen Rina adolah: Hebaaat. Tarimo kasih. TGM,Bkl,50 ===========++++++++++++++============
Pada 22 November 2010 17.38, rinapermadi <[email protected]> menulis: > KETIKA KULAHIR... > > By : Rina Permadi > > > > Ini aja ga becus, kapan mau pandainya," kata Abangku yang kugelari Cudek > itu. Tapi walaupun begitu dia memang sangat pintar dibandingin aku yang > angin-anginan belajarnya. Dia gampang emosi jika Mama nyuruh dia untuk > ngajarin aku bikin PR-kusewaktu aku SD dulu. Terbukti sekarang dia sudah > menjadi seorang dokter Specialis Paru di umur yang masih muda dan udah > berhajji gratis dari Depkes karena prestasinya, Alhamdulillah... > > > > Abangku ini gemuk pendek makanya kugelari dengan panggilan Cudek yang ga > mungkin kupanggil begitu. Sebab kalo ketahuan Mama aku harus menyiapkan > mental untuk diceramahi beliau 2 jam nonstop tanpa jeda.... hm...gak deh. > Abang Cudekku itu selalu berkilah kalo perkembangan badannya yang demikian > disebabkan ketika masih janin tidak begitu berkembang sempurna. Tapi dia > langsung balas mengolokku, mengatakan aku bodoh sebab ga sempurna disusui > Mama sedangkan dia full 2 tahun sementara aku antara ya dan nggak yang > menyebabkan otak dia lebih encer dari otakku, begitulah dia > mengistilahkannya. Buktinya jika aku mengerjakan PR selalu harus minta > bantuan darinya. Tapi bukannya PR itu selesai tapi biasanya berakhir dengan > tangisan cengengku yang dimarah-marahinya karena gak bisa-bisa juga. Mama > selalu jadi tameng dari emosinya yang geram melihat aku yang tidak > paham-paham juga dengan apa yang diterangkannya. Biasanya dulu aku selalu > kepentok blur bila dihadapkan dengan PR Matematika yang berumus gila-gilaan. > Nalarku tidak mampu mencapai apa yang dimaui soalan yang bercerita panjang > lebar itu. Abang dengan tidak sabaran membantu mengajariku. Hasil > ketidaksabarannya itu berbuah perang mulut denganku yang akhirnya dilerai > tangisku atau kejengkelan Mamaku yang gak bisa menengok kekerasan psikologis > seperti itu. > > > > Ketika aku lahir ceritanya Papaku yang bekerja sebagai perawat di Rumah > Sakit menderita sakit yang tidak kunjung diketahui penyakitnya. Sewaktu itu > beliau berumur sekitar empat puluhan. Menurut beberapa dokter yang menangani > beliau, sakit beliau itu adalah penyakit dalam, entah sedalam apa. Ceritanya > disebabkan oleh kebiasanaan Papa yang sering begadang untuk dinas malam > menjadi perawat dengan ditemani dengan rokoknya yang selalu setia. Tidak > mampu Rumah Sakit Achmad Muchtar menangani, beliau dipindahkan ke Jamil > Padang. Dari hitungan waktu beliau sakit itu, memakan waktu kurang lebih 2 > tahun. Di saat itulah aku lahir. Mama yang tengah hamil besar harus > bolak-balik Padang Bukittinggi sebab Kakak-kakakku di rumah hanya ditinggal > dengan nenek yang juga sudah tua. Sedangkan mereka berempat dimana jarak > yang berdekatan lahirnya. Mama selalu pulang ketika sudah malam dan > berangkat setelah subuh. Papa selalu demam tinggi ketika sore menjelang > yaitu ketika Mama bersiap-siap hendak pulang. Sehingga beliau selalu balik > lagi menengok subuhnya ke Rumah sakit lagi. Beliau terkenang waktu itu takut > gak akan ketemu Papa lagi. Sehingga aku yang lahir di masa sulit itu hanya > disusui di malam hari dan sebelum subuh saja. > > > > Jadilah aku dimulai dari bayi merah itu dimomong oleh nenekku. Jika mereka > makan ubi, ubinya juga disuapin aku. jika mereka makan apa saja yang > lembek-lembek maka makanan itu juga disuapin ke aku, untuk ganti susu > ibu dan tidak jarang aku diberi air tajin yang diberi sedikit gula. Dulu > cerita nenek aku besar dari tangan nenek-nenek yang berada disekeliling > rumah. Ada Mak Tuo, Tek Aluih tukang urut dan nenek kandungku dari pihak > Mama. Di tangan merekalah aku biasanya tidur, main dan mengompol. > Mudah-mudahan Allah melapangkan kubur mereka semua..Amin.. > > Namun Alhamdulillah Papa akhirnya disarankan untuk dirawat di rumah saja, > sebab dokter kasihan melihat Mama yang bolak-balik. Menurut mereka Papa > lebih baik dirawat di rumah saja, biar berkumpul dengan keluarga, apalagi > anak-anak masih kecil-kecil. Dalam waktu singkat Papa akhirnya sembuh dan > bisa kembali bekerja seperti sedia kala. Walaupun sakit beliau pastinya > tidak pernah diketahui. > > Karena kondisi yang tidak seharusnya diketawai oleh Abang Cudekku ini, > selalu saja dia ingat-ingatkan bagaimana perbandingan sejahteranya dia > ketika bayi dari aku ketika bayi kala kuterlahir ini. > > > > Bagaimanapun itu bagiku semua hal tentang kebandelanku, kejahilan Abangku > dan kasih sayang Mama, Papa, Nenek dan Kakek telah menjadi sebuah kenangan > yang selalu kubawa di hidup yang kujalani saat ini. Bahan obrolan santai > dengan sang pendamping hidupku. Dengan kutuliskan mudah-mudahan akan selalu > mengingatkan ke sejarah lahirku yang penuh pengorbanan dari orang-orang > tercinta. Sebuah Jasa dan Pengorbanan yang tak terbalaskan. Terima kasih > Mama, terima kasih Papa.... Semoga langkahmu disertai lindungan Allah > selalu..Amin... > > > > > > Batam > > Nov 22 2010 > > Tepat setelah 33 tahun ku telah terlahir > > > > > > *Kasih ibu kepada beta* > > *Tak terhingga sepanjang masa* > > *hanya memberi tak harap kembali* > > *Bagai sang surya menyinari dunia...............* > > * * > > > > -- > . > * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain > wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet > http://groups.google.com/group/RantauNet/~<http://groups.google.com/group/RantauNet/%7E> > * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. > =========================================================== > UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: > - DILARANG: > 1. E-mail besar dari 200KB; > 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; > 3. One Liner. > - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet > - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting > - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply > - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & > mengganti subjeknya. > =========================================================== > Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: > http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe. > -- . * Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet http://groups.google.com/group/RantauNet/~ * Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email. =========================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi: - DILARANG: 1. E-mail besar dari 200KB; 2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 3. One Liner. - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti subjeknya. =========================================================== Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
