Selasa, 23 November 2010

PADANG - Ampun, isu gempa janganlah dibisniskan pula. Walau tak bermaksud,
namun jika ratusan bahkan ribuan SMS beredar tiap hari isu kabar pertakut
tentang gempa, diam-diam itu jadi bisnis yang menggiurkan. Kian hari, kian
menjadi-jadi. 

Bahkan tadi malam ada SMS yang menyebut, "25 dan 26 November sekolah
diliburkan berdasarkan Inpres, karena akan ada gempa." Enak saja dia
menyebut "libur dan inpres". Inpres gempa lagi? Untuk kondisi seperti itu,
pasti Presiden jumpa pers didampingi sejumlah menteri dan disiarkan live
oleh televisi. Koran akan menjadikannya berita utama di halaman pertama. 
"Masak tukang SMS tahu duluan dari wartawan, hebat benar dia," kata
wartawati Singgalang, Yuke yang berpos di kantor gubernur. Tadi malam hanya
ada rapat di gubernuran soal berakhirnya tanggap darurat di Mentawai.

SMS maut itu, bisa itu disengaja, bisa pula kerja orang maling. Kalau sudah
menerima SMS, tentu terbit takut. Kalau sudah takut, pergi mengungsi dan
rumah ditinggalkan. Awak pergi, rumah dikupaknya.
Tentang SMS memang menjengkelkan. Presiden sampai rakyat dipertakut. SMS
diedarkan sedemikian rupa. Tak mempan, ditambah dengan telepon langsung
kepada orang perorang. Hari ini, Padang dipertakut, besok Pariaman, besoknya
Painan. Tak juga mangkus, RS M Djamil dipakai sebagai alat pertakut.
Disebut-sebut pakar gempa Jepang sebagai dalih. Bunyi SMS macam-macam. 

Tangkap
Aparat kepolisian harus segera menangkap penyebar SMS. Jika tidak, maka SMS
pertakut itu akan terus beredar. Operator seluler harus mau bekerja saja
menolong rakyat, agar si jahanam penyebar SMS tidak menakut-nakuti rakyat
lagi. 

Satu SMS tentang gempa, akan beredar luas sampai pada ratusan ribu orang
dalam waktu singkat. Itu uang masuk namanya. Tiap hari seperti itu, maka
tiap hari pula uang masuk. Ini sudah terjadi sejak 26 Oktober 2010. 
Ricki warga Kuranji, Senin (22/11) mengaku sudah beberapa kali menerima SMS
pertakut. Terakhir tentang akan terjadi gempa beberapa hari lagi. 
Ketika gempa Mentawai 25 Oktober, beredar SMS agar rakyat menjauhi pantai
sampai lima hari ke depan. Sumber SMS BNPB dan Gubernur. Rakyat sudah takut
pula, padahal tak ada SMS dari BNPB dan gubernur.

Lantas beredar lagi SMS, hasil rapat pakar Jepang di Painan. Inti SMS,
mempertakut rakyat supaya segera lari meninggalkan rumah. Padahal tak ada
pakar Jepang yang rapat. Pakar Jepang sepulang dari Mentawai, langsung cigin
ke negerinya. Lalu, kemarin beredar pula SMS, masih gempa lagi.

Jiwa yang labil
Ketakutan warga yang menumpuk sejak 2004 dikelolanya sedemikian rupa.
pengelolaan atas jiwa yang labil juga terjadi di Jogja dan Jateng, saat
Merapi meletus. Ribuan banyaknya SMS gelap beredar. Isinya akan ada letusan
hebat yang bakal terjadi setelah ini. Hasilnya, warga ketakutan.
Kalau warga sudah ketakutan, maka urusan takkan jalan. Padang bisa sepi
dibuatnya. 

Tiap kita ditanya tiap hari, soal apakah benar akan terjadi gempa kuat di
Padang? Pertanyaan langsung, via SMS atau internet. Sekaligus ini
membuktikan pengetahuan kegempaan dan ilmu geografi warga, masih minim. 

Antisipasi
Seharusnya pemerintah pusat mencurahkan perhatiannya ke wilayah rawan gempa
di Indonesia, terutama Sumbar. Sumbar bukan minta diistimewakan, namun
karena memang paling rawan. 
Itulah sebabnya, pemerintah daerah didesak terus membangun jalur evakuasi,
shelter dan escape building. Singgalang telah mengajukan tujuh hal untuk
bisa selamat tsunami. Ketujuhnya, dinding laut, relokasi penuh warga di tepi
pantai, atau relokasi sebagian. Buat shelter yang banyak, bangun escape
building. Buat jalur evakuasi, tanam pohon trembesi atau bakau. Atau
reklamasi pantai. (kj)

http://www.hariansinggalang.co.id/sgl.php?module=detailberita&id=2006

Salam
Fend
34M-Cikasel



-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

Kirim email ke