Kab. Pasaman Barat | Rabu, 24/11/2010 19:55 WIB

241110170344_aaaaaaaa_cakak_banyak_1.jpg 

Suasana di jalan menuju Jorong Bandar nagari Rabi Jonggor masih mencekanm.
terlihat sejumlah warga membawa tombak, parang dan senapan angin. Sementara
itu, jalan menuju Bandar diblokir warga Paraman Ampalu.

 

Pasaman Barat, (ANTARA) - Perkelahian antar kampung (cakak banyak-red)
kembali terjadi, Rabu (24/11) kali ini ratusan warga Jorong Bandar dengan
Jorong Paraman Ampalu Nagari Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh Pasaman
Barat (Pasbar), Sumbar saling serang mengakibatkan puluhan orang mengalami
luka akibat lemparan batu serta tiga orang warga terkena tembakan senapan.

 

Tiga warga yang terkena tembakan senapan angin warga Paraman Ampalu,
Kecamatan Gunung Tuleh sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD)
Jambak, iinformasi yang dihimpun antara-sumbar.com di Tempat Kejadian
Peristiwa (TKP), Rabu.

 

Perkelahian yang terjadi dipicu oleh masalah perkelahian antara pemuda
Bandar dengan pemuda Paraman Ampalu, dimana pihak yang berwajib sudah
mencoba menahan lama tetapi tidak kunjung selesai. Ketidakpuasan warga
Paraman Ampalu mencapai puncaknya pada Rabu (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.

 

Ratusan warga Bandar melakukan penyerangan terhadap warga Paraman Ampalu
dengan memakai tombak, parang dan senapan angin. Penyerangan warga bandar
ini tidak pelak membuat warga Paraman Ampalu terkejut dan tanpa perlawanan
karena tidak menyangka akan diserang.

 

Akibatnya, tiga orang warga Paraman Ampalu terkena tembakan senapan angin
masing-masing Abdiman dibagian paha, Sandi dibagian tangan dan Yulpatri
dibagian kening. Korban saat itu juga langsung dilarikan ke Puskemas
terdekat dan dua orang korban Yulpatri dan Abdiman dirujuk ke RSUD Jambak
untuk memperoleh perawatan lebih serius.

 

Selain tiga orang terkena tembakan senapan, puluhan warga lain juga
mengalami luka akibat lemparan batu. Melihat ada korban, ratusan warga
Paraman Ampalu langsung emosi dan bersiap-siap untuk menyerang.

 

Masing-masing warga membawa parang, tombak, bambu runcing serta senapan
untuk melakukan penyerangan balasan. Selain itu, sepanjang jalan menuju
Jorong Bandar juga langsung di blokir oleh warga dengan puluhan batang kayu
dan warga Paraman Ampalu sudah siap-siap untuk melakukan penyerangan.

"Kami tidak terima kampung kami diserang dan akan melakukan penyerangann
balasan. Seluruh warga sudah siap dan akan membalas,"tegas Kepala Jorong
Paraman Ampalu, Arqam kepada antara-sumbar.com di TKP.

 

Dijelaskannya, perkelahian antara warga Paraman Ampalu dengan warga Bandar
sudah sering terjadi namun penyelesaian oleh pihak yang berwenang tidak
kunjung selesai. Salah satunya adalah ketika Kantor Wali Nagari diserang
oleh warga Bandar pada 30 Desember 2009 lalu.

 

Kantor Wali Nagari tersebut hancur dan tidak kunjung ada penyelesaian.
Selain itu, belum lama ini katanya, salah seorang warga Paraman Ampalu atas
nama Al Atas ditahan oleh Polsek Gunung Tuleh gara-gara berkelahi dengan
warga Bandar.

"Penahanan inilah yang menjadi pemicu terjadinya bentrokan ini. Kami sudah
dua kali ingin menyelesaikan masalah ini dengan berunding dan mendatangi
kampung Bandar tetapi tidak ada tanggapan. Sehingga inilah yang membuat
warga emosi dan memblokir jalan. Kenapa warga kami yang ditahan sedangkan
warga Bandar itu tidak ditahan,"tegas Arqam.

 

Pantauan di TKP hingga pukul 15.00 WIB suasana di perbatasan antara Paraman
Ampalu dengan Bandar masih mencekam. Warga Paraman Ampalu berjaga-jaga
disepanjang jalan dengan membawa parang, tombak, bambu runcing, pisau dan
senapan angin. Sedangkan jalan diblokir dengan batang kayu dan batu.

 

Sementara itu, warga Bandar tetap berada di kampungnya karena tidak bisa
turun kebawah karena jalan di blokir warga Paraman Ampalalu selain itu
mereka juga sudah siaga dan bersiap-siap untuk kembali menyerang. Sedangkan,
warga yang ada disekitar perbatasan sudah mulai mengungsi takut kembali
terjadi perkelahian.

"Kita tidak terima dengan penyerangan kampung kami dan siap untuk
membalas,"kata salah seorang warga lainnnya, Man.

 

Sementara itu, dua truk dalmas dari kepolisian, brimob, Kesbang pol serta
Sat Pol PP langsung turun ke TKP dan langsung melakukan pengamanan agar
perkelahian tidak kembali terjadi.

 

Kapolres Pasbar, AKBP Sus Edy Tavip melalui Wakapolres Kompol Hendri Budiman
Sik menyatakan telah menurunkan personil untuk melakukan pengamanan.
Pihaknya akan mempertemukan kedua belah pihak untuk diajak perundingan agar
permasalahnnya tidak berlarut-larut. Selain itu, jika masalah hukum atau ada
pelanggaran pidana akan tetap diproses.

"Kita ini negara hukum dan jika ada pelanggaran hukum maka akan tetap
diproses lebih jauh. Selain itu, kita berharap permasalahn ini bisa
diselesaikan dengan baik-baik. Kami akan melakukan pengamanan agar tidak
kembali terjadi perkelahian,"kata Hendri Budiman. (aml/sr)

 

http://www.antara-sumbar.com/id/berita/kab-pasaman-barat/d/13/137799/perkela
hian-antar-kampung-tiga-orang-tertembak-senapan.html

 

Salam

Fend

34M-Cikasel

 

-- 
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain 
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet 
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
  1. E-mail besar dari 200KB;
  2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi; 
  3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti 
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.

<<image003.jpg>>

Kirim email ke