Ha ha... Pak Saaf & Dunsanak s...@ntau-net lainnyo. Ambo mancibo mangomentari "panyakik urang moderen kampuangan" nan alah mawabah pulo di Minangkabau tacinto.
Nan kamaambek "cakak banyak" itu ado tigo unsur, yaitu :
1)Raso basatu dalam kalbu bahaso awak samo awak, sakampuang, saasa, saakidah
dan
sa-ABS-SBK.
2)Aparat pamarintah & tokoh di sekitar "nan lai disagani" dek kaduo balah pihak
3)Tasadionyo banyak karajo lain nan labiah paralu digabah anak mudo awak,
dibandiangkan cakak banyak nan manjadi ciri-ciri Si Panggacua tu.
Nah, tanyo ambo bake Pak Saaf nan Brigjen (Pur), nan panah pulo jadi Dubalang
Bagak zaman saisuak, nan juo aktivis Gebu Minang di parantauan, apokoh MASIH
ADO
DI PASAMAN KHUSUSNYO DAN MINANGKABAU UMUMNYO,tigo poin di ateh di lingkuangan
masyarakaiknyo?
Sungguah barek tanyo si m.m ko Pak Saaf. Dan ikolah antarao lain pe.er awak (?)
di parantauan untuak dibarikan ka tungku tigo sajarangan di Minangkabau tu.
Kalau cuma wacana atau ruok lapeh sarupo salamoko nan ambo liek di
r...@ntau-net
ko, iyolah salamonyo indak ka ado parubahan.
Antahlah..., antahlahhh...!!! ("Mungkin iko tando-tando dunia lah tuo", kato
Buya.....).
Salam horomaik buek Dunsanak kasadonyo.
mm***
________________________________
From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, November 25, 2010 7:58:23 AM
Subject: Re: [...@ntau-net] Perkelahian antar Kampung Tiga Orang Tertembak
Senapan
---> TIDAK BISAKAH DICEGAH DAN DIATASI ?
Tidak bisakah 'cakak banyak' ini dicegah dan diatasi dengan baik ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar Soetan Madjolelo
(Laki-laki, Tanjung, masuk 74 th, Jakarta)
Taqdir di tangan Allah, nasib di tangan kita.
________________________________
From: Nofend Marola <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Thu, November 25, 2010 7:37:05 AM
Subject: [...@ntau-net] Perkelahian antar Kampung Tiga Orang Tertembak Senapan
Kab. Pasaman Barat | Rabu, 24/11/2010 19:55 WIB
Suasana di jalan menuju Jorong Bandar nagari Rabi Jonggor masih mencekanm.
terlihat sejumlah warga membawa tombak, parang dan senapan angin. Sementara
itu,
jalan menuju Bandar diblokir warga Paraman Ampalu.
Pasaman Barat, (ANTARA) - Perkelahian antar kampung (cakak banyak-red) kembali
terjadi, Rabu (24/11) kali ini ratusan warga Jorong Bandar dengan Jorong
Paraman
Ampalu Nagari Rabi Jonggor Kecamatan Gunung Tuleh Pasaman Barat (Pasbar),
Sumbar
saling serang mengakibatkan puluhan orang mengalami luka akibat lemparan batu
serta tiga orang warga terkena tembakan senapan.
Tiga warga yang terkena tembakan senapan angin warga Paraman Ampalu, Kecamatan
Gunung Tuleh sehingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak,
iinformasi yang dihimpun antara-sumbar.com di Tempat Kejadian Peristiwa (TKP),
Rabu.
Perkelahian yang terjadi dipicu oleh masalah perkelahian antara pemuda Bandar
dengan pemuda Paraman Ampalu, dimana pihak yang berwajib sudah mencoba menahan
lama tetapi tidak kunjung selesai. Ketidakpuasan warga Paraman Ampalu mencapai
puncaknya pada Rabu (24/11) sekitar pukul 10.00 WIB.
Ratusan warga Bandar melakukan penyerangan terhadap warga Paraman Ampalu dengan
memakai tombak, parang dan senapan angin. Penyerangan warga bandar ini tidak
pelak membuat warga Paraman Ampalu terkejut dan tanpa perlawanan karena tidak
menyangka akan diserang.
Akibatnya, tiga orang warga Paraman Ampalu terkena tembakan senapan angin
masing-masing Abdiman dibagian paha, Sandi dibagian tangan dan Yulpatri
dibagian
kening. Korban saat itu juga langsung dilarikan ke Puskemas terdekat dan dua
orang korban Yulpatri dan Abdiman dirujuk ke RSUD Jambak untuk memperoleh
perawatan lebih serius.
Selain tiga orang terkena tembakan senapan, puluhan warga lain juga mengalami
luka akibat lemparan batu. Melihat ada korban, ratusan warga Paraman Ampalu
langsung emosi dan bersiap-siap untuk menyerang.
Masing-masing warga membawa parang, tombak, bambu runcing serta senapan untuk
melakukan penyerangan balasan. Selain itu, sepanjang jalan menuju Jorong Bandar
juga langsung di blokir oleh warga dengan puluhan batang kayu dan warga Paraman
Ampalu sudah siap-siap untuk melakukan penyerangan.
"Kami tidak terima kampung kami diserang dan akan melakukan penyerangann
balasan. Seluruh warga sudah siap dan akan membalas,"tegas Kepala Jorong
Paraman
Ampalu, Arqam kepada antara-sumbar.com di TKP.
Dijelaskannya, perkelahian antara warga Paraman Ampalu dengan warga Bandar
sudah
sering terjadi namun penyelesaian oleh pihak yang berwenang tidak kunjung
selesai. Salah satunya adalah ketika Kantor Wali Nagari diserang oleh warga
Bandar pada 30 Desember 2009 lalu.
Kantor Wali Nagari tersebut hancur dan tidak kunjung ada penyelesaian. Selain
itu, belum lama ini katanya, salah seorang warga Paraman Ampalu atas nama Al
Atas ditahan oleh Polsek Gunung Tuleh gara-gara berkelahi dengan warga Bandar.
"Penahanan inilah yang menjadi pemicu terjadinya bentrokan ini. Kami sudah dua
kali ingin menyelesaikan masalah ini dengan berunding dan mendatangi kampung
Bandar tetapi tidak ada tanggapan. Sehingga inilah yang membuat warga emosi dan
memblokir jalan. Kenapa warga kami yang ditahan sedangkan warga Bandar itu
tidak
ditahan,"tegas Arqam.
Pantauan di TKP hingga pukul 15.00 WIB suasana di perbatasan antara Paraman
Ampalu dengan Bandar masih mencekam. Warga Paraman Ampalu berjaga-jaga
disepanjang jalan dengan membawa parang, tombak, bambu runcing, pisau dan
senapan angin. Sedangkan jalan diblokir dengan batang kayu dan batu.
Sementara itu, warga Bandar tetap berada di kampungnya karena tidak bisa turun
kebawah karena jalan di blokir warga Paraman Ampalalu selain itu mereka juga
sudah siaga dan bersiap-siap untuk kembali menyerang. Sedangkan, warga yang ada
disekitar perbatasan sudah mulai mengungsi takut kembali terjadi perkelahian.
"Kita tidak terima dengan penyerangan kampung kami dan siap untuk
membalas,"kata
salah seorang warga lainnnya, Man.
Sementara itu, dua truk dalmas dari kepolisian, brimob, Kesbang pol serta Sat
Pol PP langsung turun ke TKP dan langsung melakukan pengamanan agar perkelahian
tidak kembali terjadi.
Kapolres Pasbar, AKBP Sus Edy Tavip melalui Wakapolres Kompol Hendri Budiman
Sik
menyatakan telah menurunkan personil untuk melakukan pengamanan. Pihaknya akan
mempertemukan kedua belah pihak untuk diajak perundingan agar permasalahnnya
tidak berlarut-larut. Selain itu, jika masalah hukum atau ada pelanggaran
pidana
akan tetap diproses.
"Kita ini negara hukum dan jika ada pelanggaran hukum maka akan tetap diproses
lebih jauh. Selain itu, kita berharap permasalahn ini bisa diselesaikan dengan
baik-baik. Kami akan melakukan pengamanan agar tidak kembali terjadi
perkelahian,"kata Hendri Budiman. (aml/sr)
http://www.antara-sumbar.com/id/berita/kab-pasaman-barat/d/13/137799/perkelahian-antar-kampung-tiga-orang-tertembak-senapan.html
Salam
Fend
34M-Cikasel
--
..
--
.
* Posting yg berasal dari Palanta RantauNet, dipublikasikan di tempat lain
wajib mencantumkan sumber: ~dari Palanta r...@ntaunet
http://groups.google.com/group/RantauNet/~
* Isi email, menjadi tanggung jawab pengirim email.
===========================================================
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi:
- DILARANG:
1. E-mail besar dari 200KB;
2. E-mail attachment, tawarkan di sini & kirim melalui jalur pribadi;
3. One Liner.
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi disetiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dlm melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tdk mereply email lama & mengganti
subjeknya.
===========================================================
Berhenti, bergabung kembali, mengubah konfigurasi/setting keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe.
<<image003.jpg>>
